Isuzu Surabaya

Jl. Raya Waru Km. 15, Sidoarjo – Surabaya, Jawa Timur

Menu

Kendala Ekspor Karoseri Dari Indonesia

Sabtu, April 2nd 2016.

Jakarta, KompasOtomotif – Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) yg menaungi 525 perusahaan karoseri lokal dan penyuplai komponen menilai pasar karoseri di Indonesia belum dilirik pemerintah sebagai penyokong penting industri otomotif. Selama ini perkembangannya cuma berkutat di dalam negeri, kontribusi untuk ekspor hanya secuil.

Sekretaris Jendral Askarindo T.Y Subagio menjelaskan, produk karoseri tak milik kompetensi buat diekspor. Alasannya, sasis yg dibuat para produsen di Indonesia cuma ditujukan bagi pasar domestik bukan bagi mengisi pasar asing.

Kebanyakan sasis yg ada di Indonesia disesuaikan dengan mesin selevel Euro II. Inilah salah sesuatu alasan ekspor karoseri Indonesia tersendat sebab pasar dunia menginginkan suplai sasis dan mesin di atas Euro II.

“Industri otomotif di Indonesia dikendalikan oleh prinsipal. Salah satunya sasis, utamanya dari Jepang bagi domestik. Dasar produksi karoseri, kalian tak membuat unit bus atau kendaraan khusus, tetapi produksi yg dikerjakan berdasarkan pesanan,” jelas Subagio di International Trade Exhibition for Auto Parts, Accessories and Vehicle Equip (INAPA) yg digelar di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Perusahaan karoseri tak senantiasa mampu independen lantas mengekspor unit kendaraan sendiri, sebab kekhawatirannya unit bermasalah karena tak diterima oleh pemegang merek setempat. Tentu hal itu berpengaruh pada pengoperasian dan pemeliharaan kendaraan.

Keikutsertaan para anggota Askarindo di INAPA 2016 jadi salah sesuatu cara menunjukan sekaligus mengingatkan kepada pemerintah dan masyarakat, bahwa Indonesia mampu memproduksi karoseri di dalam negeri. Tahun ini ada lima perusahaan anggota Askarindo yg tampil di INAPA, jumlah itu menanjak sebab tahun dulu cuma ada beberapa perusahaan.

“Saya tidak jarang sampaikan kepada teman-teman, ketika bisnis sedang lesu seperti sekarang ini kita harus menampakan diri. Jangan pada keadaan drop ikut tidur agar nanti ketika kebangkitan ekonomi mereka teringat karoseri Indonesia,” kata Subagio.

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Mobil Terbaru

Related Article Kendala Ekspor Karoseri Dari Indonesia

Jumat 19 Februari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta -Tahun 2015 menjadi tahun yg berat buat industri otomotif Indonesia, termasuk Hyundai sebagai salah sesuatu pemainnya. Untuk menghadapi tantangan tersebut, sejumlah langkah dikerjakan oleh produsen…

Jumat 4 Desember 2015 | Berita Otomotif

Kintamani -PT Toyota Astra Motor (TAM) sejak pertengahan tahun ini sudah membuka pemesanan crossover Toyota RAV4 generasi terbaru. Pemesanan dikerjakan secara spot order alias pesanan khusus,…

Selasa 12 Januari 2016 | Berita Otomotif

Jakarta – Anda tengah memikirkan buat membeli mobil tetapi masih bingung dengan seberapa besar biaya operasionalnya? Perhitungan dari Carmudi ini mungkin dapat menolong Anda dalam…