Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Usaha Ford Indonesia Untuk “Bersinar” Sia-sia

Rabu, Januari 27th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Di pasar otomotif nasional, Ford bukan pemain baru. Namanya telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak 1950-an. Bahkan, setelah PT Ford Motor Indonesia (FMI) berdiri pada 2000, jaringan penjualan 3S (Sales, Service dan Sparepart) akan bermunculan dan hingga ketika ini jumlahnya mencapai 40 diler.

Terakhir, total penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) FMI sepanjang 2015 berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencapai 2.046 unit dan secara retail melepas 6.103 unit.

Angka tersebut, seandainya dibandingkan dengan merek yang lain yg juga mengandalkan produknya secara impor, penjualan FMI mampu dibilang masih lumayan. Namun, menurut prinsipal (Ford Motor Company/FMC), penjualan Ford di Indonesia tak menghasilkan keuntungan secara berkesinambungan.

Stanly Ravel All New Ford Focus IIMS 2015

“Kami sudah mengambil langkah-langkah signifikan buat merestrukturisasi bisnis kita selama ini, namun pangsa pasar kalian dari total industri mobil baru, cuma 0,6 persen dan proyeksi kita menunjukan tak ada jalur beralasan buat keuntungan berkesinambungan,” ungkap Lea Kartika Indra, Direktur Komunikasi FMI menjawab pertanyaan KompasOtomotif melalui surat elektronik (email), Selasa (26/1/2016) malam.

Lea menjelaskan, FMI sudah mempelajari pasar otomotif nasional selama dua waktu. Tetapi, pihak prinsipal menilai yang lain dan menetapkan bagi langsung mengakhiri proses penjualannya di Indonesia.

“Keputusan finalnya dibuat dalam dua hari terakhir. Kami juga menghargai kemitraan yg selama ini kita miliki dengan diler kami. Bersama mereka kalian bekerja coba dan mencari jalan bagi sukses di Indonesia, tetapi semuanya berkata lain,” ungkap Lea.

Fokus FMI sekarang ini, kata Lea, adalah memprioritaskan, memastikan, dan memperlakukan karyawan, diler, dan konsumen secara hormat serta mendukung selama masa transisi ini.

“Sebagai bagian dari keputusan ini, segala karyawan kalian di Indonesia tak lagi mulai dipekerjakan oleh Ford Indonesia hingga akhir periode ini,” kata Lea.

Dominasi Jepang

Bila dilihat dari data wholesales Gaikindo, 97,6 persen penjualan mobil baru pada 2015 didimonasi merek yang berasal Jepang. Jumlahnya mencapai 988.715 unit dari total volume 1.013.291 unit. Inilah bukti otomotif Indonesia “dicengkram” oleh Jepang, selama berpuluh tahun urutan lima besar merek terlaris di dalam negeri berasal dari Negeri Sakura

Sedangkan merek kelompok Barat (Eropa dan Amerika Serikat) cuma memeroleh 1,8 persen (18.321 unit), India 0,1 persen (1.388 unit), dan Korea Selatan 0,4 persen (11.223 unit). Sisanya, merek China 322 unit, dan Malaysia paling buncit 220 unit.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Ford Indonesia Tutup

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Usaha Ford Indonesia Untuk “Bersinar” Sia-sia

Kamis 10 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Penjualan sepeda motor di bulan Februari akan bangkit. Setelah cuma mencatat angka 416.263 unit di Januari, Februari dulu penjualan motor naik 26,08 persen dibandingkan Januari…

Jumat 1 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Selama tahun 2015, banyak mobil konsep yg diperkenalkan dalam pameran otomotif dunia. Mobil konsep yg dipamerkan oleh para produsen mobil dunia menunjukkan perkembangan…

Rabu 2 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jenewa, KompasOtomotif — Setelah Opel Astra K diberi mahkota European Car of The Year 2016 atau mobil terbaik di Eropa tahun ini, jalan buat menuju gelar World…