Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Waspada Mobil Bekas Murah Dengan Segudang Masalah

Jumat, Januari 22nd 2016.

KOMPAS.com – Membeli mobil bekas, hati-hati mampu kendaraan bekas terendam banjir. Jangan sampai kepingin untung malah buntung gara-gara tergiur harga murah, tapi belakangan buang uang buat reparasi.

“Mobil yang telah pernah terendam banjir pasti nanti ada masalah, apakah korslet atau persoalan lainnya, meskipun telah diperbaiki,” ungkap Chief Operation Officer mobil88 Halomoan Fischer Lumbantoruan. [Kompas.com, 26/2/2015].

Pembeli mulai dihadapkan dengan mesin dan kerangka yg berkarat, turun mesin, sistem engine control unit (ECU) rusak, dan persoalan kebersihan dalam mobil.

“Komponen-komponen yg harus diganti itu biayanya mahal,” ujar Fischer.

Hitungan reparasi

Membeli mobil bekas tentu saja sah bila menyiapkan dana bagi reparasi. Bisa jadi, ada aksesori yg ingin diganti karena beda selera dengan pemilik lama. Atau, malah sekalian mau upgrade tampilan ataupun kemampuan kendaraan, mumpung mampu harga lebih murah daripada beli baru. Tinggal dihitung seberapa banyak dana itu yg layak dipertimbangkan.

Untuk usia mobil bekas di bawah beberapa tahun, estimasi perbaikan kurang lebih Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Adapun buat usia 3 tahun sampai 4 tahun, mobil biasanya telah mengalami sedikit gangguan di ban, karet pintu, kanvas rem, baret pada bodi, sarung jok, atau kaki-kaki. Estimasi biaya perbaikan dapat mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

Hitungan biaya itu adalah harga bagi mobil bekas tidak bermasalah. Nah, buat mobil bekas terendam banjir nominalnya dapat berlipat kali karena ada ongkos buat perbaikan atau bahkan penggantian komponen.

Penggantian ECU—komponen paling rawan rusak karena terendam banjir—saja butuh biaya minimal Rp 1,5 juta. Pada akhirnya, total biaya perbaikan dan penggantian komponen gara-gara mobil pernah terendam banjir dapat puluhan juta rupiah, cuma buat kembali layak laju.

Harga mobil bekas yg ketahuan pernah terendam banjir mulai lebih rendah hingga 40 persen dibandingkan pasaran. Itulah alasan untuk calon pembeli buat mewaspadai penawaran mobil bekas yg terlalu murah. (Baca juga: Mobil Bekas Murah, Waspada Barang Curian!)

Jaminan dan detail

Untuk meminimalkan risiko salah beli mobil bekas “sisa” rendaman banjir, Fischer menyarankan calon pembeli cermat mencari tempat penjualan yg memberi jaminan keamanan, termasuk buat urusan terkait banjir, dokumen, dan keadaan kendaraan. Dia pun menegaskan, tempat usahanya memberikan jaminan semacam itu.

KOMPAS.com / Dani J Tiga komplek perumahan di seputaran Jalan Manunggal Kelurahan Damai Balikpapan dihantam banjir sepanjang hari setelah hujan deras selama beberapa jam mengguyur kota Balikpapan.

“Di tempat kami, konsumen tak perlu khawatir, segala mobil telah kalian saring sedemikian rupa. Kalaupun masih bermasalah, perusahaan kita bersiap mengganti mobil atau mengembalikan uang pembelian,” kata Fischer.

Selain tempat membeli, calon pembeli harus pula memeriksa mobil secara mendetail. Pertama, cek bodi mobil dari bagian tengah hingga ke bawah. Rendaman banjir biasanya meninggalkan bekas garis pada mobil. (Baca juga: Musim Hujan, Waspadai Beli Mobil Bekas “Sisa” Banjir!)

Kedua, cek interior mobil. Rendaman banjir meninggalkan aroma tak enak dan kabin kendaraan terasa lembab. Sayangnya, ciri ini lebih susah ketahuan karena rata-rata pemilik lama kendaraan telah membersihkan dan mendandani mobil itu.

Ketiga, jangan segan membuka karpet dalam mobil termasuk di bagasi. Bila pernah terendam banjir, biasanya masih ada sisa lumpur atau pasir kering di sana. Karpetnya pun mampu jadi penanda, karena kerak bekas banjir tetap tertera sekalipun karpet telah dicuci berkali-kali.

Selanjutnya, bagi meyakinkan, cek juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Lihat identitas dan alamat pemilik lama mobil, ketahui wilayah tempat tinggalnya. Dari situ, periksa apakah domisili pemilik lama ada di wilayah banjir atau bukan.

Terakhir, bandingkan komponen yg ada di mobil incaran dengan gambar di buku petunjuk pemakaian (manual book) atau keterangan produk. Bila kelihatan berbeda berarti komponen telah diganti, yg kemungkinan besar karena pernah bermasalah serius.

Baca juga: Baru Kerja Kok Bisa Beli Mobil? Ini Triknya!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Panduan Beli Mobil Bekas Berkualitas

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Waspada Mobil Bekas Murah Dengan Segudang Masalah

Jumat, Januari 22nd 2016.

KOMPAS.com – Membeli mobil bekas, hati-hati bisa kendaraan bekas terendam banjir. Jangan sampai kepingin untung malah buntung gara-gara tergiur harga murah, tapi belakangan buang uang bagi reparasi.

“Mobil yang telah pernah terendam banjir pasti nanti ada masalah, apakah korslet atau persoalan lainnya, meskipun telah diperbaiki,” ungkap Chief Operation Officer mobil88 Halomoan Fischer Lumbantoruan. [Kompas.com, 26/2/2015].

Pembeli mulai dihadapkan dengan mesin dan kerangka yg berkarat, turun mesin, sistem engine control unit (ECU) rusak, dan persoalan kebersihan dalam mobil.

“Komponen-komponen yg harus diganti itu biayanya mahal,” ujar Fischer.

Hitungan reparasi

Membeli mobil bekas tentu saja sah bila menyiapkan dana buat reparasi. Bisa jadi, ada aksesori yg ingin diganti karena beda selera dengan pemilik lama. Atau, malah sekalian mau upgrade tampilan ataupun kemampuan kendaraan, mumpung mampu harga lebih murah daripada beli baru. Tinggal dihitung seberapa banyak dana itu yg layak dipertimbangkan.

Untuk usia mobil bekas di bawah beberapa tahun, estimasi perbaikan kurang lebih Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Adapun buat usia 3 tahun sampai 4 tahun, mobil biasanya telah mengalami sedikit gangguan di ban, karet pintu, kanvas rem, baret pada bodi, sarung jok, atau kaki-kaki. Estimasi biaya perbaikan mampu mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

Hitungan biaya itu adalah harga bagi mobil bekas tidak bermasalah. Nah, buat mobil bekas terendam banjir nominalnya mampu berlipat kali karena ada ongkos bagi perbaikan atau bahkan penggantian komponen.

Penggantian ECU—komponen paling rawan rusak karena terendam banjir—saja butuh biaya minimal Rp 1,5 juta. Pada akhirnya, total biaya perbaikan dan penggantian komponen gara-gara mobil pernah terendam banjir dapat puluhan juta rupiah, cuma bagi kembali layak laju.

Harga mobil bekas yg ketahuan pernah terendam banjir mulai lebih rendah hingga 40 persen dibandingkan pasaran. Itulah alasan untuk calon pembeli bagi mewaspadai penawaran mobil bekas yg terlalu murah. (Baca juga: Mobil Bekas Murah, Waspada Barang Curian!)

Jaminan dan detail

Untuk meminimalkan risiko salah beli mobil bekas “sisa” rendaman banjir, Fischer menyarankan calon pembeli cermat mencari tempat penjualan yg memberi jaminan keamanan, termasuk buat urusan terkait banjir, dokumen, dan keadaan kendaraan. Dia pun menegaskan, tempat usahanya memberikan jaminan semacam itu.

KOMPAS.com / Dani J Tiga komplek perumahan di seputaran Jalan Manunggal Kelurahan Damai Balikpapan dihantam banjir sepanjang hari setelah hujan deras selama beberapa jam mengguyur kota Balikpapan.

“Di tempat kami, konsumen tak perlu khawatir, segala mobil telah kita saring sedemikian rupa. Kalaupun masih bermasalah, perusahaan kita bersiap mengganti mobil atau mengembalikan uang pembelian,” kata Fischer.

Selain tempat membeli, calon pembeli harus pula memeriksa mobil secara mendetail. Pertama, cek bodi mobil dari bagian tengah hingga ke bawah. Rendaman banjir biasanya meninggalkan bekas garis pada mobil. (Baca juga: Musim Hujan, Waspadai Beli Mobil Bekas “Sisa” Banjir!)

Kedua, cek interior mobil. Rendaman banjir meninggalkan aroma tak enak dan kabin kendaraan terasa lembab. Sayangnya, ciri ini lebih susah ketahuan karena rata-rata pemilik lama kendaraan telah membersihkan dan mendandani mobil itu.

Ketiga, jangan segan membuka karpet dalam mobil termasuk di bagasi. Bila pernah terendam banjir, biasanya masih ada sisa lumpur atau pasir kering di sana. Karpetnya pun dapat jadi penanda, karena kerak bekas banjir tetap tertera sekalipun karpet telah dicuci berkali-kali.

Selanjutnya, buat meyakinkan, cek juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Lihat identitas dan alamat pemilik lama mobil, ketahui wilayah tempat tinggalnya. Dari situ, periksa apakah domisili pemilik lama ada di wilayah banjir atau bukan.

Terakhir, bandingkan komponen yg ada di mobil incaran dengan gambar di buku petunjuk pemakaian (manual book) atau keterangan produk. Bila kelihatan berbeda berarti komponen telah diganti, yg kemungkinan besar karena pernah bermasalah serius.

Baca juga: Baru Kerja Kok Bisa Beli Mobil? Ini Triknya!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Panduan Beli Mobil Bekas Berkualitas

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Waspada Mobil Bekas Murah Dengan Segudang Masalah

Jumat, Januari 22nd 2016.

KOMPAS.com – Membeli mobil bekas, hati-hati bisa kendaraan bekas terendam banjir. Jangan sampai kepingin untung malah buntung gara-gara tergiur harga murah, tapi belakangan buang uang bagi reparasi.

“Mobil yang telah pernah terendam banjir pasti nanti ada masalah, apakah korslet atau persoalan lainnya, meskipun telah diperbaiki,” ungkap Chief Operation Officer mobil88 Halomoan Fischer Lumbantoruan. [Kompas.com, 26/2/2015].

Pembeli mulai dihadapkan dengan mesin dan kerangka yg berkarat, turun mesin, sistem engine control unit (ECU) rusak, dan persoalan kebersihan dalam mobil.

“Komponen-komponen yg harus diganti itu biayanya mahal,” ujar Fischer.

Hitungan reparasi

Membeli mobil bekas tentu saja sah bila menyiapkan dana bagi reparasi. Bisa jadi, ada aksesori yg ingin diganti karena beda selera dengan pemilik lama. Atau, malah sekalian mau upgrade tampilan ataupun kemampuan kendaraan, mumpung bisa harga lebih murah daripada beli baru. Tinggal dihitung seberapa banyak dana itu yg layak dipertimbangkan.

Untuk usia mobil bekas di bawah beberapa tahun, estimasi perbaikan kurang lebih Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Adapun bagi usia 3 tahun sampai 4 tahun, mobil biasanya telah mengalami sedikit gangguan di ban, karet pintu, kanvas rem, baret pada bodi, sarung jok, atau kaki-kaki. Estimasi biaya perbaikan mampu mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

Hitungan biaya itu adalah harga bagi mobil bekas tidak bermasalah. Nah, buat mobil bekas terendam banjir nominalnya dapat berlipat kali karena ada ongkos bagi perbaikan atau bahkan penggantian komponen.

Penggantian ECU—komponen paling rawan rusak karena terendam banjir—saja butuh biaya minimal Rp 1,5 juta. Pada akhirnya, total biaya perbaikan dan penggantian komponen gara-gara mobil pernah terendam banjir dapat puluhan juta rupiah, cuma bagi kembali layak laju.

Harga mobil bekas yg ketahuan pernah terendam banjir mulai lebih rendah hingga 40 persen dibandingkan pasaran. Itulah alasan untuk calon pembeli buat mewaspadai penawaran mobil bekas yg terlalu murah. (Baca juga: Mobil Bekas Murah, Waspada Barang Curian!)

Jaminan dan detail

Untuk meminimalkan risiko salah beli mobil bekas “sisa” rendaman banjir, Fischer menyarankan calon pembeli cermat mencari tempat penjualan yg memberi jaminan keamanan, termasuk buat urusan terkait banjir, dokumen, dan keadaan kendaraan. Dia pun menegaskan, tempat usahanya memberikan jaminan semacam itu.

KOMPAS.com / Dani J Tiga komplek perumahan di seputaran Jalan Manunggal Kelurahan Damai Balikpapan dihantam banjir sepanjang hari setelah hujan deras selama beberapa jam mengguyur kota Balikpapan.

“Di tempat kami, konsumen tak perlu khawatir, seluruh mobil telah kalian saring sedemikian rupa. Kalaupun masih bermasalah, perusahaan kita bersiap mengganti mobil atau mengembalikan uang pembelian,” kata Fischer.

Selain tempat membeli, calon pembeli harus pula memeriksa mobil secara mendetail. Pertama, cek bodi mobil dari bagian tengah hingga ke bawah. Rendaman banjir biasanya meninggalkan bekas garis pada mobil. (Baca juga: Musim Hujan, Waspadai Beli Mobil Bekas “Sisa” Banjir!)

Kedua, cek interior mobil. Rendaman banjir meninggalkan aroma tak enak dan kabin kendaraan terasa lembab. Sayangnya, ciri ini lebih susah ketahuan karena rata-rata pemilik lama kendaraan telah membersihkan dan mendandani mobil itu.

Ketiga, jangan segan membuka karpet dalam mobil termasuk di bagasi. Bila pernah terendam banjir, biasanya masih ada sisa lumpur atau pasir kering di sana. Karpetnya pun mampu jadi penanda, karena kerak bekas banjir tetap tertera sekalipun karpet telah dicuci berkali-kali.

Selanjutnya, buat meyakinkan, cek juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Lihat identitas dan alamat pemilik lama mobil, ketahui wilayah tempat tinggalnya. Dari situ, periksa apakah domisili pemilik lama ada di wilayah banjir atau bukan.

Terakhir, bandingkan komponen yg ada di mobil incaran dengan gambar di buku petunjuk pemakaian (manual book) atau keterangan produk. Bila kelihatan berbeda berarti komponen telah diganti, yg kemungkinan besar karena pernah bermasalah serius.

Baca juga: Baru Kerja Kok Bisa Beli Mobil? Ini Triknya!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Panduan Beli Mobil Bekas Berkualitas

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Waspada Mobil Bekas Murah Dengan Segudang Masalah

Jumat, Januari 22nd 2016.

KOMPAS.com – Membeli mobil bekas, hati-hati bisa kendaraan bekas terendam banjir. Jangan sampai kepingin untung malah buntung gara-gara tergiur harga murah, tapi belakangan buang uang buat reparasi.

“Mobil yang telah pernah terendam banjir pasti nanti ada masalah, apakah korslet atau persoalan lainnya, meskipun telah diperbaiki,” ungkap Chief Operation Officer mobil88 Halomoan Fischer Lumbantoruan. [Kompas.com, 26/2/2015].

Pembeli mulai dihadapkan dengan mesin dan kerangka yg berkarat, turun mesin, sistem engine control unit (ECU) rusak, dan persoalan kebersihan dalam mobil.

“Komponen-komponen yg harus diganti itu biayanya mahal,” ujar Fischer.

Hitungan reparasi

Membeli mobil bekas tentu saja sah bila menyiapkan dana buat reparasi. Bisa jadi, ada aksesori yg ingin diganti karena beda selera dengan pemilik lama. Atau, malah sekalian mau upgrade tampilan ataupun kemampuan kendaraan, mumpung mampu harga lebih murah daripada beli baru. Tinggal dihitung seberapa banyak dana itu yg layak dipertimbangkan.

Untuk usia mobil bekas di bawah beberapa tahun, estimasi perbaikan kurang lebih Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Adapun buat usia 3 tahun sampai 4 tahun, mobil biasanya telah mengalami sedikit gangguan di ban, karet pintu, kanvas rem, baret pada bodi, sarung jok, atau kaki-kaki. Estimasi biaya perbaikan mampu mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.

Hitungan biaya itu adalah harga bagi mobil bekas tidak bermasalah. Nah, untuk mobil bekas terendam banjir nominalnya mampu berlipat kali karena ada ongkos buat perbaikan atau bahkan penggantian komponen.

Penggantian ECU—komponen paling rawan rusak karena terendam banjir—saja butuh biaya minimal Rp 1,5 juta. Pada akhirnya, total biaya perbaikan dan penggantian komponen gara-gara mobil pernah terendam banjir dapat puluhan juta rupiah, cuma buat kembali layak laju.

Harga mobil bekas yg ketahuan pernah terendam banjir mulai lebih rendah hingga 40 persen dibandingkan pasaran. Itulah alasan untuk calon pembeli bagi mewaspadai penawaran mobil bekas yg terlalu murah. (Baca juga: Mobil Bekas Murah, Waspada Barang Curian!)

Jaminan dan detail

Untuk meminimalkan risiko salah beli mobil bekas “sisa” rendaman banjir, Fischer menyarankan calon pembeli cermat mencari tempat penjualan yg memberi jaminan keamanan, termasuk bagi urusan terkait banjir, dokumen, dan keadaan kendaraan. Dia pun menegaskan, tempat usahanya memberikan jaminan semacam itu.

KOMPAS.com / Dani J Tiga komplek perumahan di seputaran Jalan Manunggal Kelurahan Damai Balikpapan dihantam banjir sepanjang hari setelah hujan deras selama beberapa jam mengguyur kota Balikpapan.

“Di tempat kami, konsumen tak perlu khawatir, segala mobil telah kalian saring sedemikian rupa. Kalaupun masih bermasalah, perusahaan kalian bersiap mengganti mobil atau mengembalikan uang pembelian,” kata Fischer.

Selain tempat membeli, calon pembeli harus pula memeriksa mobil secara mendetail. Pertama, cek bodi mobil dari bagian tengah hingga ke bawah. Rendaman banjir biasanya meninggalkan bekas garis pada mobil. (Baca juga: Musim Hujan, Waspadai Beli Mobil Bekas “Sisa” Banjir!)

Kedua, cek interior mobil. Rendaman banjir meninggalkan aroma tak enak dan kabin kendaraan terasa lembab. Sayangnya, ciri ini lebih susah ketahuan karena rata-rata pemilik lama kendaraan telah membersihkan dan mendandani mobil itu.

Ketiga, jangan segan membuka karpet dalam mobil termasuk di bagasi. Bila pernah terendam banjir, biasanya masih ada sisa lumpur atau pasir kering di sana. Karpetnya pun dapat jadi penanda, karena kerak bekas banjir tetap tertera sekalipun karpet telah dicuci berkali-kali.

Selanjutnya, bagi meyakinkan, cek juga Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Lihat identitas dan alamat pemilik lama mobil, ketahui wilayah tempat tinggalnya. Dari situ, periksa apakah domisili pemilik lama ada di wilayah banjir atau bukan.

Terakhir, bandingkan komponen yg ada di mobil incaran dengan gambar di buku petunjuk pemakaian (manual book) atau keterangan produk. Bila kelihatan berbeda berarti komponen telah diganti, yg kemungkinan besar karena pernah bermasalah serius.

Baca juga: Baru Kerja Kok Bisa Beli Mobil? Ini Triknya!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Panduan Beli Mobil Bekas Berkualitas

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Waspada Mobil Bekas Murah Dengan Segudang Masalah

Minggu 17 April 2016 | Berita Otomotif

Shanghai, KompasOtomotif — Nico Rosberg berhasil merebut posisi pertama dalam sesi kualifikasi Formula 1 GP Shanghai, Sabtu (16/4/2016). Dengan hasil waktu 1 menit 37,669, Rosberg mulai kembali…

Senin 30 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta -Kondisi kendaraan memang cuma sedikit mempengaruhi keselamatan Anda selama perjalanan. Namun, bukan berarti kami mampu mengabaikan keadaan kendaraan juga. “Kendaraan porsinya sedikit. Tapi penting,” kata…

Selasa 8 Desember 2015 | Berita Otomotif

Tokyo -Mazda MX-5 menyabet gelar mobil terbaik 2015-2016 di Jepang. Ini adalah kedua kalinya mobil roadster beberapa kursi Mazda mendapat predikat sebagai mobil paling bergengsi di…