Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Tahun 2015, Tahun Kelabu Transportasi Publik Di Indonesia

Kamis, Desember 31st 2015.

Jakarta -Indonesia masih darurat jalan raya. Bagaimana tidak, sepanjang tahun ini setiap hari terjadi 250-an masalah kecelakaan dahulu lintas jalan. Buah pahit kecelakaan membuat Indonesia setiap harinya kehilangan 70-an jiwa anak bangsa.

Belum lagi, mereka yg mesti menderita luka-luka. Fakta kecelakaan ini termasuk di dalamnya kecelakaan yg melibatkan transportasi publik atau angkutan umum massal.

Sepanjang 2015 kalian belum berhenti didera petaka di jalan raya khususnya kecelakaan yg melibatkan angkutan umum massal.

Sejumlah petaka fenomenal masih menyayat hati anak negeri. Ada bus pariwisata terbalik di ruas jalan tol, ada bus yg menabrak pejalan kaki, hingga bus penumpang umum yg menerobos perlintasan kereta dan memakan banyak korban.

Belum lagi kecelakaan dahulu lintas yg melibatkan angkutan umum massal di dua tempat di Indonesia seperti di Serang, Indramayu, Banyuwangi, Semarang hingga Waena, Jayapura.

Kita tidak boleh lupa, mereka bergelimpangan karena petaka yg mayoritas dipicu perilaku manusia. Data Korlantas Polri memamerkan bahwa hampir dari separuh kecelakaan tahun 2015 dipicu oleh faktor manusia.

Dimana aspek penting sebagai biang keladi di faktor manusia terdiri atas beberapa hal, yakni perilaku tak tertib dan aspek lengah ketika berkendara.

Tahun 2015 menjadi tahun kelabu untuk keamanan dan keselamatan transportasi publik di negeri tercinta ini. Bukan saja karena perilaku sopir yg ugal-ugalan juga di strata yg paling tinggi, di tingkat pemangku kebijakan (stakeholders), tak adanya koordinasi.

Masih segar dalam ingatan kita, pelarangan kendaraan umum berbasis aplikasi oleh Pemerintah sempat menjadi perhatian. Belakangan pelarangan yg dikeluarkan Kementerian Perhubungan tersebut dibatalkan oleh Presiden RI Joko Widodo. Beliau menyampaikan angkutan umum seperti ojek masih dibutuhkan masyarakat dan beliau meminta Kemenhub bagi mengkaji ulang pelarangan tersebut.

Kita melihat pemerintah belum serius menangani permasalahan transportasi publik. Tidak adanya koordinasi di tingkat atas, rakyat pengguna jasa transportasi dapat menjadi korban.

Secara umum, sarana dan prasana transportasi publik yg ada ketika ini masih jauh dari harapan yg diamanatkan Undang-Undang.

Road Safety Association (RSA) Indonesia yg terus mendahulukan Aturan (Rules) dalam mensosialisasikan berkendara dan berlalu lintas aman dan selamat, meminta Pemerintah bagi langsung merealisasikan amanat Undang-Undang No. 22 tahun 2009 terutama Pasal 138 dan Pasal 139 yg mengatur tentang kewajiban pemerintah bagi menyediakan angkutan umum massal yg aman, nyaman, selamat dan terjangkau.

RSA Indonesia melihat seandainya angkutan umum massal memenuhi aspek aman, nyaman, selamat, tepat waktu, terjangkau secara akses dan finansial, serta ramah lingkungan, rasanya penggunaan kendaraan bermotor pribadi seperti mobil penumpang dan sepeda motor mampu tereduksi secara alamiah.

Karena itu, memasuki 2016, RSA Indonesia menyerukan:

Pertama, para pihak terkait langsung merealisasikan amanat Undang-Undang No. 22 tahun 2009 yg mengatur kewajiban pemerintah dalam menyediakan angkutan umum yg aman, nyaman, selamat dan terjangkau sebelum triwulan 2016.

Kedua, para pemangku kepentingan bersinergi dan berkoordinasi dengan maksimal serta menghapus ego sektoral.

Ketiga, penegak hukum agar melakukan penegakan hukum yg tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tak pandang bulu.

====
Ivan Virnanda, Ketua Umum Road Safety Association (RSA)

(ddn/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Tahun 2015, Tahun Kelabu Transportasi Publik Di Indonesia

Sabtu 14 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku Agen Tunggal Pemegang Pemegang Merek (ATPM) Toyota di Indonesia akhirnya mau buka-bukaan soal model terbarunya, Kijang…

Kamis 24 Maret 2016 | Berita Otomotif

Detroit – Orang Amerika terkenal suka dengan mobil-mobil bermesin besar yg haus BBM. Di masa lalu, pabrikan mobil aktif menyediakan mobil tipikal seperti ini meskipun…

Selasa 19 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Produsen mobil India, Tata Motors makin berasa internasional. Perusahaan mengumumkan penunjukan mantan eksekutif Airbus, Guenter Butschek sebagai Chief Executive Officer & Managing Director Tata Motors.…