Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Leena Gade, Sosok Langka Di ‘Dunia’ Para Pria

Minggu, Januari 31st 2016.

Jakarta -Nama Lena Gade buat pelaku dan penggemar balap mobil selama 24 jam non stop (WEC), tidaklah asing. Dia menjadi sosok langka, sebab mekanik wanita di perlombaan yg disebut sebagai ‘dunianya’ para pria itu dapat dihitung dengan jari.

Bahkan, perempuan yg bergabung dengan tim Audi Sport pada 2003 itu, sejak 2011 dahulu sudah bertengger di puncak daftar engineer kejuaraan WEC.

Dalam sebuah wawancara dengan laman Motor Sport, dua waktu lalu, wanita berdarah India kelahiran London, 1976, dahulu itu menyebut, salah sesuatu cita-citanya adalah mendorong anak-anak bagi belajar dan menyukai dunia rekayasa engineering.

Dia juga meminta rekan-rekan seprofesinya bagi melihat bidang rekayasa dari berbagai sisi karena bidang ini memiliki potensi yg sangat besar.

“Balap mobil dipandang sebagai bagian dari rekayasa engineering yg keren, meskipun itu bukan satu-satunya bidang teknik yg ada . Jika peraturan di motorsport kadang-kadang bisa mengurangi kreativitas. Masyarakat perlu ilmuwan dan insinyur bagi menolong memperbaiki persoalan kita, buat generasi mendatang,” paparnya.

Insinyur tim balap perempuan pertama yg memenangi lomba ketahanan Lemans 24 Jamsebanyak tiga kali itu mengaku tertarik dengan dunia balap mobil sejak usia anak-anak. Pada ketika itu, bersama adik perempuannya Leena kerap harus memperbaiki mainan mereka ketika rusak.

“Dari usia muda bersama dengan saudara perempuan saya, aku didorong buat menganalisa bagaimana satu (barang-barang) bekerja. Kami tidak jarang memperbaiki mainan kita setiap kali pecah, dan kita juga tertarik dengan barang-barang elektronik di rumah buat melihat bagaimana mereka bekerja, bermain dengan kit kimia dan umumnya cuma menaruh minat pada bagaimana hal-hal itu berfungsi,” tuturnya.

Lantaran terbiasa melakukan pekerjaan apapun secara mandiri itu, hasilnya manis baginya. Sepanjang menjalani tugas, sedikitnya tiga kali kemenangan dia torehkan yakni Lemans 24 Jam pada 2011, 2012, dan 2014. Bahkan WEC dia menangi pada 2012 dan 2013.

Leena juga menepis anggapan orang selama ini bahwa dunia balap dan rekayasa teknik bagi lomba ketahanan mobil adalah dunia laki-laki. Menurutnya, kaum Hawa pun juga tidak kalah cekatan dan mumpuni dibanding para lelaki, dan itu sudah dia buktikan.

Namun, Leena mengaku belum tahu apakah karirnya mulai berujung di dunia engineer balapan Formula Satu (F1). Baginya, dunia balap F1 berbeda dengan lomba ketahanan, meskipun ajang lomba itu tidak sesemarak dunia balap F1 yg terus diliput televisi.

Kendati begitu, perempuan berparas manis ini mengakui bahwa segala itu tergantung selera dan minat masing-masing orang.

“Balapan atau lomba ketahanan 24 jam tidaklah gampang dari segi fisik dan mental untuk orang-orang yg terlibat. Itu berarti sebagian orang tak menyukainya, dan mungkin mulai lebih bahagia pada, misalnya, balapan mobil F1 atau turing,” ucapnya memberi alasan.

(arf/arf)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Leena Gade, Sosok Langka Di ‘Dunia’ Para Pria

Rabu 20 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Peningkatan penjualan segmen Sport Utility Vehicle (SUV) sangat signifikan. Tak cuma di Indonesia, dua negara pun segmen SUV tengah booming. Direktur Pemasaran dan Layanan Purna…

Kamis 3 Desember 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – PT Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan harga Honda BR-V, Rabu (2/12/2015) dengan range antara Rp 226,5 juta hingga Rp 261,5 juta, on…

Kamis 14 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Industri otomotif Indonesia ketika ini memang masih kalah dengan Thailand mengingat Thailand mampu mengekspor 1 juta unit mobil per tahun, sementara Indonesia baru mengekspor 200…