Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Serba-serbi Over Kredit Mobil

Sabtu, Januari 23rd 2016.

Jakarta -Mobil yaitu benda bergerak yg bisa dialihkan kepemilikannya, dengan cara take over atau pengalihan kredit.

Take over biasanya didasari perjanjian antara kedua belah pihak. Dalam hal ini pihak pertama menyerahkan mobil kepada pihak kedua dan pihak kedua menyanggupi buat melanjutkan angsuran kredit mobil yg dikerjakan pihak pertama.

Tapi pada kenyataannya, banyak masyarakat yg melakukan take over di bawah tangan kepada phak ketiga, yakni tanpa sepengetahuan bank/leasing sebagai pihak pertama yg melakukan perjanjian dengan pihak kedua (pemilik mobil).

Beberapa faktor atau penyebab yg membuat pemilik mobil melakukan take over di antaranya, karena kesulitan ekonomi sehingga tak mampu melanjutkan angsuran kredit. Di sisi lain, takut disita oleh pihak bank/leasing karena kredit macet, mencari keuntungan dan memanfaatkan atau mendapat fasilitas kredit mobil dari pihak lain.

Salah sesuatu anggota Reskrimum Polda Metro Jaya mengimbau, take over mobil sebaiknya dikerjakan sesuai dengan prosedur dan aturan yg berlaku, agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Agar mencegah apabila pihak ketiga tak membayarkan angsuran, karena bank/leasing tetap mulai meminta pertanggungjawaban kepada pihak kedua (pemilik mobil) sesuai dengan kontrak/perjanjian.

Dijelaskan pula, bahwa take over mobil di bawah tangan oleh debitur yg belum melunasi utangnya yaitu suatu perbuatan melawan hukum (PMH), karena mobil tersebut yaitu barang/benda jaminan utang debitur kepada pihak bank/leasing. Bank/leasing bisa menuntut ganti rugi kepada debitur buat melunasi utangnya meski mobil tersebut telah berpindah tangan.

Take over mobil di bawah tangan, tak menghapuskan kewajiban debitur bagi melunasi utangnya kepada bank/leasing. Pasal 1365 BW menjelaskan, setiap perbuatan melanggar hukum, yg membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yg karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut.

Meskipun mobil tersebut telah berpindah tangan kepada pihak ketiga, debitur yg sudah melakukan perjanjian kepada leasing tetap bertanggung jawab dalam pelunasan hutang tersebut, karena over kredit tersebut dikerjakan di bawah tangan tanpa sepengetahuan pihak leasing/bank.

Berbeda halnya apabila over kredit tersebut dikerjakan secara sah atau dengan melakukan pembaharuan perjanjian kredit antara pihak leasing dengan pihak ketiga, maka yg berkewajiban membayarnya adalah debitur yg baru.

Anggota Reskrimum Polda Metro Jaya menjelaskan, take over mobil sebaiknya dikerjakan sesuai dengan prosedur dan berdasarkan aturan hukum yg berlaku. Ini bertujuan buat memberikan perlindungan hukum kepada para pihak yg terlibat.

Jika memang take over tersebut harus dilakukan, lakukan dengan lebih waspada. Kenali dengan jelas dan pasti pihak ketiga yg ingin mentake over mobil Anda, seperti identitas diri yg jelas termasuk alamat tempat tinggalnya, agar gampang dilacak apabila pihak ketiga tak melaksanakan kewajibannya. Pengalihan over kredit juga harus disertai perjanjian tertulis bagi para pihak yg terlibat. (ddn/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Serba-serbi Over Kredit Mobil

Jumat 4 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Komunitas pecinta Chevrolet Spin yakni Chevy Spin Indonesia (CSI) Wilayah Bogor, 6 Februari 2016 dulu mengadakan ajang kumpul-kumpul, sekaligus silahturahmi antar anggota. Acara yg dikenal dengan…

Senin 30 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Kapasitas daya angkut adalah salah sesuatu alasan konsumen memilih membeli mobil macam SUV. Nah, untuk Anda yg kepincut BMW All-New X5 jangan…

Senin 28 Maret 2016 | Berita Otomotif

Tokyo -Mobil imut Suzuki Hustler mencetak poin sempurna (46 poin) pada pengetesan oleh Japan New Car Assessment Program (JNCAP). Hal ini membuat Hustler menjadi mobil kecil…