Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Plus-Minus Kulit Sintetis Untuk Interior Mobil

Jumat, Februari 26th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Bahan pelapis sintetis yg dirancang sangat menyerupai kulit diprediksi bakal jadi tren modifikasi interior pada tahun ini. Pelapis macam ini dikenal dengan sebutan kulit sintetis atau artificial leather (kulit buatan), tetapi sebenarnya apa sih kelebihannya?

Sebelum bahas ke sana ada baiknya kami mengenal dahulu apa itu kulit sintetis. Toto Limarga, Sales & Marketing Manager Autoskin Indonesia, salah sesuatu pemain bisnis ini di dalam negeri, mengatakan, Kamis (25/2/2016), kulit sintetis dibuat atas kombinasi bahan sintetis dengan kulit asli yg dibuat seperti bubuk.

Kandungan kulit sintetis terdiri dari polyurethane, polyester, dan tentu saja bubuk kulit. Ketebalan kulit sintetis di antara 1,1 – 1,2 mm.

Autoskin Indonesia Contoh bahan kulit sintetis.

Awalnya kulit sintetis lebih banyak digunakan bagi interior rumah atau gedung. Teksturnya yg sangat mirip dengan kulit meningkatkan kenyamanan sofa sekaligus mengubah penampilan jadi lebih berkelas.

Toto menyampaikan kulit sintetis baru muncul di Indonesia sejak beberapa tahun lalu, namun kini penggunaannya semakin banyak karena telah banyak distributor yg ikut bermain. Ia yg menyampaikan kulit sintetis  mulai jadi tren modifikasi interior tahun ini.

Kelebihan

Nilai positif kulit sintetis yakni pada penampilan dan tekstur seperti kulit asli. Bila biasanya pelapis kulit pada jok menawarkan sensasi lebih cepat dingin setelah AC dinyalakan, pada kulit sintetis dikatakan juga begitu.

Keuntungan lainnya, ramah lingkungan karena tak mengandung phthalate, milik resistensi terhadap api, dilengkapi lapisan pelindung dari sinar ultraviolet, ketahanan tinggi, dan gampang dibersihkan karena tak menyerap seluruh macam cairan. Berhubungan dengan kualitas, Autoskin sampai berani memberikan garansi kerusakan pabrik untuk konsumen selama tiga tahun.

Harga

Selain itu, mungkin ini yg penting untuk pembeli, harganya tegolong murah. Contohnya buat MPV seperti Avanza dengan jok tiga baris ditawarkan sekitar Rp 5 juta, memang harga itu lebih mahal ketimbang sintetis sekitar Rp 3 juta. Tapi poin pentingnya kualitas sama tetapi banderolnya sangat jauh lebih terjangkau dibanding kulit asli yg mencapai puluhan juta rupiah.

“Kulit sintetis cocok untuk segala macam mobil. Tapi segmentasinya bagi medium ke atas. Kami terus sarankan daripada beli sintetis lebih baik keluarkan modal sedikit lagi tetapi bisa kulit sintetis yg lebih nyaman,” ujar Toto.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Plus-Minus Kulit Sintetis Untuk Interior Mobil

Rabu 21 Oktober 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Ada yg menarik ketika Honda Jakarta Center (HJC) sebagai main dealer mobil Honda di Jabodetabek menggelar pameran di mal Kota Kasablanka, 19-25…

Jumat 8 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Astra Daihatsu Motor (ADM) dapat mempertahankan posisi di urutan kedua pasar otomotif nasional di bawah Toyota Astra Motor (TAM). Sepanjang 2015 lalu, ADM…

Senin 2 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta -Kalau pabrikan Jepang lainnya di Indonesia telah akan memperkenalkan varian hybrid, Mitsubishi Indonesia masih belum mau memasarkan kendaraan ramah lingkungan itu. Apa alasannya? Head of…