Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Skandal Data Tes BBM Mitsubishi, Apa Efeknya Di Indonesia?

Sabtu, April 30th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif — Belakangan, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) disibukkan dengan masalah manipulasi klaim bahan bakar terhadap 625.000-an kei car, termasuk yg ikut dijual Nissan di Jepang. Atas perkara ini, investigasi mulai dikerjakan lebih mendetail, termasuk pada model-model yang lain yg dijual di segala dunia.

Pernyataan ini sebenarnya telah ada di rilis resmi MMC buat media pada 20 April 2016 lalu. Namun, bagi menghindari kesimpangsiuran pemberitaan, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai pemegang merek Mitsubishi di Indonesia kembali menegaskannya melalui media gathering khusus.

Menurut Hisashi Ishimaki, Presiden Direktur KTB, di Jakarta, Jumat (29/4/2016), mengutip penjelasan eksekutif MMC ketika konferensi pers di Jepang, seluruh model mulai ikut diinvestigasi, termasuk model-model yg dipasarkan di Indonesia.

“Komite investigasi telah dibentuk, dan penyelidikan telah dimulai. Kami belum tahu hasilnya, jadi kita belum mampu memprediksi efeknya bagi pasar Indonesia,” ucap Ishimaki di depan wartawan.

Dirinya menyampaikan bahwa investigasi dikerjakan di Jepang. Efek negatif bagi pasar Indonesia juga diperkirakan tak terjadi, mengingat regulasi di Indonesia tak mewajibkan merek buat mendaftarkan klaim konsumsi bahan bakar, kecuali LCGC.

“Kami tak milik LCGC, dan model yg kita jual di sini ada yg CBU, dan ada juga yg rakitan lokal. Kami tak pernah mengiklankan konsumsi pada brosur tentang klaim konsumsi BBM,” ucap Ishimaki.

Dari pernyataan itu, KTB secara tidak segera sama sekali tak mengkhawatirkan efek yg terjadi, andai ada model yg dijual di Indonesia—setelah diinvestigasi—masuk dalam mobil-mobil yg tidak sesuai dengan klaim awal konsumsi BBM.

Transparan
Dalam kesempatan ini, KTB juga berjanji mulai transparan dan tak menutup keterangan apa pun terkait permasalahan ini. Ishimaki mengatakan, begitu ada hasil resmi penyelidikan dari Jepang, atau perkembangan terkait persoalan ini kemudian diumumkan, pihaknya bersiap meneruskannya ke konsumen.

“Khawatir atau tak dengan pasar Indonesia, kondisinya mulai sama saja. Kami telah di sini selama 46 tahun, dan kita mulai transparan dan jujur terhadap isu apa pun. Kalau ada info konkret, kita mulai umumkan. Kalau memang ada salah, kalian mulai akui kesalahan itu dan meminta maaf,” ucap Ishimaki.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Skandal Data Tes BBM Mitsubishi, Apa Efeknya Di Indonesia?

Jumat 12 Februari 2016 | Berita Otomotif

Palembang -Mencoba meningkatkan pelayanan purna jual dan konsumen, pabrikan otomotif yang berasal Jepang Mitsubishi, memastikan mulai selalu tidak mengurangi investasi. Pabrikan itu mulai lebih banyak mendirikan…

Rabu 18 November 2015 | Berita Otomotif

Di ajang EICMA 2015 yg dihelat di Milan, Italia, Suzuki sudah memperlihatkan sebuah prototipe atau konsep bagi motor terbarunya dengan nama GSX-R1000. Sayangnya tak banyak…

Jumat 8 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Korea Free Trade Area (AK-FTA) bakal melicinkan bisnis merek asli Korea Selatan di Indonesia. Mulai 2016 pajak bea masuk…