ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

Pelaku Industri Mobil Listrik Nasional Menuntut Pemerintah

Rabu, Februari 24th 2016.


Jakarta, KompasOtomotif – Pihak Asosiasi Pengembang Kendaraan Listik Bermerek Nasional (Apklibernas) menuntut peran serta pemerintah Indonesia dalam menyokong para pelaku industri mobil listrik nasional. Tanpa campur tangan pemerintah, para pelaku bisnis lokal bakal sulit bersaing dengan prinsipal asing.

Sukotjo Herupramono, Ketua Umum Apklibernas mengatakan, ada dua hal yg perlu dipersiapkan supaya proyek mobil listrik bermerek nasional dapat berjalan di Indonesia. Pertama, harus dibuat road map yg jelas dulu, dalam hal ini oleh Kementerian Perindustrian. Di dalamnya, terdapat ketentuan seperti apa arah pengembangan, kapan waktu ditargetkan.

“Kedua, pemerintah juga harus mengatur pasar mobil listrik di Indonesia. Tuntutan kita sebagai prinsipal nasional, adalah meminta pasar dengan tenaga motor listrik 75 kWh ke bawah supaya tak disentuh pihak asing. Jadi, tersedia pasar yg pasti bagi kami,” ucap Sukotjo di acara FGD Pengembangan Mobil LIstrik bersama Kemenhub, Kemenristek dan Dikti, dan Akademisi, di Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016).

Ketiga, harus ada sokongan riset dan pengembangan teknologi mobil listrik dari pemerintah lewat Perguruan Tinggi yg ada di Indonesia. Teknologi motor listrik, baterai, sampai stasiun pengisian listrik.

“Mengapa 75 kWh, karena kalian anggap ini kalau dijual nanti mobilnya mulai masih terjangkau oleh konsumen Indonesia. Untuk yg besar-besar, biarkan merek asing yg main di sana,” ucap Sukotjo.

Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengatakan, pihak perguruan tinggi telah melakukan berbagai riset yg dibutuhkan buat pengembangan mobil listrik di Indonesia. Dari komponen-komponen penting yg telah dihasilkan, kemudian mampu dimanfaatkan oleh para pelaku industri bagi mampu dimanfaatkan.

“Jadi riset memang tugasnya perguruan tinggi, tinggal bagaimana hasil ini dapat dimanfaatkan oleh pihak industri. Semua hasil penelitian perguruan tinggi itu punya negara, tinggal dimanfaatkan saja,” ucap Nur.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Pelaku Industri Mobil Listrik Nasional Menuntut Pemerintah

Minggu 31 Januari 2016 | Berita Otomotif

Pasar mobil Toyota di Jawa Tengah dan Yogyakarta di tahun ini diprediksi lebih baik dari tahun lalu. Hartono Dinata, Marketing Director PT New Ratna Motor…

Kamis 28 Januari 2016 | Berita Otomotif

Yogyakarta, KompasOtomotif – Bocoran menyangkut rencana peluncuran model kedua Toyota Sienta pada April tahun ini akan ditanggapi oleh pihak Toyota Indonesia. Bos PT Toyota Astra…

Sabtu 19 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta¬†-Stop produksi dan tutupnya pabrik Chevrolet di Indonesia, membuat Chevrolet Spin seakan-akan mati suri. Karena memang diketahui bersama, pabrik Chevrolet di Indonesia kemarin dihadirkan, khusus…