Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Opsi Merek Punya Model Kompetitif, Ketimbang Impor

Rabu, Februari 24th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Beberapa merek mobil yg dipasarkan ke Indonesia mayoritas belum milik memiliki pabrik perakitan sendiri. Biasanya, selain dipandang miring oleh pemerintah Indonesia karena tanpa investasi, produk-produk yg dipasarkan kurang kompetitif ketimbang merek yg telah merakit lokal (completely knocked down/CKD) di dalam negeri.

Opsi mengimpor utuh alias completely buit up (CBU) dari negara yang lain dengan memanfaatkan perjanjian khusus ekonomi, mungkin mampu kompetitif. Tetapi, langkah ini lebih rentan dengan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Maklum, semua model CBU, wajib dibayar penuh memakai nilai tukar asing.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Noegardjito, coba memberikan masukan kepada pabrikan yg belum memiliki pabrik perakitan di Indonesia. Caranya, mampu memakai fasilitas pabrik yg dimiliki perusahaan lokal di Indonesia.

“Mereka (para produsen otomotif) mampu memanfaatkan fasilitas pabrik perakitan di Gaya Motor. Seperti yg dikerjakan oleh BMW, dan dua produsen mobil lainnya,” ujar Noegardjito usai acara meeting umum anggota Gaikindo 2016, di hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (23/2/2016).

Fasilitas pabrik perakitan punya Gaya Motor, kata Noegardjito dapat digunakan oleh produsen lain. Syaratnya, kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan.

“Dengan dirakit secara CKD (completely knock down) atau IKD (Incompletely Knocked Down harganya dapat lebih murah. Produsen yang lain juga banyak yg melakukan cara ini. Ini mampu ditiru oleh merek lain,” ungkap Noegardjito.

Menurut Noegardjito, dengan harga jual lebih kompetitif dapat mendatangkan keuntungan cukup besar. Karena, kecederungan masyarakat Indonesia, memilih kendaraan yg telah dirakit di Tanah Air.

“Itu menurut pengamatan saya. Mohon maaf kalau salah. Tetapi pada kenyataannya seperti itu, mobil yg diproduksi di Indonesia mampu lebih laku ketimbang yg diimpor. Coba saja teliti,” kata Noegardjito.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Opsi Merek Punya Model Kompetitif, Ketimbang Impor

Rabu 18 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Nissan Grand Livina butuh bantuan. Sejak 2013, penjualan MPV menengah itu selalu merebah hingga kehilangan jabatannya sebagai tulang punggung penting Nissan Motor…

Selasa 1 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Tesla ketika ini baru memiliki beberapa mobil listrik merupakan sedan Tesla Model S dan crossover Tesla Model X. Namun, apa jadinya seandainya mobil listrik Tesla…

Sabtu 2 Januari 2016 | Berita Otomotif

Stuttgart -Produsen mobil sport sepertinya harus mempertimbangkan kemudahan akses keluar-masuk kendaraan. Sebelumnya, tersebar video seorang petugas parkir valet jangkung kesulitan masuk mobil Lamborghini. Kini muncul lagi…