Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Sepanjang Tahun 2015, Pabrik Suzuki Serap 1.127 Tenaga Kerja Lulusan SMK

Rabu, Februari 24th 2016.

Singaraja -Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan Suzuki Indomobil Sales (SIS) sudah menjalin kerja sama dengan SMK di Indonesia yg masuk dalam sekolah binaan Suzuki. Nantinya, siswa di SMK binaan Suzuki berkesempatan buat berkarier di Suzuki.

Strategic Planning Corporate Public Relation SIS, Arviane Dahniarny Bahar mengatakan, sepanjang tahun 2015 pihaknya sudah merekrut 1.127 orang lulusan SMK. Lulusan SMK sebanyak itu bekerja di manufakturing Suzuki Indomobil Motor (SIM).

“Dari SIM sendiri tahun 2015, 1.127 lulusan SMK,” kata Anne di SMKN 3 Singaraja, Bali, Rabu (24/2/2016).

Menurutnya, perekrutan 1.127 lulusan SMK di pabrik Suzuki itu telah sesuai target. Kesemua lulusan SMK itu berasal dari SMK binaan Suzuki.

“Itu dari SMK yg kerja sama dengan pabrik Suzuki di Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Tengah,” sebut Anne.

4W Deputy Managing Director PT SIS, Davy J Tuilan mengatakan, lulusan SMK binaan Suzuki tidak cuma bekerja di pabrik Suzuki. Namun, diler Suzuki juga bersiap menyerap lulusan SMK binaan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Wilayah PT Sejahtera Indobali Trada sebagai distributor resmi mobil Suzuki, Fie An. Dia menyebut, banyak lulusan SMK di Bali yg sudah bekerja di diler Suzuki.

“Alumnus dari SMKN 3 salah satunya Kepala Bengkel Suzuki di Singaraja. Lalu ada kepala body repair, dan kepala sparepart. Memang mereka telah meneruskan pendidikan. Tapi mereka telah berkarier dari bawah, dari mekanik dan sebagainya. Dan sekarang lulusan SMK masih banyak level-level yang lain di bawahnya,” kata Fie An.

Perlunya menggaet lulusan SMK ini agar Indonesia bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yg akan berlaku. Jadi, masyarakat Indonesia harus bersiap bersaing dengan tenaga kerja yang lain dari Asia Tenggara.

Suzuki Indomobil Sales (SIS) percaya, kota di Indonesia yg berdampak paling besar dengan adanya MEA adalah Jakarta. Setelah Jakarta, Bali dipercaya berdampak besar terhadap persaingan tenaga kerja di ASEAN.

“Dampak terbesarnya petama di Jakarta. Menurut aku pribadi yg kedua di Bali. Bukan di Bandung atau Surabaya,” kata Davy J Tuilan.

Sebab, kata Davy, masyarakat dunia atau ASEAN banyak yg lebih mengenal Jakarta dan Bali. Apalagi, Bali juga menjadi destinasi wisata.

“Karena masyarakat dunia atau ASEAN, yg mereka tahu Indonesia hanya dua, Jakarta dan Bali. Bahkan Bali lebih terkenal daripada Jakarta,” ujar Davy.

Untuk itu, calon tenaga kerja di Indonesia harus bersiap menghadapai MEA. Salah satunya adalah dengan mempersiapkan kemampuan tenaga kerja.

“Oleh karena itu SMK sebagai lembaga pendidikan yg spesifik sangat utama bagi menghadapi ‘serangan-serangan’ dengan memperdalam kemampuan menjadi teknisi spesialis di Indonesia, bersiap kerja dan bersaing dengan pekerja di luar Indonesia. Tanpa praktik, sulit mrenjadi profesional di bidang otomotif,” ujar Davy.

Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah
Foto: Rangga Rahadiansyah

(rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Sepanjang Tahun 2015, Pabrik Suzuki Serap 1.127 Tenaga Kerja Lulusan SMK

Kamis 31 Maret 2016 | Berita Otomotif

Pameran industri komponen otomotif INAPA (Indonesia International AutoParts, Accessoris and Equie Exhibition) 2016 diramaikan beragam produsen yang berasal China. Salah satunya merupakan Tianjin Tiantui Auto…

Rabu 20 April 2016 | Berita Otomotif

Jerez, KompasOtomotif – Banyak spekulasi yg muncul jauh sebelum Yamaha mengumumkan kepergian Lorenzo ke Ducati, (18/4/2016). Salah satunya, pebalap kedua bagi mengisi kursi lowong Yamaha…

Jumat 18 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) berhasil melewati masa-masa kritis yg memukul pasar sepeda motor nasional sepanjang tahun ini. Setelah mengoreksi target awal…