Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Status Euro II Batasi Ekspor Mobil Dari Indonesia

Kamis, Maret 31st 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Indonesia boleh saja unggul penjualan mobil sebab sejak 2014 statusnya yaitu pasar terbesar se-Asia Tenggara (ASEAN), namun sebagian besar mobil-mobil yg laku di dalam negeri menyesuaikan standar emisi yg berlaku, yakni setara Euro II.

Kondisi itu dianggap tertinggal oleh asosiasi perusahaan industri otomotif Indonesia, Gaikindo. Pasalnya negara yang lain di ASEAN, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina telah menganut standar Euro IV. Artinya, mobil yg beredar di negara tetangga lebih ramah lingkungan dan berteknologi tinggi.

“Saat ini, Indonesia, kalau kalian bicara soal teknologi otomotif sedikit tertinggal secara emisi gas buang,” kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Bicara emisi gas buang berarti membahas soal kebersihan lingkungan. Para manufaktur dunia mengeluarkan banyak usaha dan biaya pengembangan untuk mewujudkan level Euro yg secara sistematis selalu beranjak makin ketat. Bila emisi gas buang kendaraan semakin dibatasi, berarti teknologi yg harus digunakan semakin canggih.

dosomething Asap yg mengandung banyak gas buang berbahaya dari kendaraan bermotor.

Ekspor

Di Indonesia, keadaan timpang status batas emisi jadi penghambat kemajuan otomotif. Tahun dulu Indonesia memproduksi 1,2 juta unit mobil, sekitar 200.000 unit dari itu bagi ekspor.

Gaikindo berpendapat pasar ekspor sulit dikembangkan sebab mobil-mobil yg diproduksi di Tanah Air level euro II. Pasar untuk mobil-mobil itu terbatas, negara terdekat yg masuk bidikan ekspor menginginkan setidaknya sesuai Euro IV.

“Kita ekspor harus Euro IV sedangkan domestik Euro II, itu juga berat bagi kalian karena harus maintain beberapa produk.” Jelas Nangoi.

Anggota Gaikindo adalah perusahaan yg ditunjuk oleh prinsipal otomotif yang berasal berbagai negara. Nangoi menyampaikan para prinsipal itu telah bermain ke Euro IV, meskipun begitu operasional di Indonesia tentu harus mengikuti aturan yg berlaku.

“Kalau ditanya Gaikindo bagaimana kita maunya memproduksi kendaraan yg bersih lingkungan dan hemat bahan bakar. Sehingga sebagai timbal baliknya kita dapat memberikan kendaraan yg bagus buat lingkungan Indonesia,” kata Nangoi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Status Euro II Batasi Ekspor Mobil Dari Indonesia

Selasa 8 Desember 2015 | Berita Otomotif

Beberapa hari belakangan Indonesia digemparkan oleh pemberitaan yg menyampaikan bahwa pihak kepolisian bakal memberlakukan aturan modifikasi motor didenda maksimal Rp 24 juta. Mendengar hal itu,…

Rabu 17 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Memahami seluk beluk mobil tak mudah, apalagi bila tak ada yg membantu. Menurut Shintarani, pemilik Grand New Veloz 2015 sekaligus ibu beberapa…

Minggu 3 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Sebelum 2015 distribusi mobil Toyota dikerjakan dari Toyota Astra Motor (TAM) ke diler penting seperti Auto2000 kemudian dari main dealer ke cabang. Kini, segala proses…