Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Solusi Ala Gaikindo Pada Kebijakan Impor Truk Bekas

Selasa, Maret 29th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Keran impor truk bekas yg dibuka lagi oleh pemerintah dianggap merugikan industri dalam negeri oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Asosiasi pelaku industri otomotif Tanah Air itu tegas meminta kebijakan harus dihentikan, namun bila tak bisa, ada hal yang lain yg disarankan.

Menurut Ketua Umum baru Gaikindo, Johannes Nangoi, kebijakan pemerintah soal impor truk bekas yg tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 127 tahun 2015 kontradiktif dengan pandangan Gaikindo soal kemajuan industri otomotif dalam negeri. Ia menganggap kinerja pemain lokal telah mampu menutupi permintaan truk di Indonesia, lantas bagi apa lagi impor?

“Saya percaya truk di Indonesia tak ada masalah. Apalagi pasarnya turun dalam dua tahun ke belakang. Pada 2014 ke 2015 turun 30 persen. Tahun ini juga turun. Kenapa kami mesti buka keran impor truk bekas? Ini kontradiktif. Kenapa kenapa kontradiktif? Karena, satu, produksi domestik mulai terganggu, kedua, truk impor juga belum jelas,” ucap Nangoi ketika bertemu dengan wartawan di Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Nangoi mempertanyakan soal spesifikasi truk bekas yg diimpor, misalnya dari status penggunaan bahan bakar yg belum tentu sesuai dengan Euro II. Selain itu siapa pihak penanggungjawab atas keberlangsungan produk impor juga belum jelas.

“Siapa yg tanggung jawab? Bila yg diimpor merek Mitsubishi apakah Mitsubishi (di Indonesia) harus bertanggung jawab atas barang bekas itu padahal yg impor orang lain? Ujar Nangoi.

Saran

Nangoi menyampaikan Gaikindo meminta kepada pemerintah membatalkan aturan impor truk bekas. “Seandainya sampai tak mampu dibatalkan, kita menyarankan yg melakukan importasi adalah yg milik merek. Contohnya, kalau mau impor truk bekas Mitsubishi maka yg boleh impor adalah perusahaan Mitsubishi di Indonesia,” papar Nangoi.

Menurutnya dengan cara itu ada pihak resmi yg menjamin selama produk digunakan konsumen.

“Kalau dapat peraturan ini jangan dijalankan. Kalau dijalankan mulai merugikan industri dalam negeri. Nanti dilihatnya Indonesia tak usah lagi memproduksi truk karena barang bekasnya telah dapat masuk,” ucap Nangoi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Solusi Ala Gaikindo Pada Kebijakan Impor Truk Bekas

Senin 21 Desember 2015 | Berita Otomotif

Tangerang, KompasOtomotif – Selain menaikkan tingkat kepuasan calon dan pengguna mobil Nissan, kompetisi sales and aftersales yg diselenggarakan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) juga berdampak…

Sabtu 20 Februari 2016 | Berita Otomotif

Manila, KompasOtomotif – Filipina kemungkinan besar bakal jadi negara pertama yg menjual generasi kesepuluh Honda Civic di ASEAN, sebab pintu pemesanan unit telah dibuka. Sedikit…

Rabu 28 Oktober 2015 | Berita Otomotif

New Delhi, KompasOtomotif — Sudah mendominasi di India, akhirnya Suzuki kembali menjadikan negeri sari menjadi basis produksi model terbarunya, Baleno hatchback. Nantinya, hasil produksi Baleno ini bakal…