Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Skuter Listrik Garansindo Tantangan Terbesar Buat ITS

Kamis, April 7th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Proyek skuter listrik Garansindo Inter Global yaitu tantangan terbesar bagi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS, Selasa (5/4/2016), mengatakan, selama ini riset dan pengembangan yg sudah dikerjakan yakni bagian dari kendaraan, bukan produk kendaraan yg bersiap dijual ke pasar.

“Sebesar ini belum, ini tantangan untuk kalian buat melihat apakah mampu ITS melakukannya sebagai salah sesuatu kontribusi untuk Indonesia. Kami “dipaksa” melihat bagaimana riset dikerjakan hingga produk jadi nantinya,” ujar Nur.

ITS bertugas merancang sistem gerak skuter listrik Garansindo sampai bersiap diuji tipe kendaraan. Kini pengembangan dari prototipe yg pernah hadir di Indonesia International Motor Show 2015 sudah rampung dan telah diserahkan ke  Garansindo awal April dahulu buat ditinjau ulang.

Prototipe kedua itu telah memiliki bodi yg didesain seperti Skutik-Skutik di Indonesia. Bentuk bodi sengaja dibuat seperti Skutik agar dapat mendekati masyarakat sekaligus memudahkan transisi dari sepeda motor konvensional ke bertenaga listrik. Meski begitu Nur menjelaskan final desain ada di tangan Garansindo.

Sistem gerak roda prototipe kedua bersumber dari baterai lithium-ion berkapasitas 7 kWh yg sanggup digunakan hingga 100 km. Tenaga listrik itu disalurkan ke roda belakang via sabuk (belt).

Baterai yg terletak di bawah jok itu memerlukan pengisian ulang selama 3 – 4 jam memakai sumber listrik rumahan (tegangan 220 V dan arus 5 A). Namun nantinya pengguna skuter listrik dapat menyewa baterai yang lain sebagai pengganti. Baterai pengganti dapat didapatkan di lokasi yg sudah bekerja sama dengan Garansindo.

Penempatan baterai itu juga jadi tantangan tersendiri. Kata Nur, bila menggarap mobil ITS tak perlu pusing karena tempatnya luas sedangkan pada motor sangat terbatas.

Nur menjelaskan, prototipe kedua itu baru diuji ringan belum komprehensif jadi belum bersiap homologasi.

“Bentuk dan komponennya telah selesai. Mungkin detail-detail kecil ada yg mesti disempurnakan. Mereka (Garansindo) mulai melihat lebih detail, karena mereka kan yg milik sense untuk pasar. Nanti mulai kita revisi, sekarang kita menunggu tanggapan,” jelas Nur.

Pada akhir tahun ini gambaran lengkap tentang performa rencananya telah mampu didapatkan. Lantas langkah selanjutnya mengajak partner  lokal sebagai tahapan menatap produksi massal.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Skuter Listrik Garansindo Tantangan Terbesar Buat ITS

Minggu 17 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — Berjajar dengan sepeda motor merek Jepang, seperti Yamaha, Honda, dan Kawasaki, tak membuat Royal Enfield gentar. Merek yang berasal Inggris yg telah diakuisisi perusahaan…

Jumat 1 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompoasOtomotif – Industri otomotif yaitu salah sesuatu sektor yg berkembang pesat di Indonesia. Pihak lembaga konsultan Ipsos Consulting memprediksi kalau Indonesia milik potensi besar…

Jumat 20 November 2015 | Berita Otomotif

Madrid, KompasOtomotif – Juara Dunia MotoGP 2015 Jorge Lorenzo harus membatalkan keikutsertaannya di ajang Race of Champions (RoC) yg mulai diselenggarakan di London, Sabtu (21/11/2015).…