Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Komunitas Moge Tak Ingin Anggotanya Pakai Motor ‘Bodong’

Senin, Maret 7th 2016.

Jakarta -Sudah menjadi rahasia umum bahwa motor gede (moge) di Indonesia tidak sedikit yg ‘bodong’ alias tanpa surat-surat resmi. Pengguna moge melalui Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Bidang Motor Besar yg berada di bawah naungan Polri pun ingin menghapus motor-motor bodong.

Ketua FKPM Bidang Motor Besar, Irianto Ibrahim yg juga sebagai Sekretaris Jenderal Motor Besar Club (MBC) Indonesia menyebut, pihaknya tak menyarankan anggotanya menggunakan motor ‘bodong’. Tugas FKPM adalah membina pengguna moge agar tak melanggar hukum.

“Kami tak sarankan pakai STNK palsu. Karena dengan tutupnya Mabua (agen pemegang merek Harley-Davidson sebelumnya) ini kan ada kesulitan teman-teman. Mau enggak mau kalian sarankan, kalian bina, mereka jangan sampai melanggar hukum,” kata Irianto.

Irianto mengakui tidak sedikit pengguna moge yg memakai motor ‘bodong’. Dia berharap, pemerintah Indonesia mampu memberikan solusi agar motor ‘bodong’ itu mampu kembali dilengkapi surat-surat resmi dan pemiliknya tetap membayar pajak sesuai aturan.

“Kami mulai mengeluarkan identitas anggota FKPM bahwa itu bukan motor curian. Mungkin pemerintah mulai kasih solusi. Tidak mungkin dibiarkan motor ‘kosong’ (motor tanpa surat-surat resmi) begitu banyak di Indonesia. Mungkin ribuan. Itu telah rahasia umum lah. Artinya dari 15 ribu-20 ribu moge mungkin hampir separuhnya (motor bodong). Karena pajaknya enggak gampang. Kami tak mungkin harga motor Rp 100 juta dibayar Rp 90 juta kan enggak mungkin,” sebut Irianto.

“Kita enggak mampu tutup mata, ada itu (moge ‘bodong’). Tapi itu harus diakomodir. Tidak cuma dari FKPM, tetapi pemerintah harus bantu kami. Ya harapannya diberi kemudaham agar motor kosong juga mampu resmi. Bagaimana caranya? Ya pemerintah yg tahu itu. Dan aku guarantee, kalau memang pemerintah memberikan kesempatan ini, aku percaya ke depannya tak mulai ada persoalan ini. Ini kan income juga untuk negara,” lanjutnya.

Menurut Irianto, dalam waktu dekat pihaknya mulai berdiskusi dengan pihak Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) mengenai moge ‘bodong’. Dia juga mulai mendata seberapa banyak anggotanya yg memakai motor tanpa surat-surat resmi.

“Dalam waktu dekat ini aku mulai tiba ke Korlantas. Mungkin satu-dua hari ini kami koordinasi mempermasalahkan motor kosong itu. Secara organisasi, kita (FKPM) ingin mendata, seberapa banyak sih (moge tanpa surat-surat resmi). Karena di FKPM itu kan tak cuma sesuatu klub. Jangan sampai dibiarkan. Nah harusnya kami bikin wadah, kalian arahkan, ayo dong kami (pengguna moge) pakai motor yg bersurat. Ayo bantu pemerintah,” ucapnya.

Nantinya, Irianto berharap, seluruh moge di Indonesia telah dilengkapi surat-surat resmi. Dengan begitu, pengguna moge mulai tetap menolong pemerintah melalui pajak.

“Semuamoge di Indonesia harus legal. Apalagi programpemrintah mengejar pajak sampai berapatriluin rupiah. Ayo kitadukug. Kitaback up itu pemerintah. Teman-teman (penggunamoge) mau banget dibantu begitu. (Penggunamoge) pasti setuju. Pasti mereka mulai dukung (moge bersurat resmi),” sebutIrianto.

(rgr/ddn)
Sumber: http://oto.detik.com

Mobil Terbaru

Related Article Komunitas Moge Tak Ingin Anggotanya Pakai Motor ‘Bodong’

Kamis 14 Januari 2016 | Berita Otomotif

 – (/)Sumber: http://oto.detik.com

Rabu 13 April 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Bagaimana jadinya seandainya anak-anak diminta membuat mobil Toyota? Hasilnya mungkin unik. Ada yg membuat mobil impian super hero, mobil plastik bekas, mobil bambu…

Minggu 13 Maret 2016 | Berita Otomotif

Detroit -Seringkali kami temukan di jalan mobil dengan motif atau corak unik yg menutupi bodi mobil. Biasanya mobil tersebut yaitu mobil baru yg tengah diujicoba di…