Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Sensasi Innova Diesel Di Tanjakan Kintamani

Selasa, Januari 5th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Tambahan bobot sekitar 200-an kilogram (210 – 290 kg, tergantung tipe) pada generasi baru Kijang Innova dari model sebelumnya sontak mengubah sensasi mengendarainya.

Meski telah mendapat “diet” khusus pada dua bagian,terutama sasis, tambahan bobot penting berasal dari ukuran bodi yg membengkak. Namun, MPV medium berkapasitas hingga delapan penumpang ini masih nikmat dikendarai.

Saat test drive yg digelar Toyota Astra Motor (TAM) pada 3 – 5 Desember 2015 di Bali, KompasOtomotif mampu merasakan perubahannya di balik kemudi. Dua fitur baru mode berkendara, yakni ECO dan Power, jadi solusi terbaik mengatasi seluruh kekurangannya.

Febri Ardani/KompasOtomotif Interior Toyota All-New Kijang Innova tipe tertinggi, Q M/T diesel.

Kemudi berat

Sesi uji berkendara singkat sempat diberikan TAM di hari peluncuran pada 23 November 2015. Saat itu,  KompasOtomotif menjajal varian Q tipe mesin diesel 2GD-FTV 2.4L dengan transmisi manual 5-percepatan. Impresi awal yg didapat lingkar kemudi semakin tebal dan terasa lebih berisi ketika digerakan kanan-kiri.

Asumsi ketika itu setir memberat karena permukaan jalan di Hotel Fairmont, Jakarta, berupa conblock. Pijakan ban mampu bergoyang hingga mengaburkan rasa asli. Namun saat varian sama dicoba di jalan aspal di Bali, sensasi kemudi memang benar terasa memberat.  

Febri Ardani/KompasOtomotif Test drive All-New Innova test drive di Bali, Kamis (3/12/2015).

Iwan Abdurahman dari Technical Service Division TAM menyampaikan gerakan setir relatif berbeda karena Q adalah varian paling berat All-New Innova. Selain itu varian Q juga memakai pelek baru 17 inci (ban 215/55) yg lebih besar dari generasi sebelumnya dan tipe yang lain All-New Innova.

Tambahan penjelasan tiba dari salah sesuatu insinyur yg juga General Manager Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yg ikut mengembangkan All-New Innova, Indra Setiawan. Indra menyampaikan setir dapat terasa memberat karena terdapat perubahan pada komponen mekanis rack & pinion.

KompasOtomotif Transmisi otomatis Innova terbaru dengan tipe 6 percepatan

Otomatis lebih baik

Rute yg dipilih TAM selama tiga hari menguji All-New Innova di Bali beragam, didominasi lintasan naik-turun pegunungan di Kintamani hingga memasuki kawasan dulu lintas padat. Menurut KompasOtomotif varian Q dengan mesin diesel plus transmisi otomatis 6-percepatan adalah pilihan terbaik karena kemampuannya relatif lebih bagus dibanding manual.

Meski tenaganya serupa, 149 tk, torsi tipe otomatis lebih besar 18 Nm dibanding manual yakni 360 Nm. Catatannya, tipe otomatis lebih berat 10 kg dibanding manual.

Konsep pengembangan All-New Innova menjadi model grand tourer terasa pas pada varian Q diesel otomatis. Kombinasi tenaga dan torsi memudahkan pergerakan bodi saat menanjak dan melintasi berbagai kontur jalan. Lagipula pengemudi mendapat keuntungan dasar karena tak perlu repot menginjak kopling sambil memindahkan gigi.

Febri Ardani/KompasOtomotif Fitur baru Eco Mode dan Power Mode pada All-New Innova.

ECO dan Power

Total ada tiga mode berkendara Innova baru, merupakan Normal, Eco, dan Power. Penjelasan singkat bagi fitur ECO yakni bagi irit sedangkan Power membuatnya semakin boros. Bila tombol ECO aktif, respons mesin atas pijakan pedal gas berkurang. Artinya performa mobil dibatasi buat menghemat bahan bakar, konsekuensinya gerakan laju tak mampu agresif.

Power kebalikan ECO. Ketika digunakan, respons mesin terhadap injakan pedal gas ditambah. Bahan bakar lebih cepat mengucur hingga mobil terasa lebih responsif.

Saat masing-masing fitur itu digunakan pada tipe Q diesel otomatis, sistem komputer transmisi juga bekerja mengalkulasi waktu yg tepat penggantian gigi. Saat mengaplikasi moda ECO, transfer ke gigi atas semakin cepat pada putaran mesin bawah hingga penggantiannya terasa rapat, sedangkan pada Power mengejar putaran tinggi maka rentang penggantian gigi melebar.

Kedua fitur itu tak dapat berbicara banyak ketika menanjak panjang dengan kecepatan sedang (30 – 40 kpj). Pada ECO, kemampuan membawa bodi ke dataran tinggi mengendur karena penggantian gigi terlalu cepat sedangkan Power terlalu lama. Hal ini mampu sedikit menyulitkan saat ingin mendahului kendaraan lain.

Salah sesuatu solusinya menggeser tuas ke posisi “S” agar pilihan gigi mampu dipertahankan. Namun bila tak mau repot, mode yg paling cocok bagi keadaan seperti itu adalah Normal.

Toyota Astra Motor (TAM) “Bodi roll” Toyota All-New Kijang Innova terasa ketika diuji pada tanjakan di salah sesuatu daerah di Bali.

Kesimpulan

Tambahan berat lebh dari beberapa kuintal dibanding generasi sebelumnya jelas membawa perubahan besar bagi Innova. ECO dan Power adalah jawaban Toyota atas kritikan boros bahan bakar pada generasi sebelumnya. Kini, kedua fitur itu mampu menolong pengemudi menyesuaikan kinerja mobil sesuai keadaan jalan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Sensasi Innova Diesel Di Tanjakan Kintamani

Senin 7 Desember 2015 | Berita Otomotif

Bogor, KompasOtomotif – Pebalap asuhan Astra Honda Motor (AHM), Dimas Ekky dan Andi Gilang telah banyak mengukir prestasi gemilang di dunia balap sepeda motor internasional.…

Selasa 22 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Informasi terkait jadwal peluncuran Toyota All-New Fortuner yg pernah KompasOtomotif beritakan ternyata meleset sehari. Pada pemberitaan sebelumnya sumber dari Toyota Indonesia menyampaikan…

Rabu 24 Februari 2016 | Berita Otomotif

Singaraja -Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan Suzuki Indomobil Sales (SIS) sudah menjalin kerja sama dengan SMK di Indonesia yg masuk dalam sekolah binaan Suzuki. Nantinya, siswa…