Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Rumitnya Sistem ”Central Lock” Dan Kemungkinan Dibobol

Rabu, Februari 10th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Sadarkah anda, bahwa ketika ini tak banyak lagi orang yg memasukkan anak kunci ke pintu mobil, memutar, dahulu membuka pintu? Sudah ada radio transmitter kecil yg terpasang pada kunci mobil buat membuka pintu, dan menjadi peranti standar hampir seluruh mobil modern.

Saat Anda menekan tombol, transmitter kunci mulai menyalurkan sinyal ke penerima (receiver) di dalam mobil dengan frekuensi yg sama. Ini memicu komponen pada pintu buat membuka kunci. Tapi pertanyaan lainjutan muncul, mengapa kunci Anda tak mampu membuka kunci mobil yang lain yg serupa?

Rasanya jarang mendengar maling membuka pintu (dalam hal ini central lock) pakai kunci lain. Meski mungkin saja terjadi, namun teknologi jenis rolling code sampai data encryption pada sistem ini cukup bagi membuat maling sulit. Jika dipaksakan, maling harus menghadapi teknologi canggih.

Keyless entry system bekerja di atas frekuensi antara 300-400 MHz. Jika kunci dapat mengirim sinyal tunggal ini, seharusnya tiap mobil mampu dibuka dengan kunci Anda. Itulah mengapa, ada kode unik yg membuat tak segala mobil mampu dibuka pintunya dengan kunci yg frekuensinya sama.

Rolling Code
Di sinilah peran rolling code dimulai. Kode ini juga disebut hoping code. Saat Anda memencet tombol utuk mengunci atau membuka pintu, frekuensi tepat dari transmitter di kunci mulai berubah, dan receiver di dalam mobil cuma menangkap frekuensi itu.

Dengan kata lain, kode unik mulai selalu ”berputar” ketika digunakan. Chip kontrol di dalam mobil menerima sinyal dan dapat mengubah kode ketika tombol Lock dan Unlock dipencet.

Sebelum sistem rolling code ini dikembangkan, maling masih dapat memakai peranti elektronik yg disebut ”code grabbers” buat mencari kode unik dari kunci. Dengan rolling code, sinyal mulai berubah-ubah setiap saat, membuat code grabbers tidak lagi berguna.

Lebih sulitnya lagi, kode tersebut tersimpan di dalam mobil, bukan di kunci. Maling harus membobol mobil lalu bagi mengakses kode ini, yg tentunya harus brusaha masuk mobil terlebih dahulu.

Nomor yg dihasilkan dari rolling code sangat random. Secara teori, sebenarnya dapat saja hacker menebak kode apa yg mulai muncul selanjutnya. Karena itulah, kode yg tercipta dari rolling code sangat aneh, membuat kemungkinan ketemu angkanya sesuatu banding sesuatu miliar.

Kemungkinan
Kendati demikian, tetap saja, tak ada sistem keamanan mobil yg sempurna. Pada 2007, sekelompok peneliti menemukan kerentanan dalam algoritma yg digunakan oleh hampir setiap produsen mobil buat mengenkripsi kode keamanan mereka. Dengan kerentanan ini, mereka mereka bisa membuka setiap mobil yg dibuat oleh produsen dengan kunci mereka.

Lalu, apakah kini Anda harus khawatir kendaraan dibawa kabur maling dengan metode itu? Mungkin tidak, karena metode yg ditemukan sangat tinggi dan benar-benar rumit. Ini membuat maling mulai berpikir berkali-kali pakai metode pemecahan kode kunci, dan lebih baik memecahkan kaca bagi dapat masuk atau mencuri.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Rumitnya Sistem ”Central Lock” Dan Kemungkinan Dibobol

Kamis 3 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 127 tahun 2015 tentang  Ketentuan Impor Barang Modal dalam Keadaan Tidak Baru yg berlaku Januari 2016 memprebolehkan…

Selasa 3 November 2015 | Berita Otomotif

Atlanta -Musibah seolah tidak berhenti menimpa pabrikan mobil yang berasal Jerman. Kali ini Porsche kena gilirannya. Secara resmi Volkswagen mengumumkan bakal menarik 58.881 unit Porsche di…

Sabtu 19 Maret 2016 | Berita Otomotif

Doha, KompasOtomotif – Jorge Lorenzo berhasil menjadi pebalap tercepat ketika latihan bebas (free practice) pertama di GP Qatar, Sirkuit Losail, Kamis (17/3/2016). Tetapi, hasil berbeda…