ISUZU MOTOR INDONESIA

AUTHORIZED DEALER

Menu

Mobil Listrik Tesla Didenda Karena Dianggap Timbulkan Polusi Di Singapura

Kamis, Maret 10th 2016.

Singapura -Mobil listrik Tesla memang dianggap ramah lingkungan karena tak mengeluarkan emisi gas buang dan lebih senyap. Tapi, di Singapura, mobil ini malah terkena denda dan diharuskan membayar pajak yg lebih mahal.

Hal ini terjadi karena Singapura menganggap bahwa mobil listrik Tesla Model S berbahaya buat lingkungan. Mobil itu mengonsumsi listrik dari pembangkit listrik yg mengeluarkan emisi CO2.

Diberitakan Channel News Asia, Kamis (10/3/2016), segala kendaraan yg diimpor ke Singapura harus menjalani uji emisi gas buang dan tes efisiensi bahan bakar. Khusus mobil listrik, itu berarti memiliki pembangkit listrik yg dinilai memiliki emisi CO2.

Sebelumnya, konsumen lokal Singapura bernama Joe Nguyen dilaporkan sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan buat mendapatkan lisensi mobil listrik Tesla Model S.  Selain itu, dia juga tak mendapatkan potongan harga dari peraturan Carbon Emissions-based Vehicle Scheme (CEVS) sebuah aturan potongan harga bagi mobil ramah lingkungan. Sebaliknya malah dikenakan tambahan pajak sebesar 15.000 dolar Singapura (Rp 142 jutaan) karena memiliki mobil non-hemat bahan bakar.

“Aku tak mengerti, ini tak ada emisi. Kemudian mereka mengirimkan hasil VICOM, menyatakan bahwa mobil itu mengonsumsi 444 watt hour per kilometer (Wh/km). Ini bukan spesifikasi yg aku lihat di website Tesla atau di mana pun. Dan kemudian di bawahnya ada konversi ke emisi CO2,” kata Nguyen.

Seorang juru bicara Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengatakan, mobil Tesla telah diuji di bawah standar United Nations Economic Commission for Europe (UNECE) R101. Hasilnya adalah, konsumsi energi listrik dari Tesla adalah 444 Wh/km.

“Seperti segala kendaraan listrik, faktor emisi pada jaringan listrik 0,5 g CO2/Wh juga diterapkan pada konsumsi energi listrik. Hal itu mengeluarkan emisi CO2 selama proses pembangkitan listrik. Emisi CO2 mobil Nguyen adalah 222 g/km. Untuk itu dikenakan tambahan biaya CEVS,” kata juru bicara tersebut.

Dia menambahkan, Tesla bukan mobil listrik pertama yg dikaitkan dengan faktor emisi jaringan listrik. Peugeot Ion, misalnya, mobil itu sudah didaftarkan pada Juli 2014 di Singapura.

LTA mengaku, penundaan pemberian lisensi kepada Nguyen adalah karena proses pengujian di Laboratorium Uji Emisi VICOM. “Ini adalah pertama kalinya Tesla Model S sudah diuji emisi,” kata juru bicara itu.

Sementara itu dikutip dari autoblog, CEO Tesla Elon Musk telah mengetahui hal ini, dan malah telah berbicara dengan PM Singapura. “Kami telah berbicara dan dia menyampaikan mulai menginvestigasi situasi ini,” tulis Musk.

(rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Mobil Listrik Tesla Didenda Karena Dianggap Timbulkan Polusi Di Singapura

Sabtu 6 Februari 2016 | Berita Otomotif

Singapura, KompasOtomotif – BMW Group Asia resmi launching The New MINI Clubman di Museum of Art and Desain, Singapura, Jumat (5/2/2016). Ini menjadi langkah buat…

Minggu 20 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Motor skutik biasanya ditargetkan buat para wanita, namun Peugeot menargetkan 99 persen penggunanya adalah pria. Mereka rata-rata berusia 30 – 45 tahun, memiliki beragam latar…

Selasa 12 Januari 2016 | Berita Otomotif

Pada bulan November 2015 lalu, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai perusahaan dengan predikat baik dalam ketaatan…