Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

MotoGP Indonesia Masih Tunggu Keputusan Jokowi

Sabtu, April 30th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Keputusan tentang pergelaran MotoGP Indonesia belum menemui titik terang. Sebab, tempatnya masih membingungkan, pertama disebutkan di Sirkuit Sentul, dahulu pindah ke Jakabaring, Palembang dan kini kabar terbarunya kembali lagi ke tangan Tinton Soeprapto (Direktur Sirkuit Sentul).

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S Dewa Broto, menjelaskan, pihak Sentul dikabarkan telah bersiap menyelenggarakan MotoGP 2017. Namun, keputusan resminya belum dapat diungkapkan, karena masih menunggu kabar dari presiden.

“Belum ada update terbaru lagi. Kita masih menunggu, tapi Sentul telah bersiap bagi tahun depan,” ujar Gatot ketika dihubungi KompasOtomotif, Kamis (28/4/2016) sore.

Sementara itu, Irawan Sucahyono, Circuit Advisor Sentul, menambahkan, sekitar beberapa minggu dahulu pihaknya kembali bertemu dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Inti pembahasannya itu adalah Menpora Imam Nahrawi setuju seandainya balapan motor tingkat dunia itu berlangsung di Sirkuit Sentul tahun depan.

Ghulam/Otomania Marc dan Dani ketika menyapa dari dekat penggemarnya.

“Intinya Menpora setuju kalau MotoGP diadakan di Sentul 2017, 2018, dan 2019. Kita bersama Menpora telah membuat surat kepada presiden dan tinggal menunggu keputusannya saja,” kata Irawan kepada KompasOtomotif, Kamis (28/4/2016) sore.

Irawan melanjutkan, skemanya telah berbeda, karena pembiayaan pembangunan sirkuitnya telah tak lagi memakai uang negara, melainkan dari pihak swasta murni. Oleh karena itu, Menpora setuju dan kemungkinannya cukup besar.

“Karena kami tak memberikan deadline, maka tunggu saja bagamana keputusan presiden. Kami berharap dalam waktu dekat ada kabar baik, agar mampu segera melakukan renovasi sirkuit dan yang lain sebagainya,” ujar Irawan.

Jika presiden menyetujui, kata Irawan, maka MotoGP Indonesia mulai berlangsung di Sentul pada Oktober tahun depan.

“Semua biayanya benar-benar sendiri dan semua hal kerjasama sifatnya business to business (B to B). Kita juga berharap masyarakat tetap mendukung, karena ini adalah kesempatan yg terbaik bagi Indonesia,” kata Irawan.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article MotoGP Indonesia Masih Tunggu Keputusan Jokowi

Rabu 13 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Penguasaan Honda atas pasar sepeda motor tanah air makin menggila. Posisi Honda makin kokoh dengan pangsa pasar hampir 80 persen. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor…

Minggu 17 April 2016 | Berita Otomotif

Padahal telah sekian banyak contoh baik pengendara motor maupun mobil yg kelewat agresif di jalanan yg kena batunya dan berakhir sial. Tapi entah kenapa masih…

Kamis 14 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Program Low Cost Green Car (LCGC) yg terbit pada 2013 adalah magnet kuat bagi para produsen kendaraan bagi berinvestasi di Indonesia karena…