ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Sepanjang 2015, 26 Ribu Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan Di Jalan

Jumat, April 8th 2016.

Jakarta -Kecelakaan dulu lintas masih menjadi momok di Indonesia. Meski sedikit menurun, angka kematian dulu lintas masih tergolong tinggi pada 2015 lalu.

Kakorlantas Polri, Irjen. Pol. Condro Kirono mengatakan, hampir 27 ribu orang meninggal dunia akibat kecelakaan dulu lintas sepanjang 2015. Angka itu sedikit menurun dibanding tahun 2014.

“Ada 26 ribu mendekati 27 ribu korban meninggal dunia. Memang lebih kecil dibanding tahun sebelumnya yg sebesar 28 ribu. Tapi itu kan masih tinggi,” kata Condro kepada detikOto di arena IIMS 2016 di Jakarta.

Menurut Condro, dari hampir 27 ribu nyawa yg melayang akibat kecelakaan dulu lintas, mayoritas korbannya adalah pengendara sepeda motor. Sebab, jumlah sepeda motor masih lebih banyak.

“Lebih banyak roda dua. Dia kan lebih banyak jumlah kendaraannya. Terus kemudian dari sisi keseimbangan, kemudian proteksi kendaraan. Kalau dari usia adalah usia-usia produktif yg paling besar,” sebut Condro.

Berbagai pihak selalu dilibatkan bagi menekan angka kematian di jalan raya. Sejak 2013 lalu, pemerintah yg mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) No. 4 tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan bertekad bagi menekan angka kecelakaan.

“Semua sinergitas antara Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional), PU (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), Menteri Perhubungan, Polri, Menteri Kesehatan buat menangani pasca kecelakaan, itu didorong,” ujar Condro.

Berbagai pihak mulai selalu berupaya menekan angka kecelakaan dulu lintas. Salah sesuatu kunci yg mampu menekan angka kecelakaan dahulu lintas, menurut Condro adalah memperbanyak sekolah mengemudi yg memiliki standard.

“Kita mendorong. Sekarang kalian membuat NSPK, norma standard prosedur sekolah mengemudi. Kalau telah MEA (masyarakat ekonomi ASEAN), mungkin banyak orang luar yg banyak di sini, itu kan menjadi pesaing buat pengemudi angkutan-angkutan umum kita. Sehingga pengemudi angkuatan umum ini juga harus memiliki standar,” kata Condro. (rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Sepanjang 2015, 26 Ribu Nyawa Melayang Akibat Kecelakaan Di Jalan

Sabtu 7 November 2015 | Berita Otomotif

Valencia, KompasOtomotif –  Harus memulai balap dari posisi paling buncit, untuk pebalap manapun mampu dibilang sangat sulit bagi dilakukan. Tapi, bukan Valentino Rossi namanya seandainya…

Rabu 27 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Sulit bersaing dan menjaga keuntungan perusahaan yg berkesinambungan menjadi alasan mengapa Ford menetapkan mengakhiri “karirnya” di Indonesia. Tapi, bicara potensi otomotif nasional,…

Sabtu 6 Februari 2016 | Berita Otomotif

Banten, KompasOtomotif – Sebelum beberapa pebalap Repsol Honda, Marc Marquez dan Dani Pedrosa, tiba ke Indonesia pada 14 Januari, pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, mampir duluan…