Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

“Membelah” Kaki Gunung Fuji Bersama Pajero Sport

Senin, Januari 11th 2016.

Tokyo, KompasOtomotif – Perubahan pada generasi ketiga Mitsubishi Pajero Sport bukan cuma soal tampang ganteng tetapi juga kemampuannya menaklukan situasi luar biasa selama berkendara. Trek buatan Fujigane Offroad Park, kaki Gunung Fuji, Prefektur Yamanashi, Jepang, membuktikan hal itu saat perwakilan media yang berasal Indonesia diundang ke sana buat menjajal segera All-New Pajero Sport pada Oktober lalu.

Mitsubishi Motors Corporation Mitsubishi All-New Pajero Sport.

Impresi desain baru, kesan interior elegan dan fungsional, serta rasa sebagai penumpang telah dikupas, kini saatnya bercerita tentang pengalaman mengemudi. Trek buatan Fujigane dibuat seperti simulasi perjalanan luar ruang di alam pegunungan dengan pemandangan Gunung Fuji.

Tekstur permukaannya trek liar hasil kombinasi tanah, batu, kerikil, debu, lumpur, rintangan jungkat-jungkit, serta tanjakan dan turunan ekstrem. Dari balik kemudi, setiap pengemudi dituntut memanfaatkan seluruh fungsi mobil dengan baik.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mesin baru Mitsubishi All-New Pajero Sport, 4N15 4-silinder 2.4L MIVEC turbo bertenaga 178 tk @3.500 rpm dan torsi 430 Nm @2.500 rpm, Terdapat beberapa pilihan transmisi, manual 6-percepatan dan otomatis 8-percepatan.

Mesin

Tiba giliran KompasOtomotif menjadi nahkoda. Mobil yg dicoba bermesin diesel 4N15 4-silinder 2.4L MIVEC turbo, 178 tk dan torsi 430 Nm dengan transmisi otomatis 8-percepatan. Dari data spesifikasi, mesin ini lebih bertenaga dibanding versi lama yg masih ditawarkan, 4D56 2.5L bertenaga 134 tk dan torsi 324 Nm.

Febri Ardani/KompasOtomotif Detail interior Mitsubishi All-New Pajero Sport.

Perlu sedikit waktu menyesuaikan diri dengan banyak hal baru pada Pajero Sport, pasalnya menyalakan mesin sekarang tinggal pencet, mengatur jok telah elektrik, kemudi dapat naik-turun dan maju-mundur, serta rekonfigurasi konsol tengah memakai pengaturan tombol bagi rem parkir, sistem 4WD, fitur Hill Atart Assist (HAS) dan Hill Descent Control (HDC).

Febri Ardani/KompasOtomotif Trek yg terjadi berupa medan berat seperti bebatuan, kerikil, pasir, dan berdebu.

Perjalanan pertama memakai mode 2H (gerak roda belakang) menyusuri jalan berkelok yg ujungnya tak kelihatan. Posisi duduk agak tinggi ditambah kaca depan dengan visibilitas luas tidak mengurangi kemudahan mengemudi. Sesekali kepala harus bergoyang karena pandangan saat membelok terhalang pilar A tetapi masih mampu ditoleransi.

Tenaga besar bukan satu-satunya kelebihan mesin baru sebab mengoperasikannya juga lebih baik. Getaran dan suara kasar seperti pada mesin lama segala sirna, ini menunjang kesenyapan kabin. Transmisi otomatis dengan delapan tahap pemindahan gigi menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi jangan kaget baru jalan sebentar telah gigi tiga.

Febri Ardani/KompasOtomotif Nuansa kabin Mitsubishi All-New Pajero Sport.

Nyaman

Selain pemandangan baru, sesuatu hal yg paling terasa untuk KompasOtomotif merupakan paket ergonomis baru Pajero Sport menunjang kenyamanan lebih dibanding model sebelumnya. Ayunan empuk peredam kejut seakan memaafkan bila keadaan jalan terlalu kasar.

Febri Ardani/KompasOtomotif Fitur baru Hill Descent Control (HDC) menolong Mitsubishi All-New Pajero Sport menaklukan turunan curam.

Terus melaju hingga akhirnya sampai pada tantangan berupa turunan panjang dengan permukaan jalan licin karena pasir dan berdebu. Sesuai pelajaran sebelum akan test drive, maka mobil berhenti lalu buat mengganti sistem gerak ke 4LLc (gerak segala roda, differential lock, low gear) dan mengaktifkan HDC.

Febri Ardani/KompasOtomotif Tombol pengaturan fitur Super Select 4WD-II.

Fitur baru HDC gunanya menahan laju bodi tanpa tergelincir saat turunan. Dalam keadaan ini komputer yg mengatur traksi ban, pengemudi cuma menentukan kecepatan awal tanpa perlu repot menginjak rem.

Satu yg pasti, menyelesaikan turunan pakai HDC makan waktu lebih lama, tentu tujuannya buat keselamatan berkendara. Mekanisme yg mirip, HAS berguna buat tanjakan.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mitsubishi All-New Pajero Sport menaklukan rintangan berupa gundukan tanah hingga beberapa ban tak lagi berpijak bumi.

Jungkat-jungkit

Setelah selesai, kini dihadapkan pada situasi jalan dengan gundukan tanah besar dan berlubang. Situasi ini mampu jadi ditemui dalam perjalanan touring luar kota atau menghadapi keadaan perkotaan yg tak normal.

Sistem gerak tak berubah, masih memakai 4LLc. Tanpa tekan pedal gas, bodi dibiarkan merayap hingga mengarah ke tantangan. Sesekali bunyi derik gesekan mekanis terdengar di kabin saat ban terasa kehilangan pijakan.

Dari dalam kabin tantangan seperti ini sama sekali tak terasa menakutkan. Namun yang lain hal kalau lihat hasilnya di foto, terasa mengerikan sebab sampai beberapa ban tak menempel bumi.

Febri Ardani/KompasOtomotif Mitsubishi Motors Corporation menggelar sesi test drive bagi media global termasuk dari Indonesia di Trek buatan Fujigane Offroad Park, di Prefektur Yamanashi, Jepang, pada Oktober 2015.

Kesimpulan

Trek memang dirancang buat menonjolkan segala kemampuan All-New Pajero Sport, jadi telah pasti hasilnya impresif. Tidak ada satupun kendala yg berarti. Tapi di luar itu semua, meskipun telah makin modern terbukti All-New Pajero Sport tak kehilangan sentuhan sebagai kendaraan serba bisa.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article “Membelah” Kaki Gunung Fuji Bersama Pajero Sport

Kamis 28 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Land Rover Indonesia membuka layanan servis buat seluruh pemilik tanpa terkecuali. Tak cuma mobil yg dibeli dari PT Grandauto Dinamika (GAD) lewat…

Rabu 27 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) kendaraan The All New Fortuner dari 60% menjadi 75%. “Peningkatan kandungan…

Senin 18 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Penjualan sepeda motor sepanjang 2015 dulu cuma 6.480.155 unit, menurun sekitar 18 persen atau sebanyak 1.387.130 unit dibanding 2014. Semua merek membukukan penjualan yg menurun.…