Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

“Separuh Napas” Suzuki Indonesia Di Segmen Komersial

Senin, Februari 8th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif — Seberapa pun besarnya keinginan Suzuki Indomobil Sales (SIS) menggeser citra merek ke mobil penumpang, tetap saja tak dapat dipungkiri, andalan penjualan ada di pundak segmen komersial.

Pada 2015, penjualan terbaik SIS ada pada pikap kecil Carry Futura, sebesar 48.733 unit. Angka itu jauh di atas model mobil penumpang paling laris, Ertiga, yg menduduki peringkat kedua penyumbang penjualan terbesar SIS sebanyak 30.963 unit.

suzuki Suzuki Mega Carry Xtra

Peran segmen komersial semakin utama karena posisi ketiga diisi oleh pikap APV sebesar 17.635 unit. Model low cost green car (LCGC) Karimun Wagon R mengisi tempat keempat dengan 11.526 unit.

Tahun ini, SIS merasa bisa merebut 12,5 persen pangsa pasar nasional yg diprediksi mencapai total 1,050 juta unit. Target besar pasar itu naik 0,6 persen dibanding hasil 2015 sebesar 11,9 persen (122.348 unit).

Backbone masih sama, ada Futura pikap dan APV pikap. Terus yg kedua Ertiga, ketiga LCGC, keempat CBU (completely built up),” ucap 4W Direktur Marketing SIS, Makmur, di Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Makmur menyebut, SIS telah menyiapkan tiga model baru mobil penumpang buat 2016. Ketiganya pengisi kelas mini SUV, medium SUV, dan hatchback. Tidak disebutkan bahwa ada model baru buat kendaraan komersial.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article “Separuh Napas” Suzuki Indonesia Di Segmen Komersial

Rabu 30 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Toyota Astra Motor (TAM) mulai mengikuti ajang Indonesia International Motor Show 2016 yg digelar 7-17 April di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Namun, di IIMS 2016, Toyota…

Rabu 16 Maret 2016 | Berita Otomotif

Michigan -Mobil yg baru dibeli dari diler, biasanya mengeluarkan aroma khas. Entah dari jok atau dashboard-nya. Apakah bau seperti itu berbahaya bagi kesehatan? Bau khas mobil…

Jumat 15 Januari 2016 | Berita Otomotif

Purwakarta, KompasOtomotif – Mesin pembakaran dalam yg butuh bahan bakar alam tak tergantikan cepat atau lambat bakal ditinggalkan karena kami tak dapat selalu ketergantungan. Banyak…