Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Orang China Lebih Suka Beli Mobil Secara Tunai, Ini Alasannya

Sabtu, Februari 20th 2016.

Liuzhou -Sebanyak 70 persen lebih pembeli mobil di Liuzhou, Guangxi, China, membeli mobil secara tunai. Alasan rasional karena bunga yg tak menguntungkan dan penurunan nilai ekonomis dari barang yg dibeli menjadi alasan utamanya.

“Orang berpikir, bahwa membeli mobil yg nilai ekonomis dan umur fungsionalnya berkurang setiap tahun harus dibayar tunai. Sebab, suku bunga yg dibayar tak turun meski telah bertahun-tahun dibayar,” tutur Zhong Zhen General Manager diler Wuling dan Baojun di Liuzhou, Guangxi, Jumat (19/2/2016).

Menurutnya, dengan fakta seperti itu konsumen di China mengaku tidak ingin memikul beban beberapa kali – pembayaran bunga dan penurunan nilai mobil – secara bersamaan ketika membeli mobil. Terlebih bunga yg dipatok lembaga pembiayaan mencapai 9 -12 persen. Sedangkan bunga bank 3 – 5 persen.

Diler Wuling di Liuzhou (Arif Arianto)

“Bunga sebesar itu dirasa cukup tinggi oleh konsumen,” kata dia.

Pertimbangan lainnya buat konsumen sebelum membeli mobil adalah merek dan layanan purna jual yg diberikan agen pemegang atau diler dari merek tersebut. Walhasil, program diskon maupun iming-iming tambahan aksesoris kurang diminati calon pembeli.

Tentu, ini berbeda dengan perilaku atau motif konsumen di Indonesia. Di Tanah Air, sekitar 70 persen pembelian dikerjakan secara kredit.

Menyikapi hal ini, SGMW Indonesia mulai menyediakan lembaga pembiayaan lokal Indonesia bagi menolong proses transaksi.

“Sehingga konsumen mulai lebih mudah,” kata Network Development Director SGMW (Wuling) Indonesia, Nathan Sun.

Dia mengatakan, memang ada perbedaan cara pandang dan budaya konsumen Indonesia dengan China. Di Negeri Tirai Bambu, orang berpikir pengeluaran harus lebih kecil dibanding pendapatan. Orang mulai mengalokasikan pendapatan buat konsumsi, tabungan, kebutuhan pendidikan, dan sebagainya.

“Sehingga, membeli mobil yg yaitu kebutuhan kedua atau ketiga mereka menunggu sampai tabungannya cukup,” kata Nathan.

Selain itu, sejak 2009, pemerintah China memberikan insentif berupa potongan pajak untuk konsumen yg membeli mobil bermesin dengan kapasitas kecil. Mobil dengan mesin kurang dari 1.000 cc potongan pajaknya lebih dari 50 persen, dan 1.500 cc atau lebih kurang dari 50 persen. Dengan stimulus itu, maka banyak orang di China membeli mobil, dan itu dikerjakan secara tunai. Karena itulah, tidak jarang ada orang yg membawa uang tunai, sebagian ada juga yg membawa uang recehan ke diler bagi membeli mobil.

(arf/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Orang China Lebih Suka Beli Mobil Secara Tunai, Ini Alasannya

Jumat 25 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Honda Prospect Motor (HPM) meraih empat penghargaan dalam ajang Indeks Kebahagiaan Berkendara (IKB) 2016 melalui Honda Brio, Honda Civic, Honda Civic, dan Honda…

Sabtu 5 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta -Produsen otomotif merasa tahun 2016 situasi ekonomi mulai masih sulit. Mitsubishi pun merevisi target penjualan kendaraannya. Executive General Manager of MMC Marketing Division PT Krama…

Minggu 24 Januari 2016 | Berita Otomotif

PT Toyota Astra Motor (TAM), agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia, menargetkan penjualan mobil medium SUV andalannya, All New Fortuner mencapai 1.500 unit per…