Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Tak Sekadar Setuju Penggolongan SIM C, Ini Yang Dilakukan Yamaha

Senin, Januari 11th 2016.

Jakarta -Rencana Korps Lalu-lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri) bagi menggolongkan SIMC berdasar kapasitas motor yg dikendarai pemilik, disambut positif PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Sebagai wujud dukungan, YIMM bakal meningkatkan kualitas pelatihan keterampilan pengetahuan teknis buat pembeli motor 250 cc atau lebih.

“Selama ini kalian telah memberikan pengetahuan dan pelatihan atau coaching clinic untuk pembeli motor 250 cc ke atas, atau motor-motor CBU (yang diimpor secara utuh dan berkapasitas mesin besar). Kami juga menggelar fun day race. Ini seluruh bagi mengasah dan meningkatkan skill,” papar Asisten General Manager Marketing PT YIMM, Mohammad Masykur ketika dihubungi detikOto di Jakarta, Senin (11/1/2016).

Menurutnya, langkah itu sejatinya bukan semata-mata karena ingin menyiapkan pemilik bagi menghadapi ujian dengan SIM C golongan baru. Namun, lanjutnya, pemberian pemahamanan teknis dan meningkatkan keterampilan itu yaitu tanggung jawab pihaknya kepada  konsumen.

“Jadi, kalau pun ada ujian terkait dengan penggolongan SIM, kalian berharap mereka sudah siap, baik dari aspek teori, pengetahuan dasar, sampai keterampilan  berkendara yg sulit sekali pun,” ujarnya.

Masykur menyebut, penggolongan SIM  berdasar kapasitas mesin sebuah kendaraan wajar diberlakukan karena secara teknis baik besaran tenaga yg dihasilkan mesin dan pengendaliannya juga berbeda. Mesin besar kapasitas mesin, maka semakin besar pula tenaga dan membutuhkan pengetahuan dan keterampilan pengendalian yg berbeda.

“Oleh karena itu, dengan adanya ketentuan baru (penggolongan SIM C berdasar kapasitas mesin), dengan metode dan materi ujian yg berbeda, maka kalian juga semakin meningkatkan pelatihan kepada konsumen dan pemilik motor,” terangnya.

Hanya, soal siapa pengguna motor yg berkapasitas besar– apakah berusia muda atau dewasa–Masykur tidak mampu menjamin. Soalnya, penggunaan motor setelah dibeli dari diler yaitu tanggung jawab sepenuhnya pemilik.

“Tetapi kalau konsisten dengan aturan, bahwa bagi mendapatkan SIM minimal 17 tahun. Nah, buat mendapatkan SIM C1 yg diperuntukkan untuk motor 250 cc hingga 500 cc, usia berapa? Ataurannya aku pribadi belum tahu, kabarnya disebutkan setelah sesuatu tahun mendapatkan SIM C,” kata dia.

Bagi Masykur, usia bukanlah patokan yg pasti bagi melihat kematangan mental dan emosi seseorang ketika berkendara. Soalnya, fakta menunjukkan, tak sedikit orang yg berusia lebih tua ternyata memiliki emosi yg stabil dibanding mereka yg lebih muda. “Jadi, soal emosi dan sikap dalam berkendara ini perlu mendapatkan penyadaran dan mampu dilatih,” imbuhnya.

Foto: Yamaha
Foto: Yamaha
Foto: Yamaha
Foto: Yamaha
Foto: Yamaha Indonesia
Foto: Yamaha
Foto: Yamaha

(arf/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Tak Sekadar Setuju Penggolongan SIM C, Ini Yang Dilakukan Yamaha

Kamis 31 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Indonesia boleh saja unggul penjualan mobil sebab sejak 2014 statusnya yaitu pasar terbesar se-Asia Tenggara (ASEAN), namun sebagian besar mobil-mobil yg laku…

Minggu 28 Februari 2016 | Berita Otomotif

Munich -BMW dikabarkan sedang mempersiapkan M2 CSL. Kabar terbaru menyebut, pabrikan yang berasal Jerman itu telah memberikan lampu hijau buat memproduksi pesaing Porsche Cayman GT4 itu.…

Sabtu 31 Oktober 2015 | Berita Otomotif

Kagoshima -PT Honda Prospect Motor (HPM) meminta pemilik pengguna Honda Mobilio, Honda City dan Honda Jazz di Indonesia tidak khawatir dengan adanya kampanye ‘recall’ buat pembaruan…