ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

Pelajari Batas Kecepatan Di Jalan-jalan Yang Berbeda

Kamis, Maret 24th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Mengendalikan kecepatan para pengemudi kendaraan bermotor di jalan, jadi sesuatu cara cegah angka kecelakaan. Tiap macam dan keadaan jalan milik aturan kecepatannya masing-masing.

Apalagi pihak kepolisian ketika ini tengah menguji mencoba penggunaan speed gun untuk menangkap pengendara yg tak patuh pada peraturan batas kecepatan. Jika tak dipelajari dengan serius, jangan kaget seandainya sewaktu-waktu diberhentikan di jalan!

Batas kecepatan ini disebutkan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal 21 ayat 1 tertulis, setiap jalan memiliki kecepatan paling tinggi yg ditetapkan secara nasional.

Selanjutnya, pada ayat beberapa (2), kategori macam jalan yg dimaksud tersebut, merupakan berdasarkan jalan di kawasan permukiman, kawasan perkotaan, jalan antar kota, dan jalan bebas hambatan. Namun, batas-batas kecepatan yg dimaksud, selengkapnya dijelaskan pada Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2013.

Pada pasal 23 ayat empat (4), Bagian Kedua, mengenai Batas Kecepatan disebutkan, batas kecepatan sebagaimana dimaksud ditetapkan sebagai berikut.

a. Paling rendah 60 kmj dalam keadaan arus bebas dan paling tinggi 100 kmj bagi jalan bebas hambatan.

b. Paling tinggi 80 kmj bagi jalan antarkota.

c. Paling tinggi 50 kmj buat kawasan perkotaan.

d. Paling tinggi 30 kmj buat kawasan permukiman.

Kemudian pada pasal ayat 5, batas kecepatan paling tinggi dan batas kecepatan paling rendah sebagaimana yg telah dijelaskan pada ayat 4, harus dinyatakan dengan rambu dulu lintas.

Kemudian pada pasal 287 ayat 5, Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009, setiap orang yg mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan yg melanggar aturan batas kecepatan paling tinggi, atau paling rendah sebagaimana dimaksud, mulai dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Ini Aturan Batas Kecepatan Seharusnya di Jalan

Jakarta, KompasOtomotif – Mengendalikan kecepatan para pengemudi kendaraan bermotor di jalan, jadi sesuatu cara cegah kecelakaan. Tiap macam dan keadaan jalan milik aturan kecepatannya masing-masing.

Batas kecepatan ini disebutkan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal 21 ayat 1 tertulis, setiap jalan memiliki kecepatan paling tinggi yg ditetapkan secara nasional.

Selanjutnya, pada ayat beberapa (2), kategori macam jalan yg dimaksud tersebut, merupakan berdasarkan jalan di kawasan permukiman, kawasan perkotaan, jalan antar kota, dan jalan bebas hamabatan. Namun, batas-batas kecepatan yg dimaksud, selengkapnya dijelaskan pada Peraturan Pemerintah nomor 79 tahun 2013.

Pada pasal 23 ayat empat (4), Bagian Kedua, mengenai Batas Kecepatan disebutkan, batas kecepatan sebagaimana dimaksud ditetapkan sebagai berikut.

a. Paling rendah 60kmj dalam keadaan arus bebas dan paling tinggi 100kmj buat jalan bebas hambatan.

b. Paling tinggi 80 kmj bagi jalan antarkota.

c. Paling tinggi 50 kmj buat kawasan perkotaan.

d. Paling tinggi 30 kmj bagi kawasan permukiman.

Kemudian pada pasal ayat 5, batas kecepatan paling tinggi dan batas kecepatan paling rendah sebagaimana yg telah dijelaskan pada ayat 4, harus dinyatakan dengan rambu dulu lintas.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Pelajari Batas Kecepatan Di Jalan-jalan Yang Berbeda

Selasa 24 November 2015 | Berita Otomotif

Stuttgart -Induk perusahaan Mercedes-Benz, Daimler AG, mulai menggelontorkan investasi senilai US$ 375 juta atau sekitar Rp 5,14 triliun buat membangun pabrik mesin diesel baru. Mesin ini…

Rabu 16 Maret 2016 | Berita Otomotif

Moskow -Toyota RAV4 menjadi kendaraan kedua Toyota yg diproduksi di St Petersburg, Rusia. Model itu diproduksi buat pasar lokal Rusia ditambah Kazakhstan dan Belarus. Toyota Divisi…

Rabu 3 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Rencana peluncuran produk kolaborasi keempat Toyota-Daihatsu yg diberi nama proyek D30D, pada tahun ini selalu disiapkan. Tahap finalisasi telah dicapai, bahakan dua…