Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Mendadak F1

Selasa, Maret 1st 2016.

Saya bukan tipikal orang yg mudah terharu. Tetapi ketika melihat Rio Haryanto duduk di seat Manor F1 dua ketika menjelang test resmi hari ke-3 dimulai, seketika mata aku berkaca kaca.

Tentu saja alasan aliran airmata aku bukan karena kesedihan, tapi rasa terharu dan sangat bangga, akhirnya ada juga anak bangsa ini yg duduk di ‘kursi panas” setelah 65 tahun puncak balapan formula itu diselenggarakan.

Jadi mengapa aku mampu begitu terharu? Saya berpikir bahwa Tuhan sedang memberikan ujian dan cobaan kepada bangsa Indonesia di ketika keadaan perekonomian Indonesia sedang terguncang karena pengaruh ekonomi global dan berbagai sektor perusahaan swasta atau BUMN di Indonesia  sedang melakukan efisiensi di seluruh lini.

Stasiun TV lokal berpikir ulang buat menayangkan F1 secara segera karena dianggap terlalu mahal dan tak seksi lagi bagi sponsor, ditambah dominasi Mercedes GP  yang dapat membuat fans bosan, belum lagi suara engine F1 yg kehilangan lengkingan sejak musim balap 2014.

CobaanNya adalah memberikan kesempatan kepada Rio Haryanto berlaga di F1, seolah olah Tuhan memberikan ujian dengan membuka sebuah “ladang amal”.
Awalnya aku pesimis bahwa Rio Haryanto mulai duduk di seat F1 sampai Manor F1 team benar benar mengumumkan secara resmi di account twitternya.

Saya sendiri adalah salah sesuatu penolak pemakaian APBN buat mendukung Rio Haryanto di F1. Siapapun yg telah menolong Rio Haryanto mewujudkan mimpi ini harus kalian apresiasi meskipun kalian seluruh paham bahwa yg tak sepaham juga tak sedikit. Akan tapi tahukah bahwa potensi sehebat Rio Haryanto itu belum tentu muncul di setiap generasi?

Prestasi di GP2 dengan 3 kemenangan dan 8 podium selama 3 musim balap itu belum pernah dicapai oleh pembalap Indonesia sebelumnya.

Jadi inilah prestasi tertinggi pembalap Indonesia yg berpotensi membuat Indonesia menjadi lebih terhormat di mata dunia.
Setelah Target Indonesia mempunyai pembalap F1 tercapai , selanjutnya apakah yg harus dikerjakan oleh Rio ?
Manor bukanlah top team atau tim papan tengah sekalipun. Tetapi sejarah mencatat bahwa karir pembalap juara  dunia hampir seluruh dimulai dari tim papan bawah.

Kita tahu Ayrton Senna memulai karirnya dari Toleman Hart, Michael Schumacher memulai debutnya di Jordan Team, Fernando Alonso  berawal mejadi Pembalap Minardi, atau Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel semuanya merasakan tim Sauber sebagai awal karirnya.

Page:

  • 1
  • 2
  • Show All

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Mendadak F1

Jumat 27 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Penandatanganan letter of intent (LOI) antara Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dengan Dorna Sport bagi visibilitas menggelar MotoGP di Indonesia telah…

Minggu 22 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta -Generasi terbaru Suzuki Vitara tampaknya tidak cuma dipasarkan di Eropa saja, tapi juga Asia khususnya India. Suzuki disebut-sebut bakal menjajaki pasar negeri itu dengan memboyong…

Selasa 3 November 2015 | Berita Otomotif

New Delhi -Suzuki Maruti atau Suzuki di India minggu dulu sudah launching hatchback terbaru Suzuki Baleno dalam beberapa varian yakni bermesin bensin dan diesel. Suzuki juga…