ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Setengah Jam, Pebalap Liar Bisa Raup Rp 50 Juta

Rabu, Januari 13th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Pamor, gengsi, dan besar nyali, menjadi modal penting para pebalap liar saat beraksi. Mereka sama sekali acuh terhadap bahaya, memacu sepeda motor pada kecepatan maksimal, tanpa perlengkapan keselamatan apapun.

Kerap disaksikan aksi mereka terkadang hanya mengenakan kaos, celana pendek, dan sendal jepit. Padahal, pebalap sekelas Valentino Rossi saja harus “full gear” saat balapan, sehingga memang aksi balap liar membahayakan jiwa.

Lantas, mengapa “penyakit masyarakat” ini selalu saja muncul dari waktu-ke-waktu, meskipun telah berganti generasi ?

Alasan penting tak setujunya para pebalap liar ditertibkan adalah persoalan penghasilan. Sebab, telah menjadi “rahasia umum” kalau praktik balapan liar yaitu ajang taruhan atau ladang berjudi.

Arif Setiawan, salah seorang pebalap liar di Jakarta, mengaku dalam melakukan aksinya di jalan, ia mampu meraup uang akan dari Rp 10 juta-Rp 50 juta, selama balapan 20-30 menit.

“Saya juga jujur saja perjudian disetiap balap liar terus ada. Ini telah bukan rahasia lagi, sekali menang mampu puluhan juta rupiah. Itupun dalam waktu yg cukup singkat,” kata Arif dihadapan para polisi dan perwakilan daerah DKI Jakarta, di Aula TMC Polda Metro Jaya, Selasa (12/1/2016).

Menanggapi pernyataan tersebut, Sumantri dari Biro Organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) DKI Jakarta, mengatakan, praktik judi yaitu tindak pelanggaran hukum dan norma agama. Tapi, seandainya dibandingkan dengan pebalap profesional, jumlah yg diperoleh pebalap liar nilanya belum seberapa.

“Maksudnya, seandainya pebalap liat itu menolak ditertibkan itu salah, karena seandainya dia berprestasi maka mulai banyak sponsor yg mulai memakai kemampuannya. Anda tahu pebalap nasional sekali tanda tangan kontrak berapa nilainya? Mencapai Rp 1,5 miliar. Anda tak mau seperti itu,” kata Sumantri.

Sumantri melanjutkan, dengan penertiban dan penyediaan lahan resmi buat balap, maka kesempatan bibit-bibit pebalap muda jadi makin terbuka. Siapapun pebalap liar yg berprestasi milik kesempatan bagi sukses.

“Sponsor-sponsor mulai berdatangan. Anda tak mau mendapatkan gaji perbulan dan fasilitas-fasilitas menarik lainnya. Daripada kejar-kejaran dengan petugas, maka kalian siapkan tempatnya,” ujar Sumantri.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Setengah Jam, Pebalap Liar Bisa Raup Rp 50 Juta

Kamis 14 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Brand sepeda motor Royal Enfield resmi membuka gerai ekslusif pertamanya di Indonesia yg terletak di kawasan Jakarta Selatan. Setelah mengumumkan peluncuran brand tersebut…

Jumat 18 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Penegasan Ditlantas Polda Metro Jaya soal pelanggaran memodifikasi kendaraan kembali bisa respons dari pemain industri modifikasi nasional. Andre Mulyadi dari rumah modifikasi…

Jumat 12 Februari 2016 | Berita Otomotif

Palembang – Distributor resmi kendaraan Mitsubishi di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), tidak mengurangi sesuatu lagi diler resmi kendaraan penumpang di Kota…