Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Mazda BT-50 Terabaikan Di Indonesia

Jumat, Februari 12th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Sejak 2006, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Mazda di Tanah Air, kelihatan lebih fokus berjualan di segmen kendaraan penumpang. Buktinya sampai sekarang, model-model unggulan didomonasi oleh macam kendaraan ini (passanger car).

Sebenarnya, Mazda bukan tanpa pilihan di segmen pikap atau kendaraan komersial. Merek yang berasal Jepang itu milik sesuatu model, merupakan BT-50, yg juga diimpor utuh (completely built up/CBU) dari Thailand. Pikap yg dikembangkan bersama Ford Ranger ini, terkesan sengaja “di-anak tirikan”.

Berbeda dengan Mazda2, CX-5, atau Mazda6, BT-50 dijual dengan sistem “by order” alias tanpa stok tersedia di diler.

Menanggapi hal itu, Astrid Ariani Wijana, Senior Marketing Manager PT MMI, menjelaskan, sejak dari awal hadir di Indonesia, Mazda memang telah diposisikan fokus bermain di kendaraan penumpang. Apalagi, setelah Mazda2 hadir pada 2009, fokusnya di mobil penumpang semakin tajam.

“Kami milik kendaraan pikap yg menurut kalian mampu hadir di kendaraan komersial, tetapi tak memfokuskan bisnis kita di kendaraan komersial. Karena, kalian percaya masa depan industri otomotif Indonesia di segmen kendaraan penumpang,” ujar Astrid ketika berbincang dengan KompasOtomotif di acara media gathering, Rabu (10/2/2016).

Bermain di kendaraan penumpang, menurut Astrid lebih aman, ketimbang komersial. Sebab, mobil penumpang lebih stabil dengan keadaan perekonomian, tak seperti di segmen komersial. “Pengaruh terhadap ekonominya cukup besar,” kata Astrid.

Mengacu pada data penjualan ritel yg dirilis Mazda, total penjualan BT-50 tahun dulu ambles 89,6 persenm tersisa tinggal 13 unit seandainya dibandingkan 2014 sebanyak 126 unit. Dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan BT-50 tahun dahulu secara wholesales juga cuma 13 unit.

Sepanjang 2015, Mazda cuma menjual BT-50 selama tiga bulan saja. Pertama di Januari terjual beberapa unit, Maret 5 unit dan terakhir April enam unit. Sisanya pikap tersebut tak ada yg membeli.

Segmen pikap tahun lalu, penjualan secara keseluruhan mencapai 198.115 unit. Pemain utamanya dipegang Ford Ranger dengan 1.315 unit dan Mitsubishi Triton 7.619 unit.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Mazda BT-50 Terabaikan Di Indonesia

Sabtu 9 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Menepati janjinya dua waktu lalu, akhirnya Toyota-Astra Motor (TAM) resmi memperkenalkan Toyota Sienta di Indonesia, bertepatan dengan hari pertama gelaran Indonesia International Motor…

Rabu 23 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Biaya kepemilikan dan servis mampu menjadi salah sesuatu pertimbangan orang bagi membeli mobil. Soal menimang biaya perawatan ini, konsumen mulai memilih mana…

Senin 7 Maret 2016 | Berita Otomotif

Tokyo -Kawasaki dikabarkan sedang mempersiapkan ‘adik’ dari Ninja H2 yg dipercaya mengusung nama Ninja R2. Sebuah majalah di Jepang pun akan merilis gambar yg kemungkinan bakal…