Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Perkara Ford Bisa Jadi Contoh Buat Konsumen Indonesia

Selasa, April 12th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif — Gugatan pemilik SUV Ford Everest, David Tobing, kepada PT Ford Motor Indoenesia (FMI) akhirnya dapat selesai lewat perjanjian damai. Keputusannya, FMI mulai menunjuk pihak ketiga sebagai pelaksana kewajiban pelayanan purnajual dalam hal servis, garansi, perawatan, perbaikan, dan ketersediaan suku cadang untuk seluruh konsumen Ford di Indonesia sebelum menyatakan benar-benar berhenti beroperasi.  

Berdasarkan perjanjian damai, batas waktu penunjukan pihak ketiga itu paling lama pada 31 Maret 2017. Apabila belum, FMI berkewajban menjalankan operasi purnajual.

Keinginan David menggugat dimulai saat dia menerima informasi resmi via surat elektronik dari FMI pada 25 Januari lalu. Isi surat informasi resmi bagi konsumen itu adalah pernyataan penghentian operasi bisnis FMI, termasuk menutup diler pada paruh kedua tahun ini. Diterangkan juga bahwa diler masih melayani konsumen, tapi cuma “hingga dua waktu ke depan tahun ini”.

David yg berprofesi sebagai pengacara menilai FMI mampu saja angkat kaki dari Indonesia, tapi layanan purnajual bagi konsumen seharusnya tetap berjalan. Gugatannya sebagai konsumen diajukan ke Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan pada 1 Februari 2016 berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Dasar gugatan David yakni Pasal 7 huruf b yg isinya “memberikan keterangan yg benar, jelas, dan jujur mengenai keadaan dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharan” serta Pasal 9 ayat (1) huruf k, yakni “menawarkan satu yg mengandung janji yg belum pasti”.

“Saya ini dapat dibilang konsumen yg setia karena memang aku telah sangat menikmati mobil Ford. Mobilnya tak terlalu mewah, tapi dapat dipakai ke seluruh medan,” kata David.

Ia menjelaskan pernah memiliki Everest kelahiran 2006 lantas diganti dengan model yg sama produksi 2008, dulu diganti lagi dengan produksi 2011 yg digunakan sampai sekarang.

Aksi David jadi contoh kekuatan konsumen bagi menuntut haknya yg dilanggar. Menurut David, konsumen Indonesia seharusnya sadar dan jangan cuma pasrah.

“Ini pelajaran untuk produsen yg ingin menjual produk di Indonesa agar memperhatikan konsumen dari sisi layanan purnajual. Jangan begitu bisnis rugi segera hengkang, harus mampu jamin suku cadang,” kata David.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Perkara Ford Bisa Jadi Contoh Buat Konsumen Indonesia

Rabu 10 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Setelah launching Sirion dua waktu lalu, Daihaysu mulai launching 1 lagi mobil di bulan Februari. Mobil itu adalah Terios Custom. Melihat namanya kalian dapat mengharapkan…

Jumat 4 Desember 2015 | Berita Otomotif

Bogor, KompasOtomotif – Meski di segmen kendaraan multi guna bawah (Low Multi Purpose Vehicle/LMPV) persaingannya cukup ketat, tetapi Toyota Avanza optimis dapat tetap menjadi pemimpin…

Kamis 11 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Harley-Davidson Asia Pasifik tengah menggelar kontes pencarian diler baru Harley di Indonesia. Siapa pun nanti diler barunya, mulai dihadapkan pada tantangan berat. “Sederet kebijakan  yg…