Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Produsen Ban China Segera Gulirkan Ban Di Cikampek

Senin, Februari 29th 2016.

Jakarta -PT Eastern O’Green, yg yaitu perusahaan produsen ban hasil patungan antara investor Indonesia dan China, mulai langsung beroperasi setelah mendapat kemudahaan proses perizinan investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Saat beroperasi, perusahaan ini mulai memproduksi 20.000-30.000 ban dalam sehari.

“Pertengahan tahun, akhir semester I 2016 lah pabrik kami di Cikampek telah mampu berproduksi. Sekitar 20.000-30.000 ban dalam sehari,” ungkap Direktur Utama PT Vorich Welth Indo, Budi Purnomo, menyampaikan di sela acara BKPM Investor Forum Republik Rakyat China dan Hong Kong di Gedung BKPM, Jakarta, Senin (29/2/2016).

Eastern O’Green  adalah perusahaan hasil patungan PT Vorich, perusahaan yang berasal Indonesia dengan Shandong O’Green, sebuah perusahaan produsen ban yang berasal China.

Nilai investasi pembangunan pabrik ban ini ditaksir mencapai US$ 501 juta alias Rp 6,5 triliun (kurs Rp 13.000/US$).

“Pembangunan pabrik telah selesai. Tinggal menyelesaikan proses pemasukan mesin-mesin dan peralatan produksi saja. Kalau telah selesai langsung dapat berproduksi,” tutur dia.

Produk ban yg dihasilkan pabrik ini mulai diperuntukkan bagi kendaraan macam truk ringan dan bus.

“Produksi di Indonesia ini buat dipasarkan ke Australia, Italia, Spanyol, Asia Tenggara dan Amerika. Mostly (terbesar) ke Brazil,” pungkas dia.

Eastern O’Green sendiri yaitu perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yg mendapat fasilitas kemudahan impor barang modal dari BKPM. Kemudahan impor mesin atau barang modal buat investor sangat menolong percepatan realisasi investasi yg baru masuk ke Indonesia.

Barang impor investor yg baru masuk di Bea Cukai, mulai berubah status dari jalur merah jadi jalur hijau, sehingga proses keluar barang atau clearance dari pelabuhan berkurang dari 3-5 hari, menjadi cuma 30 menit.

Pihak BKPM mengungkapkan, untuk investor yg mendapatkan fasilitas ini maka proses keluar barang di pelabuhan cuma berupa pemeriksaan dokumen setelah penerbitan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB), tanpa perlu dikerjakan pemeriksaan fisik.

Untuk mendapatkan fasilitas kemudahan impor ini, investor cuma perlu mendapat rekomendasi dari BKPM yg ditujukan kepada Ditjen Bea Cukai, Kementerian Keuangan. (dna/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Produsen Ban China Segera Gulirkan Ban Di Cikampek

Selasa 24 November 2015 | Berita Otomotif

  Jakarta -All New Toyota Kijang Innova kini hadir makin mewah. Namun, Toyota menegaskan, segmen Kijang Innova tidak berubah. Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM),…

Kamis 17 Desember 2015 | Berita Otomotif

Meski pasar sepeda motor di Tanah Air masih belum pulih, namun PT Astra Honda Motor (AHM) masih tetap memuncaki pasar sepeda motor di segala segmen.…

Minggu 14 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Belum genap sesuatu bulan sejak peluncurannya di Indonesia, jumlah pemesanan sport utility vehicle (SUV) terbaru besutan Toyota, All New Fortuner, sudah tembus 3.500…