ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Pahami Teknolog Mesin SkyActiv Mazda

Kamis, Maret 24th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Bisa jadi tak seluruh pemilik Mazda paham soal mesin SkyActiv yg mereka beli. Pemahaman dasar sebenarnya diperlukan buat mengenal karakter, agar tahu cara mengoptimalkan keunggulan dan mengerti seluk beluk teknologinya.

Di dalam negeri, Mazda Motor Indonesia (MMI) cuma menawarkan mesin bensin SkyActiv-G. Model pertama yg telah memakai teknologi itu yakni SUV CX-5, kemudian diikuti sedan 6, MPV Biante, dan hatchback 2.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mesin skyactiv-G 2.5L menghasilkan 250 Nm pada 3.250 rpm, berguna bagi pemakaian mobil perkotaan

Keunggulan penting SkyActiv-G yakni pada torsi besar yg di bisa dari kompresi mesin yg tinggi. Hal ini dapat kami lihat dari data spesifikasi resmi, mesin 2.5L pada CX-5 menghasilkan torsi puncak 250 Nm saat putaran mesin mencapai cuma 3.250 rpm. Kondisi itu dapat didapat memakai bahan bakar RON 95.

“Istimewanya lagi pada 1.500 rpm torsi telah mencapai 200 Nm. Itu tak dapat terjadi di mesin bensin yang lain yg non-turbo,” kata Ari Tristanto Sales Trainer MMI ketika menjelaskan tentang SkyActiv-G di Bandung, Sabtu (19/3/2016).

Putaran mesin 1.000 rpm – 3.000 rpm adalah rentang penggunaan harian dalam keadaan perkotaan. Jadi, bila pengemudi lebih banyak memainkan torsi itu maka efisiensi bahan bakar mampu lebih maksimal.

Febri Ardani/KompasOtomotif Skyactiv-G memiliki rasio kompresi 1:14, lebih tinggi dari “supercar”.

Rasio kompresi

Dari mana asalnya torsi besar pada SkyActiv-G? Ari menyampaikan pada dasarnya para insinyur Mazda sudah berhasil membuat rasio kompresi tinggi pada SkyActiv-G stabil digunakan hingga menguntungkan. Rasio kompresi tinggi pada SkyActiv-G mencapai 1:14, lebih tinggi dari mesin supercar.

“Torsi mulai meningkat ketika rasio kompresi makin tinggi karena efisiensi bahan bakar makin tinggi dengan jumlah bensin yg sama. Jadi makin tinggi kompresi, torsi mulai makin besar,” jelas Ari.

Kompresi mesin tinggi bukan berarti tanpa kendala. Pemahaman tradisional bila kompresi makin tinggi berarti potensi mesin ngelitik (knocking) semakin besar, salah sesuatu cara menanggulanginya yakni memundurkan pengapian tetapi kalau begitu torsi dapat turun drastis. Cara lain, memakai bahan bakar dengan RON lebih tinggi.

Namun keduanya bukan pilihan Mazda sebab dikatakan selain bagi keiritan bahan bakar SkyActiv-G juga diciptakan agar biaya pengoperasiannya masuk akal.

Stabil

Lantas bagaimana caranya rasio kompresi 1:14 mampu stabil? Ada dua hal yg telah ditemukan Mazda, yakni perbaikan ruang bakar atas temuan reaksi oksidasi suhu rendah, kepala piston dengan cekungan, memakai sistem pembuangan 4-2-1, dan peningkatan karakter injeksi bahan bakar.

Seluruh pengembangan yg sudah dikerjakan Mazda bagi mesin pembakaran dalam itu juga dibantu paket yang lain yakni SkyActiv-Drive (transmisi), SkyActiv-Chassis, dan SkyActiv-Body.

Mazda Motor Indonesia (MMI) Tiga model Mazda dengan mesin SkyActiv-G, hatchback 2 (kiri), sedan 6, dan SUV CX-5.

Rasio Kompresi

Di Indonesia, mesin SkyActiv-G yg ditawarkan memiliki rasio kompresi lebih rendah yakni 1:13, kecuali Biante dengan 1:12 (belum memakai knalpot 4-2-1). Alasan MMI terkait regulasi emisi yg berlaku di Tanah Air yakni Euro II.

Di Indonesia, MMI menganjurkan pemakaian bahan bakar RON 90 bagi rasio kompresi 1:13.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Pahami Teknolog Mesin SkyActiv Mazda

Sabtu 16 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Jadi salah sesuatu peserta di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016, Mercedes-Benz Indonesia jagokan produk MPV premium V-Class terbaru. Sebagai bintang booth,…

Selasa 29 Maret 2016 | Berita Otomotif

Palembang -Sebanyak 15 risers Datsun Risers Expedition (DRE) etape 4 sudah tiba di Bumi Sriwijaya, Palembang pada Senin (28/3/2016). Sebelum memulai start esok hari menuju Lampung,…

Minggu 15 November 2015 | Berita Otomotif

Bekasi, KompasOtomotif – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menginspirasi banyak orang yg mulai memulai usaha dengan Daihatsu Gran Max. Kalau ingin melihat, tengok Festival Kuliner…