Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Pertamax Makin Murah, Tapi Masyarakat Masih Antre Beli Premium

Selasa, Januari 5th 2016.

Jakarta -Harga Pertamax RON 92 hari ini kembali turun, dari Rp 8.650/liter jadi Rp 8.500/liter. Walaupun Pertamax makin murah, nyatanya masih banyak masyarakat yg antre beli bensin premium di SPBU.

Hal ini berdasarkan pantauan detikOto, di dua SPBU di Jakarta, Selasa (5/1/2016).

“Selisih kan Rp 1000-an yah lumayan. Sebulan 30 liter, berarti dalam sebulan dapat hemat Rp 30.000 kan lumayan. Pertama memang harga, sehingga masih setia sama Premium, nggak persoalan ngantre panjang,” kata William, salah sesuatu pembeli bensin premium, di SPBU 34.1328 di Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (5/1/2016).

Selain itu, menurutnya, kualitas premium tidak jauh berbeda dengan Pertamax atau pun Pertalite. Dia mengaku, ketika Premium naik, dirinya sempat beralih ke Pertamax, namun dirinya tidak merasakan perubahan pada mesin motornya.

“Pernah mencoba Pertamax dua hari, tetapi nggak ngaruh. Lebih baik Premium lebih hemat. Lumayan buat saya, kalau harganya selisih gopek (Rp 500) baru mungkin mau pindah, karena kinerja sama saja menurutku,” ujarnya.

Hal yg sama diungkapkan Mulyadi. Sempat menjajal Pertamax seminggu, dirinya menetapkan tetap setia memakai Premium. Harga juga jadi alasannya enggan memakai BBM macam lain.

“Belum ada niatan pindah. Kan lebih murah, bagi kami selisih harga lumayan. Kalau masih enak dan murahan premium bagi apa pindah, ada Pertalite juga tetap aku pilih premium,” ungkap Mulyadi.

Supriadi, staf penjualan SPBU 34.1328 Rawamangun mengatakan, premium masih menyumbang penjualan terbesar di SPBU. Dari antrean harian, dirinya pun belum melihat peralihan signifikan pengguna Premium ke BBM varian yang lain sampai sejauh ini.

“Omzet harian Premium dari dahulu nggak banyak perubahan, masih tertinggi yakni 30.000 liter sehari. Kalau pun ada perubahan sejak subsidi (Premium) nggak ada dan ada Pertalite, paling seribuan liter. Pertamax paling banter 7.000-an liter, plus 500-an liter saja, Pertalite juga 3.000-an liter,” ungkapnya.

Supriadi menuturkan, pengguna motor baru mulai pindah ke Pertamax atau Pertalite seandainya antrean di Premium telah terlalu panjang.

“Mobil kan susah pindah dari Premium. Kalau di SPBU kami orang yg pakai motor baru mau pindah ke Pertamax atau Pertalite kalau Premium ngantre lama,” pungkas Supriadi.

Harga premium dan bahan bakar lainnya mengalami penurunan. Premium ketika ini dijual Rp 7.050/liter dari sebelumnya Rp 7.300 per liter, dan Solar Rp 5.650 dari Rp 6.700.

Produk BBM Pertamina lainnya seperti Pertamax mengalami penurunan dari Rp 8.650/liter jadi Rp 8.500/liter. Pertamax plus turun dari Rp 9.650/liter jadi Rp 9.400/liter. Pertamina Dex dari Rp 9.850/liter ke Rp 9.600/liter, dan Pertalite ketika ini menjadi Rp 7.900/liter dari sebelumnya Rp 8.250/liter.

Supriadi, salah seorang staf penjualan di SPBU tersebut mengatakan, belum ada perubahan berarti dalam penjualan BBM di SPBU-nya sejak perubahan harga yg akan berlaku pada pukul 00.00 dini hari lalu.

“Kalau dilihat dari antreannya masih sama. Tak ada perubahan, orang pindah dari Premium ke Pertamax atau Pertalite atau sebaliknya. Begitu juga dengan BBM diesel (solar),” kata Supriadi.

Tak cuma produk BBM punya PT Pertamina (Persero) yg turun, produk BBM dari PT Shell Indonesia alias SPBU Shell juga mengalami penurunan harga sejak kemarin.

Berdasarkan pantauan di dua SPBU Shell, berikut daftarnya:

  • Shell Super Rp 8.550/liter turun dari sebelumnya Rp 8.750/liter
  • V-Power Rp 9.550/liter turun dari sebelumnya Rp 9.750/liter
  • Shell Diesel Rp 9.650/liter turun dari sebelumnya Rp 9.850/liter

(rrd/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Pertamax Makin Murah, Tapi Masyarakat Masih Antre Beli Premium

Rabu 27 Januari 2016 | Berita Otomotif

Nusa Dua -Setelah menjajal di sirkuit Jepang, Honda mengajak detikOto dan puluhan media nasional bagi coba BR-V di Bali. Hari pertama, detikOto segera duduk di kursi…

Senin 21 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Pejabat PT Toyota Astra Motor (TAM) kembali berganti. Kali ini Rahmat Samulo mulai meninggalkan tugasnya sebagai Direktur Pemasaran TAM dan mulai menangani…

Minggu 7 Februari 2016 | Berita Otomotif

London -Butik modifikasi Inggris, Project Kahn kembali menunjukkan hasil karyanya. Kali ini mereka memberikan sentuhan misterius pada Range Rover Evoque. Mobil ini dikreasikan memakai platform 2016…