Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Konsumen Gugat Ford, Ini Tanggapan Kemenperin Dan Gaikindo

Rabu, Februari 3rd 2016.

Jakarta -Gugatan seorang konsumen Ford, David Tobing yg dilayangkan buat Ford Motor Indonesia dan Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Perdagangan, mendapat tanggapan segera dari pihak Kemenperin dan Gaikindo.

Konsumen Ford yg juga pengacara, David Tobing resmi menempuh jalur hukum buat Ford Motor Indonesia lewat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Turut menjadi tergugat, pihak Kementerian Perindustrian yg diwakili oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik, I Gusti Putu Suryawirawan ikut angkat bicara.

Ia menilai bahwa gugatan yg dilayangkan buat Kementerian Perindustrian salah alamat, sebab Ford tak memiliki industri pabrik di Indonesia. Kendati Ford resmi bagi menghentikan kegiatan operasi di Indonesia, I Gusti Putu menyampaikan Ford tetap mulai bertanggung jawab terhadap konsumennya

“Belum terima soal gugatan tersebut. Kenapa (Kementerian) Perindustrian yg digugat? Orang ga ada pabriknya, ga ada industrinya kok digugat. Mereka meskipun pergi milik tanggung jawab. Orang jualan disini ada Undang-Undang perlindungan konsumen. Ini negara hukum, harus taat aturan,” jelas I Gusti Putu, Rabu (3/2/2016).

Senada dengan pihak Kementerian Perindustrian, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman MR menyampaikan dari surat elektronik yg ia terima dari Ford Motor Indonesia, produsen mobil yang berasal Amerika Serikat itu masih bertanggung jawab soal pelayanan kepada konsumen ke depannya.

“Gugatan itu mungkin karena keterangan yg kurang jelas. Sebenarnya kan tadi pak Dirjen (I Gusti Putu) sudan mengatakan di Indonesia ada Undang-Undang perlindungan konsumen. Yang kita terima dari e-mail pimpinan Ford Indonesia, dia masih bertanggung jawab terhadap diler, terhadap karyawan maupun terhadap konsumennya,” kata Sudirman.

David Tobing melayangkan gugatan buat PT Ford Motor Indonesia, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor No.61/Pdt.G/2016/PN. JKT Sel tanggal 1 Februari 2016.

Dalam gugatan, tertulis alasan David Tobing menggugat produsen mobil yang berasal Amerika Serikat itu karena mengumumkan keputusan bagi keluar dari bisnis tanpa pemberitahuan terlebih dahuku.

“Perbuatan melawan hukum yg dikerjakan oleh tergugat adalah mengumumkan keputusan bisnis buat mundur dari segala operasinya TANPA menunjuk terlebih lalu pihak-pihak yg mulai melanjutkan penyelenggaraan pelayanan purna jual,” tulis David Tobing dalam Surat Gugatan yg diajukan.

Surat Pernyataan Jaminan Purna Jual

Salah sesuatu alasan yg mendasari gugatan David Tobing kepada Ford Motor Indonesia beserta Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan yakni surat pernyataan jaminan yg dibuat importir buat menjamin pelayanan purna jual.

“Kita harus lihat, di peraturan Menteri Perindustrian, kalau ada sesuatu importir yg mau masukin mobil, dia harus mengisi formulir pernyataan jaminan dari Menteri Perindustrian,” kata David Tobing kepada detikOto dua waktu lalu.

Setelah tak mendapat tanggapan apapun atas keluhannya, David Tobing melayangkan gugatan bagi PT Ford Motor Indonesia, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor No.61/Pdt.G/2016/PN. JKT Sel tanggal 1 Februari 2016. (nkn/lth)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Konsumen Gugat Ford, Ini Tanggapan Kemenperin Dan Gaikindo

Senin 15 Februari 2016 | Berita Otomotif

Bogor -Usai launching model terbaru, All New Honda CBR150R, Astra Honda Motor memberikan sinyal mulai menghadirkan motor sport berkapasitas 250cc, CBR250RR versi anyar. Hal itu disampaikan…

Rabu 21 Oktober 2015 | Berita Otomotif

Jakarta, KompasOtomotif – Pengguna sepeda motor telah tahu seandainya bodi tunggangan Anda yg retak atau pecah dapat diperbaiki? Jawabannya, mampu karena di sepanjang jalan Raya…

Selasa 2 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Keputusan PT Ford Motor Indonesia buat keluar dari bisnis di Indonesia, dinilai mulai merugikan pihak Ford sendiri. Ford sudah melewatkan kesempatan bagus bagi berkembang di…