Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Toyota Eco Youth 2016 Resmi Dimulai

Jumat, April 1st 2016.

Jakarta – Program Toyota Eco Youth (TEY) 10 resmi dimulai. Ini adalah kompetisi buat para pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) guna membangun cara berpikir dan memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan lingkungan sekitar.

Sosialisasi program TEY 10 bagi wilayah Jakarta telah dimulai pada Kamis (31/3/2016). Sosialisasi ini dihadiri oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, yg diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ir Ananto Kusuma Seta PhD.

Dilandasi semangat Toyota Beyond Care, pelaksanaan TEY yg kali ini memasuki tahun ke-10, mengambil tema Ecosociopreneurship, yg diharapkan mulai menstimulus para peserta buat bersaing menampilkan proyek-proyek lingkungan yg didukung oleh kegiatan yg menghasilkan dana guna membiayai keberlangsungan operasional poyek secara mandiri.

Vice President Director Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto menyebutkan bahwa pada TEY 10, Toyota mulai menanamkan nilai-nilai Ecosociopreneur kepada para pelajar agar bisa menciptakan kegiatan yg menghasilkan dana guna mendukung keberlanjutan dan terciptanya inovasi-inovasi baru untuk proyek-proyek lingkungan mereka.

Melalui Ecosociopreneur ini, diharapkan mulai memunculkan nilai-nilai ekonomis dari program TEY ini, serta mampu meningkatkan kemandirian dari para pelajar dalam menjalankan proyek-proyeknya.

“Sejalan dengan semangat Toyota Beyond Care, kita berharap proyek-proyek tersebut mulai sangat bermanfaat melebihi ekspektasi masyarakat di lingkungan sekitarnya, sekaligus dalam upaya mengembangkan gaya hidup yg lebih kondusif dan ramah lingkungan untuk generasi mendatang,” kata Henry, pada acara pembukaan dan sosialisasi pelaksanaan TEY 10 buat wilayah Jakarta dan sekitarnya, kemarin.

Ecosociopreneur yaitu gabungan antara Ecopreneur yg berarti wirausaha yg peduli dengan persoalan lingkungan atau kelestarian lingkungan. Sementara itu, Sociopreneur adalah pengusaha yg menjalankan usahanya tak semata-mata cuma memikirkan keuntungan pribadi, tapi juga memikirkan buat membangun dan mengembangkan komunitasnya agar lebih berdaya.

Melalui TEY 10, konsep Ecosociopreneur yg sudah dijalankan Toyota selama ini mulai ditransformasikan kepada para pelajar SLTA sebagai generasi penerus, agar jiwa kewirausahaan yg mereka miliki juga tetap memperhatikan aspek sosial, khususnya dalam mengembangkan upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan dan jangka panjang.

Konsep Ecosociopreneur mendorong proyek berkelanjutan melalui kegiatan yg menghasilkan dana buat membiayai keberlangsungan operasional proyek secara mandiri. Contohnya adalah ‘Asuransi Sampah’ yg dikerjakan oleh ‘Eco-Hero’ bernama Dr Gamal Albinsaid.

Dr Gamal mempunyai klinik kesehatan di mana para pasien membayarnya dengan sampah. Kemudian, sampah ini dijual melalui sistem koperasi. Uang yg dihasilkan dari penjualan sampah mulai digunakan buat mendanai operasional klinik kesehatan tersebut.

Dari kegiatan proyek mandiri ‘Asuransi Sampah’ ini, mulai diperoleh keuntungan di mana masyarakat miskin bisa berobat tanpa biaya, dan sampah bisa dikumpulkan bagi didaur ulang.

“Pada dasarnya kita menginginkan agar Toyota Eco Youth mampu merangsang terciptanya ekonomi kreatif berbasis lingkungan hidup yg diharapkan mampu memamerkan bahwa upaya pelestarian lingkungan membawa dampak positif buat ekonomi,” ujar Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia, dalam kesempatan terpisah.

Sama halnya dengan pelaksanaan TEY tahun-tahun sebelumnya, TEY 10 juga mulai terdiri dari beberapa kategori lomba, merupakan Science (ilmiah) dan Social Movement (sosial).

Namun, sesuai dengan tema Ecosociopreneurship, proyek ilmiah yg dilombakan adalah proyek secara berkesinambungan, bisa berjalan secara mandiri dan berkontribusi buat lingkungan sekitar.

Sementara itu, bagi Social Movement adalah gerakan sosial berkesinambungan yg dapat berjalan secara mandiri dan mengajak komunitas bagi berperilaku yg berdampak positif untuk lingkungan.

Pada TEY 9 tahun lalu, jumlah proposal yg terkumpul sebanyak 1.709 proposal. Toyota mendorong agar para peserta mengimplementasikan proposal tersebut menjadi proyek nyata, berkelanjutan, dan selalu dikembangkan, seperti halnya yg dikerjakan oleh SMAN 19 Bandung dan SMAN 6 Denpasar.

SMAN 19 Bandung mempunyai proyek pengurangan polusi kendaraan melalui program pergi bersama ke sekolah. Program ini menjadi program resmi di sekolah itu dan masih berlanjut hingga ketika ini, serta bahkan menjadi proyek percontohan untuk sekolah-sekolah yang lain di sana.

Sementara itu, SMAN 6 Denpasar mempunyai proyek pengolahan limbah upacara Yadnya menjadi genteng yg kini sudah mendapatkan sertifikasi dari provinsi bagi dikembangkan dan diadaptasi di kota yang lain di Bali.

Untuk TEY 10 tahun ini, Toyota menargetkan 2.500 proposal proyek lingkungan yg masuk, atau lebih banyak dibandingkan pada TEY 9 yg cuma mencapai 1.709 proposal. Dari semua proposal yg masuk, panitia mulai memutuskan 25 proposal proyek yg layak sebagai finalis buat kemudian dilombakan.

Selain itu, cakupan kolaborasi TEY juga diperluas. Jika sebelumnya cuma melibatkan internal sekolah dan lingkungan sekitar sekolah, pada TEY 10 juga melibatkan peran universitas sebagai pembimbing dan pendampingan selama pelaksanaan proyek khususnya buat 25 proyek peserta yg berhasil menjadi finalis.

“Kenaikan target jumlah peserta tersebut yaitu wujud komitmen kita buat perbaikan pola pikir lingkungan di kalangan generasi muda. Selain itu, kita juga ingin adanya peningkatan kualitas proyek (improvement) pada TEY 10 ini sehingga perlu keterlibatan peran universitas dalam menjalankan proyeknya itu,” jelas Henry.

Pada TEY 10, Toyota mulai menekankan dua aspek dalam upaya menggalakkan semangat Ecosociopreneurship kepada para pelajar peserta lomba guna menjaga proyeknya agar mampu berkontribusi pada perbaikan lingkungan sekitarnya secara berkelanjutan.

Selain Investment, Toyota juga memperhatikan aspek Bussines Start Up, Financial Consultation dan Sustainability.

Untuk aspek Investement, Toyota mulai memberikan pendanaan kepada enam pemenang TEY 10 atas proposal yg sudah mereka implementasikan di TEY. Funding tersebut mulai dijadikan dana Business Start Up atas proyek tersebut ke depannya.

Toyota juga mulai memberikan konsultasi finansial atas pendanaan tersebut buat para pemenang melalui Financial Consultation.

Untuk aspek Sustainabiliity, yaitu pendekatan terhadap kinerja perusahaan pada bidang lingkungan, sosial dan ekonomi karena ketiga aspek tersebut saling terkait sesuatu sama lain.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Mobil Terbaru

Related Article Toyota Eco Youth 2016 Resmi Dimulai

Senin 16 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Musim penghujan akhirnya datang di semua wilayah Ibu Kota. Jika tak antisipatif, curah Hujan yg tinggi mampu merepotkan buat pengguna mobil. Supaya…

Sabtu 19 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta -Tahun 2016 yg telah di depan mata, kira-kira bagaimana Chevrolet melihatnya ya? Dan strategi apa yg bakal diterapkan Chevrolet di Indonesia nih? “Tahun depan, industri…

Selasa 1 Desember 2015 | Berita Otomotif

Makassar – Honda meraih penjualan sebanyak 599 unit di ajang GIIAS Makassar Auto Show 2015, yg digelar di Celebes Convention Center, Makassar, Sulawesi Selatan, pada…