Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Lima Kesalahan Penunggang “Newbie” Moge

Selasa, Februari 9th 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Naik sepeda motor berkapasitas mesin besar (moge) mampu menjadi mimpi sebagian orang. Bahkan akhir-akhir ini akan jadi tren, dimulai dengan menjamurnya sepeda motor 250 cc yg menjadi pijakan awal buat berpindah ke kapasitas lebih besar.

Kebanyakan membeli dengan sadar, bahwa dirinya menguasai penggunaan sepeda motor ber-cc besar. Namin banyak juga pembeli moge yg membeli sepeda motornya atas ”hasutan nafsu”. Belum seberapa mahir, segera beli kapasitas besar sebagai tunggangan pertama.

Inilah lima kesalahan paling populer bagi pengendara moge “newbie” alias pemula, berdasarkan rangkuman dari web About:

1. Motor Terlalu Besar
Memang lebih wah dan mentereng naik moge, dan tak ada yg melarang. Namun semakin tinggi kapasitas mesin, semakin kompleks pula tingkat pengendaliannya. Jika Anda pengguna pertama, belajarlah bertahap, akan dari sport 250 cc, dahulu naik ke cc di atasnya dan seterusnya.

Sepeda motor tak seperti mobil yg mengendalikannya relatif hampir sama, yakni duduk dan memegang kemudi. Sepeda motor milik gaya yg berbeda di setiap modelnya. Cari yg pas dan sesuai dengan gaya Anda lebih disarankan.

2. Terlampau Berani
Banyak penunggang baru yg pede segera bawa moge di keramaian. Naik moge perlu dua skill yg harus dipelajari, misalnya melaju dengan kecepatan rendah, atau cara berbelok di putaran yg sempit. Belajar dahulu sampai mahir dengan sepeda motor Anda di kawasan yg tidak terlalu sibuk. Ini mulai secara tak segera menaikkan kadar keyakinan dan menyelamatkan nyawa.

3. Gagal Membaca Situasi
Naik moge dengan kemampuan yg di atas rata-rata butuh perlakuan ekstra, termasuk melaju dengan hati-hati. Banyak ”pelatih” moge menyarankan buat ”Look Ahead”, bukan karena cukup dengan melihat ke depan, tapi lebih memperhatikan situasi yg mungkin bakal terjadi.

Ingat, antisipasi naik moge tidak segesit naik bebek atau Skutik. Kadar berhati-hati dan membaca situasi harus selalu dipertajam.

4. Pastikan Terlihat
Anda harus terus memastikan orang yang lain melihat kehadiran Anda dengan tak berada di dalam blind spot atau area yg tidak terlihat. Misalnya, ketika sejajar dengan mobil, jangan terlalu rapat, pastikan mampu dilihat kaca spion, terutama ketika Hujan.

Meletakkan beberapa jari pada tuas rem dapat dikerjakan buat waspada ketika keadaan darurat, yang berasal tak menekannya terlalu kencang seandainya motor Anda tak dilegkapi ABS. Jadilah pengendara yg terselip rasa ”penakut”, karena merekalah yg tidak jarang selamat.

5. Berkonvoi Sebelum Waktunya
Banyak pengendara yg terlalu senang dengan hobi baru, dahulu ikut komunitas dan berkonvoi. Pilih rekan konvoi yg paham bahwa Anda adalah penunggang pemula. Jika rombongan terlalu kencang dan Anda tak kuasa mengejar karena tak yakin, janganlah dipaksa.

Ingat, jangan ikut terlalu rapat, terus beri jarak, dan menunggang tak tepat di belakang (agak ke kiri atau ke kanan).

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Lima Kesalahan Penunggang “Newbie” Moge

Rabu 4 November 2015 | Berita Otomotif

Purwakarta – Setelah di Jepang booming, akhirnya Nissan menetapkan buat memperkenalkan Nissan X-Trail hybrid di Indonesia. Nissan memastikan, Indonesia menjadi negara ke-2 yg merasakan Nissan X-Trail…

Senin 18 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Penggemar mobil kuno di Indonesia ternyata cukup banyak jumlahnya. Menurut data Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), pemilik mobil antik mencapai 4.000…

Selasa 16 Februari 2016 | Berita Otomotif

Bogor, KompasOtomotif – PT Astra Honda Motor (AHM) selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia, mengklaim seluruh motor yg dijualnya itu…