ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Peraturan Pemerintah Bikin Ngeri Importir Moge

Jumat, Februari 5th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Melalui surat edaran, Presiden Direktur PT Mabua Harley-Davdison (MHD) dan PT Mabua Motor Indonesia (MMI) Djonnie Rahmat mengatakan alasan penting perusahaan menetapkan berhenti. Menurutnya, salah sesuatu alasan mengapa perusahaan tak memperpanjang keagenan Harley-Davidson di Indonesia, adslah moge tidak lagi kompetitif.

Hal tersebut tidak yang lain karena perubahan peraturan pemerintah dengan menaikkan pajak-pajak importasi serta bea masuk. Alhasil, harga sesuatu unit sepeda motor dapat berlipat sampai 300 persen saat sampai di tangan konsumen.

Inilah yg menurunkan daya beli dan membuat situasi jadi sulit, apalagi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sejak 2013 telah mencapai 40 persen (klaim Djonnie Rahmat).

Berikut beban-beban yg ditanggung importir ketika ingin memasarkan moge, yg dianggap sangat mencekik leher:

a. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 175/PMK.011/2013 tentang kenaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 import dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen.

b. Peraturan Pemerintah (PP) no 22 tahun 2014 tentang kenaikan pajak penjualan barang mewah dari 75 persen menjadi 125 persen.

c. PMK No 90/PMK.03/2015 tentang penetapan tarif PPh 22 Barang Mewah buat motor besar dengan kapasitas mesin di atas 500 cc dari 0 persen menjadi 5 persen.

d. PMK no 132/PMK.010/2015 tentang kenaikan tarif bea masuk motor besar dari semula 30 persen menjadi 40 persen.

Semua sepeda motor Harley-Davidson masuk kategori barang mewah dan berkapasitas mesin di atas 500 cc, kecuali model Street 500 yg tercatat bemerin 494 cc. Praktis, harga jual buat model mesin besar paling murah di atas Rp 400 jutaan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Peraturan Pemerintah Bikin Ngeri Importir Moge

Kamis 11 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Mazda Motor Indonesia (MMI) rencananya mulai launching CX-3 tahun ini. Sport Utility Vehicle (SUV) kompak yg dijual di pasar otomotif nasional…

Minggu 24 Januari 2016 | Berita Otomotif

Tulungagung, KompasOtomotif – Konsumen pikap Tata Super Ace kembali ditantang mencari angka konsumsi bahan bakar terbaik dengan muatan penuh. Ajang yg disebut Tata Super Ace…

Kamis 19 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Bagi Anda pemilik mobil merek Eropa, perlu perawatan ekstra selama kepemilikan, salah satunya urusan jamur pada kaca. Musim Hujan membutuhkan keadaan kaca…