Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Konsumen Tata Pecahkan Rekor Berkendara Teririt

Senin, Januari 25th 2016.

Tulungagung – Seorang peserta bernama Tantowi sukses memecahkan rekor uji konsumsi bahan bakar dalam ajang Tata Super Ace Super Challenge 2016 yg menempuh rute Tulungagung-Kediri sejauh 50 kilometer, Sabtu (23/1/2016).

Dengan mobil bernomor polisi AG 8938 DF, Tantowi berhasil mencatat konsumsi bahan bakar 27,74 kilometer per liter. Raihan ini melampaui catatan rekor sebelumnya, yakni 18,22 kilometer per liter, yg ditorehkan dalam ajang yg sama di Lampung pada tahun lalu.

“Ini menjadi bukti bahwa produk Tata Motors sangat tangguh dan memiliki tingkat keiritan jauh melebihi kendaraan sejenis yg ada di pasaran,” ujar Manoj Arora, Sales Marketing Advisor Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) di sela lomba.

Menurut Manoj, event ini yaitu bukti bahwa TMDI berkomitmen menjadikan ‘Tata Super Ace Super Challenge’ sebagai program yg berkelanjutan dan menjadi ajang pembuktian Tata Super Ace 1400 cc sebagai pikap yg irit dan tangguh.

“Selain menguji keandalan kendaraan, kegiatan ini juga yaitu sarana edukasi mengendara yg efisien dengan beban sesuai daya angkut maksimal sebesar 1 ton,” imbuhnya.

Tulungagung menjadi kota ketiga, setelah Surabaya dan Lampung, sebagai tempat dilaksanakannya Tata Super Ace Super Challenge 2016. Adapun seri berikutnya mulai berlangsung di Kota Malang dan Jakarta.

Direktur Utama PT Terang Utama Abadi (TUA), diler resmi 3S Tata Motors di Tulungagung, Willy Hendrata menyatakan, rekor baru ini menjadi citra positif buat Tata Motors di wilayahnya.

“Kami diuntungkan oleh Tulungagung termasuk Kediri dan Blitar adalah pasar pikap yg prospektif karena yaitu wilayah pertanian dan peternakan yg menuntut transportasi angkut yg irit dengan total biaya operasional yg rendah,” ujar Willy

Tata Super Ace Super Challenge diikuti 28 peserta atau total 28 unit Tata Super Ace 1.400cc turut andil dalam kontes irit ini.

Metode yg digunakan dalam penjurian lomba adalah ‘full to full’. Panitia mengisi penuh tangki bahan bakar tiap kendaraan sesaat sebelum start dan kembali diisi penuh lagi ketika setelah finish.

Panitia kemudian menghitung dengan membagi antara jumlah solar ketika pengisian kembali dengan jarak yg sudah ditempuh. Peserta yg paling sedikit jumlah solar yg diperlukan bagi mencapai tangki penuh hingga luber adalah pemenangnya.

Sumber: http://teknologi.inilah.com

Mobil Terbaru

Related Article Konsumen Tata Pecahkan Rekor Berkendara Teririt

Selasa 12 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Berkat kemudahan berkendara motor skutik, membuat motor macam ini menjadi primadona di Indonesia. Kemudahan buat berkendara memakai skutik menjadi salah sesuatu alasannya. Untuk menjaga performa motor…

Jumat 22 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Keputusan Presiden (Keppres) terkait MotoGP Indonesia di 2017 sampai ketika ini belum juga diterbitkan. Padahal, ditargetkan rampung sebelum akhir bulan ini. Nantinya,…

Senin 25 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif — PT Ford Motor Indonesia (FMI) telah mengambil keputusan bagi mundur dari semua operasi di Indonesia pada paruh kedua tahun ini. Langkah itu diambil karena,…