ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

”Modifikasi Tak Pakai Uang Negara, Kenapa Didenda?”

Selasa, Desember 15th 2015.

Jakarta, KompasOtomotif – Akhir-akhir ini, kalangan pemodifikasi dibikin heboh dengan ”gertakan” tegas Ditlantas Polda Metro Jaya soal modifikasi kendaraan. Cukup menakutkan karena perubahan tipe kendaraan secara tak sah bisa digolongkan dalam tindak pidana kejahatan!

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto menyatakan bahwa hal tersebut telah tertuang dalam aturan sesuai Pasal 277 juncto Pasal 316 (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama sesuatu tahun, atau denda paling banyak Rp 24 juta.

Selain itu, memodifikasi kendaraan juga melanggar Pasal 131 huruf E dan Pasal 132 ayat (6) dan ayat 7 PP No 55 tahun 2012 tentang Kendaraan juncto Pasal 50 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Tentu hal ini menuai reaksi. Mewakili komunitas dan pemodifikasi sepeda motor, salah sesuatu biker yg juga memodifikasi sepeda motor, Taufan Akbar, menyatakan bahwa aturan itu terkesan mengada-ada dan penuh dengan hal yg masih abu-abu.

Batasan
”Batasannya masih belum jelas, modifikasi seperti apa yg dilarang. Soal knalpot kencang misalnya, memang aku kurang setuju, gak persoalan kalau ini ditindak, tetapi harus ada ukurannya. Kalau soal modifikasi yg membatasi kreativitas, kita jelas keberatan,” kata Taufan, Sabtu (12/12/2015).

Anggota klub Yamaha V-Ixion Adventure Jakarta (YVAJ) itu juga menyampaikan bahwa selama ini dirinya dan kawan-kawan di klub sepeda motor tak merasa mengganggu orang yang lain dengan memodifikasi sepeda motor.

Dirinya juga menyatakan bahwa banyak aparat yg kebetulan menjadi anggota klub dan memodifikasi sepeda motor. ”Memodifikasi zaman sekarang telah jelas, harus memikirkan soal keamanan. Selama kalian berada di jalur itu, aku kira tak ada masalah,” ucap Taufan.

Taufan bahkan mengecam tentang aturan yg belum jelas ini, apalagi sebagian besar sepeda motor yg dimodifikasi cuma buat keperluan kontes, dipakai sesekali bagi kopi darat, atau touring. ”Kami tak mengganggu kegiatan orang lain. Kami juga memodifikasi bukan dari uang negara, kenapa harus didenda?” katanya.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article ”Modifikasi Tak Pakai Uang Negara, Kenapa Didenda?”

Sabtu 28 November 2015 | Berita Otomotif

PT Ford Motor Indonesia (FMI) mengumumkan pemenang dari kampanye ‘SYNC the Day’ – sebuah kampanye interaktif yg digelar bagi memberikan konsumen Ford di Jabodetabek kesempatan…

Rabu 13 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Penguasaan Honda atas pasar sepeda motor tanah air makin menggila. Posisi Honda makin kokoh dengan pangsa pasar hampir 80 persen. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor…

Minggu 7 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam jumlah besar di industri otomotif akhir-akhir ini santer tersiar. Menanggapi hal tersebut, pihak Suzuki Indonesia selaku produsen di bidang…