Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Mengapa “Hidung” Mobil Sekarang Mudah Ringsek?

Rabu, April 6th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Bagi sejumlah orang khususnya pengguna mobil, ada yg belum tahu kenapa mobil sekarang bagian depannya gampang ringsek atau remuk ketika terjadi tabrakan? Hal itu bukan karena kualitasnya buruk, melainkan telah memakai teknologi crumple zone (zona benturan).

Crumple zone yaitu area dimana kendaraan didesain bagi mengerucut dan berubah bentuk ketika tabrakan terjadi. Dengan begitu, energi mulai terserap dan mengurangi efek tumbukkan yg mampu menyebabkan cedera fatal pada penumpang. Selain itu, bahan plastik kini kerap dipilih jadi material penting bemper, selain lebih ringan juga milik biaya lebih kompetitif.

General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi, menuturkan, mobil keluaran terbaru kebanyakan telah mengadopsi teknologi crumple zone. Sebab, buat meningkatkan keamanan penumpang kendaraan ketika terjadi tabrakan, karena dapat diredam oleh bodi bagian depan.

“Bagian depan mobil tersebut mulai melipat atau mengkerut saat terjadinya benturan,” kata Dadi ketika dihubungi KompasOtomotif,  Selasa (5/4/2016) malam.

KAHFI DIRGA CAHYA/KOMPAS.COM Bagian depan mobil Fortuner B 201 RFD

Risiko Lebih

Menurut Dadi, seandainya bodi mobil dibuat terlalu rigid seperti 1970-an, kemungkinan penumpang luka parah lebih besar. Sebab, bagian penumpang atau pengemudi dengan komponen interior dan juga organ dalam tubuh bertumpukan dengan tulang atau tengkorak.

“Ini karena perlambatan mobil yg tiba-tiba, sehingga perlambatan badan dan organ tubuh tak diredam. Sebenarnya, teknologi ini bukan menjadikan bodi mobil menjadi lunak, tetapi ada bagian yg dibuat dengan lipatan kecil sehingga mulai mengkerut ketika terjadi tabrakan depan,” ungkap Dadi.

Dilihat dari aspek keselamatan, kata Dadi nilainya sangat baik. Sebab, penumpang tak mulai mengalami luka parah ketika terjadi kecelakaan. Meski ringsek, orang di kabin tak mulai luka parah, sebab mesin depan juga diperhitungkan buat menolong penyerapan benturan.

“Jadi mesin tak dirancang buat segera jatuh saat terjadi kecelakaan, justru menolong penyerapan benturan,” ucap Dadi.

SHUTTERSTOCK Polda Metro Jaya mencatat, jumlah kecelakaan akibat pengendara di bawah umur menempati peringkat ketiga.

Tak cuma itu, pada dasarnya segala mobil keluaran sekarang telah seperti itu. Namun, tingkat penyerapan maupun batas kecepatan aman ketika benturan berbeda-beda, terutama bagi kendaraan truk, misalnya di Toyota Dyna.

“Dengan pertimbangan kecepatan operasionalnya tak tinggi. Batas kecepatan minmum dan maksimalnya kurang begitu hafal, karena masing-masing mobil berbeda-beda,” ujar Dadi.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Mengapa “Hidung” Mobil Sekarang Mudah Ringsek?

Minggu 20 Maret 2016 | Berita Otomotif

Losail -Ada dua momen menegangkan melibatkan Marc Marquez di MotoGP Qatar. Salah satunya adalah ketika dia mendahului Valentino Rossi. Finis ketiga di MotoGP Qatar, Senin (21/3/2016)…

Minggu 3 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Adira Finance kembali memperluas jangkauannya sebagai perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor di Indonesia, dengan launching Xtrim Car. Jika selama ini bermain di segmen…

Jumat 18 Maret 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -BMW Group Indonesia menepati janjinya buat menghadirkan New MINI Clubman di Indonesia. Mobil tersebut diluncurkan perdana di Indonesia. New MINI Cooper Clubman dipasarkan akan Jumat…