Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

#ManorRongsok

Selasa, Maret 29th 2016.

Oleh: M Wahab S

Seketika aku bengong melihat Twitter dengan tagar #manorrongsok atau soal rehabilitasi manor. Terlintas dalam pikiran bahwa Presiden Republik Indonesia turun tangan segera dengan memakai hak prerogatifnya. Ternyata itu cuma wujud kekesalan fans terhadap Manor F1 Racing Team. Namun aku anggap itu wajar, harapan Rio Haryanto sebagai pahlawan dari Indonesia bagi berprestasi maksimal bukanlah hal yg aneh.

Kekesalan para fans muncul karena hasil yg didapat Rio kurang baik. Celakanya ketidakberuntungan Rio karena kelemahan tim dalam mengantisipasi keadaan.

Perintah keluar dari pit ketika latihan resmi (Q1) yg berbuntut insiden dengan Romain Grosjean, jadi pemicu. Rio ketika itu tinggal menunggu komando. Begitu juga ketika Rio harus keluar dari kokpit MRT05-nya lebih awal. Kendati demikian ada hal yg menggembirakan, karena ketika kualifikasi waktu yg didapat Rio lebih baik dari rekannya, Pascal Wehrlein, 1-0 bagi Rio Haryanto.

Rio terpaksa tak dapat melanjutkan balapan diakibatkan adanya problem pada transmisi, tepatnya drive line. Bocornya oli di as roda belakang membuat tim menetapkan buat tak mengizinkan Rio restart usai red flag. Risiko seandainya dipaksa adalah jebolnya gearbox. Hal tersebut mampu membuat Rio lebih sulit menjalani balapan mendatang.

Menurut regulasi musim 2016, setiap pebalap diwajibkan menggunakan gearbox bagi 6 seri balapan. Sangsinya, setiap penggantian gearbox mulai berakibat mundur 5 posisi start. Di tulisan awal Mendadak F1, aku sebutkan menyatukan kekuatan engine, body works dan aerodinamika yg mumpuni memerlukan waktu.

reuters.com Rio dan Pascal di sesi latihan awal Autralia.

Improvement

Transmisi Manor Racing disuplai oleh Williams Advance Engineering yg telah teruji. Komponen tersebut cukup kompak dengan mesin Mercedes yg andal dalam 2 musim terakhir. Setidaknya ada angin segar bagi hal yg sesuatu ini. Kita tunggu improvement selanjutnya dari Manor dan semoga berjalan mulus dalam waktu singkat.

Biasanya puncak development dari segala tim F1 ada di tengah musim, ketika balapan ada di daratan Eropa. Faktor kedekatan dengan markas hampir seluruh tim F1 yg menjadi alasan. Prediksi saya, seluruh pengembangan mulai diaplikasikan ketika musim balap masuk ke GP Jerman sampai GP Italia.

Setelah itu tim mulai menetapkan apakah fokus pengembangan diteruskan atau akan berpikir bagi balapan musim selanjutnya. Tim papan atas biasanya milik 2 tim pengembangan. Ada yg bertugas memikirkan pengembangan ketika musim berlangsung. Tim lainnya memulai riset buat musim selanjutnya, dan mulai berjuang sampai akhir musim.

Proses

Kembali ke problem Rio, bahwa persoalan seperti itu wajar terjadi. Bahkan sekelas tim papan atas pun kelemahan kecil mampu menghambat kemenangan di depan mata. Contoh konkret merupakan saat Kimi Raikkonen bernaung di Mclaren, yg tengah memimpin balapan, harus melepas kemenangan di Nurburgring pada 2005 silam. Saat itu suspensi depannya tak dapat diajak kompromi. Padahal ketika itu balapan cuma tersisa 1 lap.

Di sisi lain, fans benar-benar berharap terlalu berlebihan kepada Manor dan Rio. Patut diingat, Manor F1 Racing Team adalah tim papan bawah. Meski musim telah memakai mesin mumpuni dari Mercedes, merekrut designer, dan ahli aerodinamika berpenmgalaman. Jangan lupa pula bahwa ini musim pertama Rio Haryanto.

Australia Plus Indonesia Rio Haryanto di Melbourne

Mengamuk

Tuntutan yg mampu diartikan dukungan muncul lewat social media. Fans Rio Haryanto yang berasal Indonesia “mengamuk” dengan sukses. Melalui votingDriver of The Day” yg diadakan situs F1.com ketika GP Australia lalu, pemilih Rio Haryanto mencapai 22.143 suara. Hasil tersebut terpaut cukup jauh seandainya dibanding pebalap tim baru HAAS Romain Grosjean yg cuma mengumpulkan 13.670 suara.

Kondisi itu telah sangat cukup membuat dunia Formula 1 tahu “kekuatan” netizen Tanah Air yg sungguh dahsyat. Tetapi ingat, kembali ke khittah, target Rio yg masuk akal dan wajar adalah mengalahkan rekan setimnya.

Ada teman aku di grup WhatsApp F1 Indonesia yg membuat pengelompokan fans menjadi 4 kelas. Gambaran mudahnya kelas 1 adalah die hard fans yg telah mengetahui F1 sejak lama. Kelas ke-2 adalah kalangan yg akan tahu F1 sejak 5-10 tahun dulu dan mengetahui regulasi meski tak detail. Kelas ke-3 adalah fans yg suka karena paras ganteng pembalap F1 dan akan mengerti dua regulasi. Kelompok terakhir adalah mereka yg suka F1 karena ada Rio Haryanto tanpa tahu bagaimana regulasi F1, inilah yg aku sebut #mendadakF1. Saya tambahkan kelas ke-5 adalah fans yg suka F1 karena di kokpit Rio ada Ayat Kursi-nya.

Saya mulai mendampingi Anda buat membuat F1 menjadi sangat menarik melalui artikel selanjutnya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

  • Ukir Sejarah, Rio Haryanto Balapan di F1

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article #ManorRongsok

Rabu 18 November 2015 | Berita Otomotif

Atlanta -Meski Paul Walker sudah beristirahat tenang, namun tragedi kecelakaan yg menimpanya ketika memakai Porsche Carrera GT masih selalu memanas. Putri dari aktor Fast and Furios…

Rabu 11 November 2015 | Berita Otomotif

Jakarta – Toyota berupaya tidak mengurangi fitur-fitur Kijang Innova agar lebih enak dikendarai. Salah satunya adalah dengan penambahan fitur drive mode atau pola mengemudi. Drive mode…

Rabu 16 Desember 2015 | Berita Otomotif

Bologna, KompasOtomotif – Ducati pertama kali launching XDiavel di pameran industri sepeda motor,  Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori (EICMA) 2015 di Milan, Italia, November lalu.…