Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

“Mobil Murah” Di Indonesia Bisa Diesel, Gas, Dan Listrik

Rabu, Mei 4th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Kebijakan mobil murah dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) tetuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian No.33/M-IND/PER/7/2013, tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yg Hemat Energi dan Harga Terjangkau. Permenperin tersebut yaitu turunan dari program mobil emisi karbon rendah atau Low Emission Carbon (LCE).

Permenperin tersebut juga dibuat buat selalu mendorong dan mengembangkan kemandirian industri otomotif nasional, khususnya perusahaan komponen kendaraan bermotor roda empat.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan, mobil LCGC yg telah banyak di jalanan itu masih mengusung teknologi mesin konvesional. Ke depan, mampu saja model lain, yg dibekali mesin diesel, gas, atau listrik.

“Kalau mau membuat mobil listrik, gas atau diesel tak kami larang dan memang dapat saja. Yang utama telah memenuhi syarat yg telah kalian tentukan,” ujar Putu di acara Focus Group Discussion (FGD) di Kawasan Industri Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (29/4/2016).

Menurut Putu, Indonesia harus mampu beradaptasi dengan keadaan pasar global. Sebab, teknologi di industri otomotif selalu berkembang dan mulai mengarah kepada kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.

“Semuanya masih sangat mungkin, permintaannya juga dipastikan dapat semakin tinggi,” kata Putu.

Di tempat sama, Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN, menambahkan, tren otomotif global mulai mengarah ke mobil ramah lingkungan. Sehingga, Indonesia harus akan beralih ke teknologi yg lebih maju.

“Sesuai dengan road map pada 2020-2025, kendaraan yg beredar mulai beralih ke ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Kita harus dapat dan tampaknya sanggup menuju ke arah itu,” ujar Warih.

Zulkifli BJ LCGC Agfya dan Ayla (Wigo bagi ekspor ke Filipina), memakai komponen lokal 88 persen

Empat Syarat

Sementara itu, sekedar menyegarkan ingatan untuk para investor yg masih berniat ikutan program LCGC, wajib memenuhi dua persyarat utama. Empat di antaranya, adalah setiap ATPM wajib memberikan hasil uji konsumsi bahan bakar, uji ketentuan teknis, bukti visual penggunaan tambahan merek lokal (Indonesia), termasuk model, dan logo yg mencerminkan Indonesia.

Kedua, setiap perusahaan wajib memberikan data dan bukti realisasi investasi, manufaktur motor penggerak (mesin), transmisi, dan axle, termasuk rencana memakai komponen yang lain dari pasokan lokal. Ketiga, pemberian surat pernyataan bermaterai berisi harga jual produk LCGC ke konsumen sesuai ketentuan yg berlaku.

Terakhir, semua ketentuan dan persyaratan yg ditetapkan sebelumnya wajib lolos verifikasi oleh lembaga independen Surveyor. Jika tak memenuhi persyaratan tersebut, maka tak dapat mendapatkan potongan PPnBM.

Menperin mulai menerbitkan surat penetapan penerima insentif program LCGC paling lambat 12 hari kerja sejak diterimanya surat permohonan secara lengkap dan benar.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article “Mobil Murah” Di Indonesia Bisa Diesel, Gas, Dan Listrik

Kamis 19 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum berhenti menjadi basis produksi sekaligus pemasok dua produk model global ke segala dunia. Sepanjang tahun ini, (Januari-Oktober)…

Minggu 22 November 2015 | Berita Otomotif

Washington -Hyundai Motor di Amerika Serikat mulai menarik 305.000 unit sedan Hyundai Sonata di negara itu. Soalnya, lampu rem sedan itu tidak berfungsi seperti semestinya akibat…

Rabu 13 April 2016 | Berita Otomotif

Washington -Ada 3 merek mobil mewah top di pasar Amerika. 3 Merek itu adalah BMW, Mercedes-Benz dan Lexus. Namun dari penjualan bulan Maret lalu, Lexus mengalahkan…