ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

SIM C Dibedakan, Pengguna Moge Minta Perlakuan Berbeda

Senin, Januari 11th 2016.

Jakarta -Mulai Mei 2016, bakal ada peraturan baru yg mengklasifikasikan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pemotor (SIM C). Ketika peraturan ini diberlakukan, pengguna motor gede (moge) pun minta perlakuan berbeda karena telah memiliki SIM yg berbeda juga.

Untuk diketahui,  SIM C itu mulai dibagi tiga, sesuai dengan kapasitas mesin sepeda motor. Tiga golongan SIM itu adalah, SIM C bagi sepeda motor berkapasitas mesin kurang dari 250cc, SIM C1 buat sepeda motor 250-500cc dan SIM C2 buat sepeda motor bermesin 500cc ke atas.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Motor Besar Club (MBC) Indonesia Irianto Ibrahim mengatakan, pada prinsipnya pengguna moge mendukung keputusan pembedaan SIM C ini.

“Hanya begini, dengan adanya tiga level ini, artinya kalian sebagai pengguna motor besar dikasih kemudahan juga dong, harus ada keistimewaan juga. Jangan cuma SIM aja,” kata Irianto kepada detikOto melalui sambungan telepon, Senin (11/1/2016).

Misalnya, lanjur Irianto, di Jalan MH. Thamrin, Jakarta, sepeda motor dilarang melintas. Namun, bagi motor besar diberi perlakuan khusus merupakan boleh melintasi Jalan MH. Thamrin.

“Itu satu. Kedua, kalau memang udah diberlakukan, ya ayo silakan. Tapi motor-motor besar boleh lewat tol dong. Sekarang udah jelas, kalian bayarnya beda, SIM-nya juga beda. Nah itu harapan saya. Ayo pemerintah juga harus mendengar aspirasi kami, terutama pengguna motor-motor besar,” ujar Irianto.

Dia melanjutkan, di Bali dan Suramadu contohnya, motor dibolehkan masuk tol. Irianto juga meminta agar pemerintah membolehkan motor besar masuk tol mengingat SIM-nya juga telah dibedakan.

“Enggak apa-apa (kalau diberi jalur khusus sepeda motor di tol seperti di Bali dan Suramadu). Kalaupun kita diberi kanal juga di jalan tol Jagorawi, Cikampek misalnya, ya enggak apa-apa Tapi gini, pengalaman kalian di dua negara, di Eropa, tak ada persoalan kok dicampuradukkan. Kenapa? Karena yg namanya motor besar itu kan skillnya telah beda semua. Contohnya di MBC Indonesia, kami per 3 bulan itu safety riding bagaimana memakai motor besar. Jadi tak diragukan. Saya berani jamin. Artinya anggota kami, pasti udah sekolah safety riding sebelum mendapat KTA (Kartu Tanda Anggota),” ucap Irianto.

Kalau pemerintah setuju dengan usulan pengguna moge ini, lanjutnya, pengguna moge meminta diutamakan. Sebab, kata dia, secara pajak dan SIM-nya juga berbeda.

“Diutamakan karena kan jelas bayar pajak beda, SIM-nya aja beda. Kita diujinya pun dengan motor besar dong. Artinya jelas, kemampuan, skill apa semua pasti berbeda. Nah, kalau kemarin kan sama, SIM C semua. Walaupun secara skill pasti berbeda,” katanya. (rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article SIM C Dibedakan, Pengguna Moge Minta Perlakuan Berbeda

Kamis 24 Maret 2016 | Berita Otomotif

Bangkok, KompasOtomotif – Ajang Bangkok International Motor Show (BIMS) ke-37 masih berlangsung ketika ini di Impact Muang Thong Thani, sampai 3 April 2016 mendatang. Para…

Kamis 14 Januari 2016 | Berita Otomotif

Purwakarta, KompasOtomotif – Stigma masyarakat suku cadang Nissan sulit dicari diakui jadi salah sesuatu kendala besar untuk Nissan Motor Indonesia (NMI). Bergerak melawan citra negatif…

Senin 22 Februari 2016 | Berita Otomotif

Pekanbaru -Komunitas Nissan Livina Club (NLC) wilayah Riau memberikan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Siak Hulu dan Buluh Cina, Kabupaten Kampar, Riau. Bantuan yg diberikan…