Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Lagi Musim Hujan, ‘Alat Tempur’ Pemotor Ini Harus Tetap Awet, Caranya?

Minggu, Februari 28th 2016.

Jakarta -Jas hujan menjadi ‘alat tempur’ yg wajib dibawa oleh pemotor sebagai antisipasi menghadapi guyuran hujan. Apalagi di musim penghujan seperti ketika ini. Tapi terkadang baru tiga empat kali pakai, jas hujan tak berfungsi optimal alias bocor.

Marketing Communication & Community Development PT Sinergi Ventura Pratama sebagai pemegang merek Respiro, Tedy Suryadi masih banyak hal yg salah kaprah dikerjakan para rider di Indonesia.

Biasanya setelah dipakai, jas hujan segera dilipat dan dimasukkan ke dalam bagasi motor. Hal itu yg dikatakan Tedy mampu mengurangi umur pakai dari jas hujan.

Sebab, air bekas guyuran hujan pada jas masih menempel. Jika air masih menempel pada material jas tersebut dan segera bertemu dengan uap bensin di dalam bagasi motor, maka mulai terjadi proses kimia yg membuat bahan jas rusak sehingga menyebabkan bocor

“Untuk perawatan jas hujan masih banyak yg tak tahu. Habis pakai, masih basah segera dilipat dan masuk jok. Hal yg paling mungkin air masih ada di material. Di-press masuk lipatan masih ada disitu. Kena uap bensin dan jok kan panas lama-lama. Daya tahan material jadi berkurang,” kata Tedy.

“Ada yg baru tiga kali pakai kok segera rusak. Terlepas dari harga meskipun jas hujan harganya Rp 500 ribuan pun kalau masih basah segera dilipat dan di-press masuk jok bakal rusak juga,” tambahnya.

Sebagai tips, Tedy menganjurkan agar para rider mengeringkan jas hujan terlebih dulu usai menggunakannya. Dengan menggantungkan di toilet atau memakai kanebo, mulai membuat jas hujan kembali kering dan membuat awet usia pakai jas.

“Kalau habis pakai jas hujan dan masuk ruangan, gantung saja. Atau gantung di toilet, paling lama setengah jam telah kering. Kalau terpaksa harus dilipat, lap dahulu pakai kanebo, yg utama ga sampai ada air,” papar Tedy.

Jika perawatannya benar, jas hujan mampu berfungsi dengan baik dengan usia 8 bulan hingga 2 tahun.

Selain itu, menurut Tedy, bahan jas hujan juga menentukan usia pakai. Bahan terbaik merupakan memakai kombinasi dari PVC dan polyester. Ia juga menyarankan agar para rider menghindari jas hujan yg terbuat 100 persen dari bahan PVC karena tak ramah lingkungan.

“Yang bagus itu campuran dari polyester, polyurethane, dan PVC. Hindari penggunaan jas hujan yg full PVC karena ga ramah lingkungan,” jelas Tedy.

Foto: Grandyos Zafna

(nkn/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Lagi Musim Hujan, ‘Alat Tempur’ Pemotor Ini Harus Tetap Awet, Caranya?

Rabu 18 November 2015 | Berita Otomotif

Seoul -Akhir-akhir ini pabrikan mobil akan menggarap mobil masa depan yg ramah lingkungan. Salah sesuatu pilihannya adalah mobil hidrogen. Kabarnya, Kia juga mulai melahirkan mobil hidrogen.…

Rabu 16 Maret 2016 | Berita Otomotif

Stuttgart, KompasOtomotif – Rencana Mercedes-Benz buat milik pikap baru, hasil kerja sama Daimler AG dan Renault-Nissan tampaknya langsung terwujud. Informasi terbaru, pikap yg dikembangkan dari Nissan NP300…

Senin 11 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Mobil bertenaga listrik yg ramah lingkungan kini sudah digunakan di berbagai negara. Indonesia juga tidak ingin ketinggalan. Mahasiswa dari kampus-kampus ternama telah membuat…