Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Mobil Listrik Nasional Sudah Siap Produksi

Jumat, Februari 26th 2016.


Jakarta, KompasOtomotif –
Para peneliti mobil listrik di Indonesia mengaku telah bersiap menyokong industri mobil listrik menuju tahapan manufaktur. Seluruh pemegang kepentingan di bidang ini, saling bahu-membahu menyiapkan dua komponen vital yg ada pada kendaraan listrik.

Para peneliti itu terdiri dari dua perguruan tinggi negeri (PTN), yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Sepuluh Nopember (ITS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Masing-masing PTN dan lembaga pemerintah saling berbagi tugas. Setiap kelompok meneliti dua komponen penting yg digunakan mobil listrik. “Di ITS kalian telah mampu membuat prototipe mobil listrik secara penuh. Kalau minus baterai, kesiapan kalian mampu dibilang telah 90 persen,” ucap Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS di Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016).

Beberapa komponen utama, seperti motor listrik, modul pengatur daya, transmisi, sampai sistem pengisian telah berhasil dikuasai. Sementara komponen umum lain, seperti ban, baut, pelek, lampu, jok, dan sebagainya, mampu memanfaatkan industri yg telah ada di Indonesia.

“Seluruh hasil penelitian PTN ini adalah punya negara. Jadi, mau diapakan saja terserah negara. Mau didorong ke pelaku industri atau kasarnya dibakar juga terserah pemerintah saja,” kata Nur.

Persepsi Salah

Banyaknya kendaraan prototipe mobil listrik yg dilahirkan PTN di Indonesia, kerap menimbulkan presepsi yg salah dari masyarakat. Menurut Nur, sudut pandang masyarakat terus melihat dari produk yg dihasilkan, berupa mobil yg statusnya masih prototipe.

Tentu seandainya dibandingkan dengan model-model yang lain yg telah ada dipasarkan merek asing, kelihatan kalah. “Ini yg salah. PTN itu fokusnya adalah pada knowledge-nya, bukan pada produknya. Dengan menampilkan prototipe ini, artinya kami telah mampu menguasai knowledge dari teknologi itu. Di sini seharusnya sudut pandang dilihatnya,” ucap Nur.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Mobil Listrik Nasional Sudah Siap Produksi

Senin 23 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Rivalitas Indonesia dengan Thailand menjadi negara otomotif terbesar di Asia Tenggara membawa semangat besar mengembangkan potensi dalam negeri. Bila mau Indonesia bukan…

Kamis 24 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Masyarakat yg memakai mobil bagi merayakan liburan Natal dan tahun baru sangat banyak. Terbukti, dibeberapa ruas jalan telah macet karena populasi kendaraannya…

Minggu 17 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Eurokars Artha Utama (Porsche Indonesia) berencana mendirikan diler Porsche paling besar di Asia Tenggara dalam ukuran luas area yakni sebesar 12.500…