ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Rasanya Naik “Moge” Honda CBR500R Di Ibu Kota

Minggu, April 3rd 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Astra Honda Motor (AHM) baru saja launching produk sepeda motor berkubikasi besar (moge), Honda CBR500R, akhir Februari 2016. Satu bulan berlalu, akhirnya KompasOtomotif berkesempatan bagi menjajal moge Honda ini di jalanan Ibu Kota.

Meski tak senyaman memakai tunggangan motor biasa (di bawah 250cc). Mengendarai sepeda moge “entry level” ini cukup mengasyikan. Buat sebagian biker, mampu dijadikan tren sendiri, mengendarai moge sebagai rutinitas harian. 

Sepintas memandang CBR500R, yg pertama kali terlintas di kepala merupakan bobotnya yg terkesan ringan, karena bodinya yg relatif slim. Namun ketika dinaiki dan dikeluarkan dari parkiran (tanpa mesin menyala), ternyata bobotnya cukup terasa berat. Dari data spesifikasi, CBR500R milik berat hampir 200 kg (192 kg).

Setyo Adi/Otomania Posisi berkendara Honda CBR 500 R

Posisi Berkendara

Memiliki tinggi tempat duduk 785mm, membuat kaki KompasOtomotif dengan tinggi 171cm hampir menapak ideal di aspal. Kesan duduk pertama kali, sebelum moge Honda ini dijalankan, cukup nyaman.

Untuk merasakan kesan berkendara lebih dalam, mulai lebih pas seandainya sembari diajak berjalan. Putar kunci kontak ke arah kanan, kemudian nyalakan mesin dengan tekan tombol starter elektrik. Suara mesin terdengar halus, lantas masuk ke gigi sesuatu dan CBR500R bersiap berpetualang.

Dalam keadaan berjalan, posisi pijakan kaki berada sedikit mundur kebelakang (ala racing), namun tak membuat kaki menekuk dalam, sehingga masih dalam posisi wajar. Sementara posisi badan tak terlalu menunduk. Ini berimbas pada lengan, yg cuma sedikit terbebani oleh berat tubuh, sehingga tak membuat tangan terlalu terasa pegal.

Kesan

Saat pertama kali mengendarai CBR500R, KompasOtomotif melakukan perjalanan dari Kantor Kompas Gramedia, di Jalan Palmerah Selatan, menuju Rawamangun, Jakarta Timur. Pada jalur yg dilewati tersebut, segera disambut dengan keadaan macet.

Macet di sepanjang jalan dukuh atas hingga Manggarai, kemudian juga di jalan setelah menuju perempatan Matraman.

Dalam situasi itu, produk moge Honda tersebut cukup bersahabat diajak bermanuver, milik kestabilan dan kontrol kemudi (handling) mumpuni. Namun, buat kebanyakan sepeda motor berkubikasi besar, panas mesin jadi salah sesuatu ketidaknyamanan ketika menghadapi jalan macet.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Rasanya Naik “Moge” Honda CBR500R Di Ibu Kota

Senin 14 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta – Mesin terbaik kini tidak cuma dianugerahkan bagi mesin bakar. Mobil yg ramah lingkungan seperti mobil berteknologi hybrid pun masuk daftar 10 mesin terbaik…

Minggu 28 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jenewa -Bulan Maret mendatang, Toyota mulai launching mobil MPV anyar yg dinamakan Proace Verso. Mobil ternyata diproduksi Toyota bekerja sama dengan produsen Eropa, PSA Peugeot Citroen…

Sabtu 16 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) kembali membuktikan ketangguhan All New Navara dengan menjelajah 50 gunung di Indonesia dalam 40 hari. Ajang ini…