ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

Porsche Macan “Termurah” Gendong Mesin 2.0-Liter

Senin, Maret 14th 2016.

Stuttgart, KompasOtomotif – Porsche sudah menetapkan bagi menjual Macan entry level di pasar otomotif global. Berbeda dengan varian sebelumnya, Sport Utility Vehicle (SUV) versi “murah” itu dibanderol 48.550 dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 631 jutaan dan dibekali mesin lebih kecil, merupakan 2.0-liter.

Meski berstatus “termurah”, Porsche tetap menawarkan SUV andalannya itu dengan kualitas dan tenaga mumpuni. Mesin 2.0-liter, empat silinder itu bisa menghasilkan tenaga 252 tk pada 5.000-6.000 rpm.

Berkat mesin itu, gerak Macan ini bisa berlari dari 0-100 kpj dalam 6,6 detik dan memiliki kecepatan maksimum 229 kpj. Demikian dilansir laman Autoevolution, Senin (14/3/2016).

Bicara konsumsi bahan bakar minyak (BBM), produsen otomotif yang berasal Jerman itu mengklaim 7,2 hingga 7,4 liter/100 km atau dalam hitungan lain, 13,5-13,8 kpl. Hasil tersebut tergantung dari cara berkendara masing-masing orang dan keadaan jalan.

Nantinya, Macan “murah” ini akan dijual buat umum, Juni 2016. Pilihan tersebut melengkapi varian sebelumnya, yakni mesin bensin 3.000cc turbo, bertenaga 254 tk dan torsi 580 Nm, V6 3.600cc, turbo ganda, bertenaga 335 tk dan torsi 460 Nm, dan diesel, V6, 3.600cc.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Porsche Macan “Termurah” Gendong Mesin 2.0-Liter

Senin 11 April 2016 | Berita Otomotif

Austin, KompasOtomotif – Pebalap tim Ducati Andrea Dovizioso tampaknya belum bisa berkah naik podium di beberapa seri terakhir MotoGP 2016 di Argentina dan Amerika Serikat.…

Rabu 3 Februari 2016 | Berita Otomotif

Tidak ada yg menginginkan kecelakaan ketika berkendara di jalan, termasuk kebakaran mobil. Ya, salah sesuatu kecelakaan yg paling ditakutkan adalah terbakarnya kendaraan yg mampu membahayakan…

Senin 21 Maret 2016 | Berita Otomotif

Bandung –Mazda memang belum memiliki pabrik di Indonesia ketika ini. Tapi, Mazda Motor Indonesia (MMI) memastikan, belum memiliki pabrik bukan berarti gampang hengkang dari pasar Indonesia.…