ISUZU ASTRA MOTOR INDONESIA

Surabaya

Menu

“Mau Perluas Pasar Turunkan PPnBM Sedan”

Jumat, April 1st 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Pajak kendaraan menjadi salah sesuatu dilema yg dihadapi para pelaku industri otomotif Indonesia. Salah satunya, adalah dikenakannya Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) pada model sedan kecil, memaksa penjualannya semakin melemah.

PPnBM yg tinggi membuat pihak merek-merek otomotif enggan memproduksi sedan di Indonesia. Tanpa harga yg kompetitif, sedan tak mulai dilirik oleh konsumen di Indonesia, sehingga risiko rugi jadi besar.

Di sisi lain, sedan sebenarnya dapat menjadi salah sesuatu jawaban atas keinginan pemerintah mendongkrak kinerja ekspor kendaraan dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dari Indonesia. Pasalnya, sedan yaitu model mobil dengan pasar terbesar di dunia, ketika ini.

Yongkie D Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), menyampaikan salah sesuatu upaya dalam meningkatkan pasar dalam negeri adalah dengan meringankan PPnBM terutama bagi macam sedan. Karena yg berkaitan segera dengan segmen otomotif dan pemerintah adalah persoalan PPnBM.

Usualan penurunan PPnBM, kata Yongkie, telah disampaikan ke pemerintah bertahun-tahun yg lalu, dari ketika ini 30 persen menjadi 10 persen.

“Kalau ini mampu dikerjakan orang mampu beli dan otomatis meningkatkan volume produksi. Bahkan efeknya pabrikan mulai memiliki buat memproduksi di Indonesia bahkan tak menutup kemungkinan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi sedan,” ucap Yongkie kepada KompasOtomotif di Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Menurut Yongkie, pada ketika ini baru ada sesuatu produsen yg masih berani memproduksi sedan, yakni Toyota, lewat Vios dan Limo. Produksi sedan mini ini sebagian besar justru diarahkan buat ekspor, ketimbang pasar domestik yg kecil jumlahnya.

“Toyota bikin Vios tetapi yg aku tahu Vios kebanyakan keluarnya model Limo yg untuk Taksi. Ini karena bebas PPnBM,” kata Yongkie.

Febri Ardani/KompasOtomotif Produksi All-New Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Karawang I, Jawa Barat.

PPnBM yg terlampau tinggi diibaratkan menjadi salah sesuatu momok yg menghambat pertumbuhan otomotif. Bahkan menurutnya hal ini menjadi bumerang kenapa Indonesia masih kalah dengan Thailand yg ketika ini telah menjadi negara basis produksi buat SUV, sedan, dan double cabin.

Potensi Indonesia sebagai negara produsen mobil, sebenarnya dianggap telah siap. Fasilitas dan kapasitas produksi yg mumpuni, membuat hal ini mampu diwujudkan.

“Urutannya begini, pemerintah menurunkan PPnBM supaya harganya (sedan) terjangkau. Bila terjangkau, maka dibeli orang. Kalau dibeli orang, volumenya naik. Volumenya naik, prinsipal mulai membuat produksi dalam negeri, baru mampu diekspor. Memang seluruh ada prosesnya,” ucap Jongkie.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article “Mau Perluas Pasar Turunkan PPnBM Sedan”

Minggu 20 Maret 2016 | Berita Otomotif

Melbourne -Pebalap Mercedes Nico Rosberg tampil sebagai pemenang seri pertama Formula 1 musim 2016 di Melbourne, Australia, dalam lomba yg diwarnai sejumlah drama. Drama terbesar adalah…

Senin 23 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – All-New Innova berubah total dari generasi sebelumnya. Ditinjau dari proses produksi, 95 persen komponennya baru dengan klaim kandungan lokal sampai 85 persen.…

Selasa 29 Desember 2015 | Berita Otomotif

Ada banyak kendaraan baru yg rilis dan meluncur di tahun 2015. Ada yg sukses besar, ada yg penjualannya stagnan, bahkan ada pula yg mengalami penurunan.…