ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

Produksi Otomotif, Indonesia Akan Lebihi Thailand

Sabtu, April 2nd 2016.

Jakarta – Perusahaan konsultan bisnis global Ipsos Consulting memprediksi Indonesia mulai menjadi pemain penting bidang otomotif di ASEAN setelah produksinya mampu melebihi Thailand pada tahun 2020.

“Indonesia memiliki optimisme serta peluang yg cukup signifikan buat menjadi pemain penting dalam dunia industri otomotif di kawasan ASEAN,” kata Douglas Cassidy, Kepala Konsultan Ipsos Business Consulting Indonesia, baru-baru ini di Jakarta.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan ada dua langkah yg dikerjakan pemerintah yg juga mampu berpengaruh pada industri otomotif seperti perbaikan infrastruktur dan kebijakan selain potensi Indonesia dan kawasan ASEAN pada umumnya.

Akan tetapi, Cassidy mengingatkan pemain otomotif global juga tentunya mulai saling berlomba buat memperebutkan pangsa pasar di ASEAN dan tentunya mulai berusaha mempertahankan pasar mereka yg telah ada.

“Ini harus dipertimbangkan, pasalnya perusahaan yang lain tentunya mulai mempertimbangkan buat berekspansi ke Indonesia dan Asia secara umum,” jelasnya.

Hal senada juga diungkap oleh Markus Scherer, salah seorang konsultan Ipsos Business Consulting lainnya. Ia menyampaikan ada banyak bukti kuat yg memperlihatkan bahwa Indonesia perlahan bisa menggantikan Thailand sebagai pusat produksi otomotif penting di ASEAN yg memiliki implikasi besar buat produsen dan penyuplai suku cadang otomotif serta pemangku kebijakan di kedua negara.

“Buktinya jelas bahwa dalam hal tren output produksi kendaraan, perkembangan kebijakan, dan perbaikan infrastruktur, Indonesia mulai selalu meningkatkan kapasitas produksi, konsumsi domestik dan volume ekspor sekaligus sehingga produsen otomotif tentu mulai mempertimbangkan implikasi ini,” ujar Scherer.

Ipsos memperkirakan pada tahun 2020 penjualan kendaraan penumpang atau niaga mulai naik 6,8%. Penjualan model MPV mulai naik 7,7% dari 340 ribu di 2015 menjadi 492 ribu di 2020, dan LCGC diprediksi meningkat drastis dari 8,1% dari 165 ribu di tahun 2015 menjadi 244 ribu di 2020.

Model SUV, juga diperkirakan mulai mengalami peningkatan penjualan dari 135 ribu di 2015 menjadi 185 ribu di 2020 atau naik 6,5%.

Sementara itu, bagi popularitas sedan mulai selalu menurun 2% dari 18 ribu di 2015 menjadi 16 ribu pada 2020. Salah sesuatu penyebab menurunnya penjualan sedan lantaran adanya Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sedan yg tinggi sebanyak 30%, sedangkan PPnBM buat MPV 4×2 cuma 10% dan LCGC 0%. [tar/ikh]

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Mobil Terbaru

Related Article Produksi Otomotif, Indonesia Akan Lebihi Thailand

Jumat 18 Maret 2016 | Berita Otomotif

Padang Panjang -Di hari terakhir etape ketiga Datsun Risers Expedition Gelombang IV Sumatera, risers menggalang bantuan buat siswa SD. Kedatangan risers ke SDN 07 Ekor Lubuk,…

Minggu 13 Maret 2016 | Berita Otomotif

Geneva, KompasOtomotif – Masih ingat dengan konsep Nissan Sway di ajang Geneva Motor Show 2015? Kini, model yg digadangkan menjadi penerus March itu berhasil tepergok…

Minggu 3 Januari 2016 | Berita Otomotif

Munich, KompasOtomotif – Produsen aksesori dari Jerman, Wunderlich, mengembangkan peranti revolusioner yg membuat roda depan sepeda motor bergerak, atau dapat disebut 2-wheel drive (2WD). Peranti…