Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Menperin ”Todong” Toyota Total Berinvestasi Di Indonesia

Sabtu, Februari 20th 2016.

Nagoya, KompasOtomotif – Tak cuma memperkuat fasilitas perakitan mobil dan mesin, Toyota Motor Corporation (TMC) juga diminta oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin agar berinvestasi lebih di sektor bahan baku dan komponen otomotif.

Tak cuma itu, Menteri Saleh yg berkunjung ke Nagoya, Jepang, bagi bertemu dengan Executive Vice President TMC Seiichi Sudo, Kamis (18/2/2016), juga mendesak TMC agar membangun fasilitas penelitian dan pengembangan (research and development/ R&D).

Hal ini bertujuan buat lebih memperkuat struktur industri otomotif Jepang yg ada di Indonesia ketika ini. Kemenperin mencatat, merek Toyota di Indonesia menguasai sekitar 31-32 persen pasar domestik.

Sebagai gambaran, dibandingkan dengan Thailand yg jumlah penduduknya mencapai 67,2 juta jiwa, sudah memproduksi sekitar 2,5 juta unit mobil/ tahun (50 persen bagi pasar domestik dan selebihnya buat ekspor).

Sementara Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 Juta orang dengan jumlah penduduk berpenghasilan menengah sebesar 74 juta orang, seharusnya telah bisa memproduksi lebih dari apa yg telah dicapai ketika ini.

Industri Komponen 

Industri komponen juga didorong bagi dikembangkan oleh pabrikan Jepang. Hal ini demi meningkatkan kandungan lokal produk otomotif. Realisasi produk komponen ini juga didukung oleh pengembangan industri pendukung.

Antara lain, pembangunan pabrik karet sintetik patungan antara Chandra Asri dan Michelin, pengembangan produksi baja buat kendaraan bermotor yg dikerjakan oleh Krakatau Steel, Nippon Steel, JFE Steel (Jepang) dan Posco (Korea Selatan) serta produksi resin oleh Adi Wira Plastic.

Saat ini, pasar terbesar Toyota adalah AS, disusul Jepang, China, Indonesia, Timur Tengah, dan yg keenam adalah Thailand.

Wakil Presdir Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono mengatakan, pihaknya tengah mengembangkan studi produksi bio-ethanol dari rumput gajah. Inovasi ini dikerjakan Toyota Motor bekerja sama dengan Pertamina dan RNI. Lokasi kebun di Lampung seluas 20 hektar, juga dikembangkan di sekitar lokasi pabrik Toyota di Karawang.

”Pengembangan bahan bakar bio ethanol dari rumput gajah yaitu inovasi cerdas di ketika pengembangan bahan bakar alternatif di dunia bertumpu pada tanaman tebu, sawit, kedelai dan lain-lain,” kata Duta Besar Republik Indonesia bagi Jepang Yusron Ihza Mahendra pada kesempatan yg sama.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Menperin ”Todong” Toyota Total Berinvestasi Di Indonesia

Rabu 10 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Di balik lepasnya PT Mabua Motor Indonesia sebagai agen resmi Harley-Davidson Indonesia, terselip kabar gembira buat Otolovers yg berniat membeli moge Amerika tersebut. Mabua mulai…

Jumat 27 November 2015 | Berita Otomotif

Makassar, KompasOtomotif –Belum lama ini, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) launching sedan terbarunya Ciaz. Masuk disegmen sedan mini, Suzuki menyatakan bahwa Ciaz juga bersiap buat…

Senin 15 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Nissan Motor Indonesia (NMI) secara bertahap akan membenahi jaringan pemasaran seiring berkembangnya merek Datsun di dalam negeri. Presiden Direktur NMI Stephanus Ardianto,…