Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Menjajal “Mesin Lama-Bodi Baru” All-New Pajero Sport

Jumat, Januari 22nd 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – All-New Pajero Sport mulai meluncur sepekan lagi, namun Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) telah menggelar sesi test drive lebih lalu bagi kalangan komunitas dan jurnalis pada Rabu (20/1/2016). Buat KompasOtomotif sesi uji berkendara ini yg kedua setelah sempat mengenal lebih dekat generasi kedua Pajero Sport pada Oktober dahulu di Jepang.

Bedanya, unit uji sekarang telah spesifikasi Indonesia jadi impresinya dapat lebih pas. Selain itu trek yg dilalui juga lain, kini dikerjakan di salah sesuatu lahan dekat restoran Segarra, di Ancol, Jakarta Utara.

KTB menyediakan lintasan khusus yg tampaknya ingin setiap pengemudi mengetes ketangkasan. Lebar trek tak muat beberapa bodi Pajero Sport, permukaan jalan tanah berumput dengan keadaan “botak” sana-sini, dan permukaan jalan sama sekali tak rata yg mampu menunjukan situasi jalan Indonesia sebenarnya. Setelah keluar lintasan penguji boleh merasakan permukaan aspal di jalan sekitar.

All-New Pajero Sport bakal ditawarkan empat varian semuanya bermesin diesel, merupakan GLX 2.5L 4WD Manual, Exceed 2.5L 4X2 Otomatis 5-percepatan, Dakar 2.4L 4X2 Otomatis 8-percepatan, dan Dakar 2.4L 4WD Otomatis 8-percepatan.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mesin baru Mitsubishi All-New Pajero Sport, 4N15 4-silinder 2.4L MIVEC turbo bertenaga 178 tk @3.500 rpm dan torsi 430 Nm @2.500 rpm, Terdapat beberapa pilihan transmisi, manual 6-percepatan dan otomatis 8-percepatan.

Mesin baru, 4N15 MIVEC 2.4L turbo (178 tk dan 430 Nm), sudah pernah dicoba sebelumnya. Kali ini biar tak lagi penasaran, varian yg dipilih mesin dan transmisi lama dalam “cangkang” baru, Exceed 2.5L. Di atas kertas tenaga mesin ini lebih rendah, yakni 134 tk @4.000 rpm dan torsi 324 Nm @2.000 rpm.

Febri Ardani/KompasOtomotif Konsol tengah (kiri) dan panel instrument pada All-New Pajero Sport Exceed.

Kesan beda di kabin Exceed dibanding Dakar dapat dilihat dari absennya tombol-tombol, misalnya tombol pengaturan multi-information display pada kemudi, traction control dekat kaki kanan pengemudi, serta hill assist, rem parkir elektronik, dan tombol putar Super Select 4WD II pada konsol tengah. Rasanya Exceed lebih “sepi” daripada Dakar.

Febri Ardani/KompasOtomotif Interior All-New Pajero Sport Exceed.

Manuver penurut

Saat dicoba di lintasan dengan kecepatan 30 – 45 kpj, gaya pengendalian Exceed sama enaknya dengan Dakar. Satu hal yg patut diapresiasi adalah seting suspensi yg empuk tetapi solid melibas tikungan.

Kondisi lintasan yg sempit menuntut gerakan kemudi lebih cepat, menariknya counter gerakan kanan-kiri sangat gampang dilakukan. Sesekali, sebab tak ada traction control, bagian belakang mobil kesannya mau mendahului ketika pedal gas dibuka lebar begitu keluar tikungan. Namun tak ada kekhawatiran karena karakternya penurut.

Impresi yg dirasakan, segala bodi bergoyang ketika melewati jalan yg rusak tetapi bagian kaki-kaki tetap menempel ke bumi. Tidak terasa sebenarnya Exceed seberat 1.910 kg -lebih ringan 25 kg dibanding Dakar 4X2.

Jalan aspal

Keluar lintasan off-road, test drive lanjut ke jalan aspal sekitar Ancol. Di area ini baru dapat merasakan lebih detail sektor mesin. Meski tingkat kekedapan kabin diklaim telah ditingkatkan, suara raungan dari kap mesin terdengar jelas setiap kali mobil dipacu lebih kencang.

Kalau telah mencoba varian Dakar dengan transmisi otomatis 8-percepatan, pasti paham pada Exceed tarikan “nafas” jelas lebih pendek. Hentakan setiap kali gas dibuka lebar saat gigi diturunkan masih ada. Catatan, Exceed memakai pelek 16 inci sedangkan Dakar 18 inci.

Febri Ardani/KompasOtomotif All-New Pajero Sport Exceed.

Kesimpulan

Exceed sebagai varian tengah All-New Pajero Sport menawarkan desain baru untuk konsumen yg belum mau “move on” dari mesin lama. Buat konsumen lama yg mau upgrade Pajero Sport mungkin Exceed adalah pilihan terbaik karena profil mesin tak berubah cuma saja kemasannya baru.

Satu hal lagi, bila anda menemukan All-New Pajero Sport sedang berbaris, ada beberapa cara gampang membedakan mesin lama dengan mesin baru. Pertama, mesin diesel lama milik bau lebih menyengat yg terasa saat kami berada di dekatnya dan kedua suaranya lebih kencang.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Menjajal “Mesin Lama-Bodi Baru” All-New Pajero Sport

Selasa 24 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Menjelang tutup tahun, PT Auto Trisula Indonesia (ATI) launching program Maserati Eleganza. Kegiatan ini tujuannya memberikan keuntungan kepada calon konsumen Maserati yg…

Senin 4 Januari 2016 | Berita Otomotif

Seoul, KompasOtomotif – Hyundai mengutarakan rencananya membangun generasi baru SUV berbahan bakar hidrogen. Kelebihannya, mobil diklaim bakal melaju sejauh 800-an km sekali tangki hidrogen terisi…

Selasa 9 Februari 2016 | Berita Otomotif

Surabaya, KompasOtomotif – Ada banyak momen yg dapat digabungkan dengan otomotif. Buat komunitas Mitsubishi Outlander Sport Indonesia (MitOSI), khususnya chapter Jawa Timur (Jatim), hari libur…